Arah Terbang Pesawat dan Bentuk Bumi Yang Bulat

Beberapa waktu lalu ada seorang penganut Bumi datar yang membawa waterpas ke pesawat. Tujuannya? Untuk menguji apakah pesawat menukik setiap interval tertentu untuk mengatasi kelengkungan Bumi! Menurutnya, pesawat harus menukik setiap selang waktu tertentu, karena jika tidak, pesawat akan terbang lurus ke luar angkasa.

Video tersebut sempat viral dan tentu saja pesawat tidak menukik setiap beberapa saat. Kesimpulannya tentu saja bukan “Bumi bentuknya datar”. Mari kita lihat alasan mengapa pesawat tidak terbang keluar angkasa, walaupun terbang ‘lurus’.

  1. Semakin jauh dari permukaan Bumi, semakin rendah kerapatan udara. Maka, gaya angkat yang dihasilkan sayap pesawat juga akan semakin rendah.
  2. Pesawat komersil didesain stabil terhadap arah gravitasi (longitudinal static stability). Jika tidak ada input dari pilot, pesawat akan secara otomatis meluruskan posisi agar tegak lurus terhadap arah gaya berat.
  3. Semakin miring posisi pesawat terhadap permukaan Bumi, maka semakin kecil komponen gaya angkat yang dihasilkan sayap yang arahnya melawan gaya besar. Sedangkan gaya berat sendiri selalu memiliki arah ke pusat Bumi.
  4. Dengan parameter terbang yang konstan (kecepatan, dan sebagainya), pesawat akan terbang mengikuti tekanan udara yang sama. Tekanan udara akan praktis konstan pada ketinggian yang sama dari permukaan Bumi.
  5. Mesin pesawat pada umumnya memiliki gaya dorong yang lebih rendah daripada berat pesawat. Jadi, mesin pesawat tidak dapat membawa pesawat naik jika hanya itu gaya yang bekerja pada pesawat.
  6. Mesin pesawat membutuhkan oksigen. Semakin tinggi, oksigen semakin menipis, dan suatu saat mesin pesawat tidak lagi dapat bekerja dan menghasilkan gaya dorong.

Karena alasan-alasan tersebut, pesawat tak mungkin pergi ke luar angkasa, dan akan mengikuti lengkungan Bumi secara otomatis.

Jika pergi ke luar angkasa semudah itu, maka kita tidak perlu menggunakan roket yang biayanya lebih mahal untuk dapat ke luar angkasa.

Referensi