Melawan Gaya Gravitasi

Gravitasi bukanlah satu-satunya gaya. Ada gaya-gaya lain selain gravitasi. Lebih dari satu gaya dapat mempengaruhi sebuah objek. Gaya dapat melawan gaya gravitasi dan membuat gerak objek berlawan arah gravitasi.

Kaum Bumi datar menganggap adanya objek yang bergerak berlawanan dari arah gaya gravitasi sebagai ‘bukti’ gravitasi tidak ada. Mereka salah. Objek tersebut dipengaruhi oleh gaya lain yang lebih besar dan arahnya berlawanan dari gaya gravitasi.

Lanjutkan membaca “Melawan Gaya Gravitasi”

Arah Vertikal Kiblat

Oknum-oknum Bumi datar sering menghasut umat Islam dengan cara mempermasalahkan arah vertikal kiblat. Berdasarkan “logika” mereka, jika umat Islam shalat pada Bumi bulat, maka tidak mungkin mengarah ke kiblat.

Mereka salah. Arah kiblat adalah arah ke rute terdekat ke Kakbah. Sudut vertikal tidak perlu diperhatikan. Hanya karena Bumi berbentuk bulat, tidaklah mengubah arah vertikal kiblat. Arah vertikal tetaplah lurus sejajar dengan permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Arah Vertikal Kiblat”

Bagian Bulan Yang Terang Saat Bulan Purnama

Gerhana Bulan tidak terjadi setiap bulan karena orbit Bulan miring 5,145° terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. Karena itu, bayangan Bumi tidak selalu jatuh ke permukaan Bulan saat Bulan berada pada titik oposisi tertinggi dari Matahari. Jika tidak terjadi gerhana Bulan, yang terjadi adalah fenomena Bulan purnama.

Beberapa penganut Bumi datar menganggapnya sebagai ‘bukti’ Bulan purnama seharusnya tak mungkin terjadi karena susunan geometri tersebut tidak memungkinkan kita melihat 100% permukaan Bulan yang terang. Mereka salah. Bulan purnama bukan berarti Bulan 100% terang.

Lanjutkan membaca “Bagian Bulan Yang Terang Saat Bulan Purnama”

Tata Koordinat Geosentris Bukanlah Bukti Geosentrisme

Untuk keperluan astronomi, tata koordinat langit digunakan untuk memetakan posisi benda langit seperti satelit, planet, bintang dan sebagainya. Titik awal acuan bisa terpusat pada apa saja, termasuk pada Bumi. Jika titik awal acuan terpusat di Bumi, maka disebut sebagai ‘tata koordinat langit geosentris’.

Kaum Bumi datar seringkali terpicu dengan istilah ‘geosentris’ yang digunakan untuk merujuk pada titik awal acuan tata koordinat langit. Mereka akan menggunakan fungsi ‘search’ untuk mencari kata ‘geocentric’ pada buku dan penjelasan ilmiah astronomi lainnya. Jika dapat menemukan istilah ‘geosentris’, mereka akan jadikan ‘bukti’ dari geosentrisme, atau bahwa Bumi adalah pusat alam semesta dan Matahari mengelilingi Bumi.

Mereka salah. Penggunaan istilah ‘geosentris’ dalam banyak kasus mengacu pada titik awal acuan tata koordinat langit. Dan sama sekali tak ada hubungannya dengan  apakah Bumi mengelilingi Matahari atau Matahari mengelilingi Bumi.

Lanjutkan membaca “Tata Koordinat Geosentris Bukanlah Bukti Geosentrisme”

Lintasan Matahari

Di utara khatulistiwa, Matahari terlihat bergerak ke kanan. Di selatan khatulistiwa, Matahari terlihat bergerak ke kiri. Pada saat Matahari terbit dan terbenam, lintasannya membentuk sudut dengan horizon yang besarnya praktis sama dengan derajat lintang dari pengamat.

Lintasan Matahari jika diamati dari berbagai lokasi yang berbeda di Bumi merupakan bukti Bumi bulat. Fakta hasil observasi ini tak mungkin dapat dijelaskan pada model Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Lintasan Matahari”

Astrolabe

Astrolabe adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur altitud dari Matahari atau bintang, dan untuk menghitung berbagai macam solusi dari masalah yang berhubungan dengan astronomi, waktu, dan navigasi. Astrolabe digunakan mulai dari zaman klasik, sekitar abad 2 SM, sampai zaman penjelajahan dimana astrolabe digantikan oleh instrumen lain yang lebih akurat seperti sextant, peta bintang dan alat penghitung waktu.

Kaum Bumi datar mengklaim astrolabe hanya dapat bekerja karena Bumi datar. Mereka salah. Astrolabe didesain menggunakan model Bumi bulat. Menggunakan astrolabe membutuhkan pengetahuan mengenai bentuk Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Astrolabe”

Kawah Bulan dan Kontur Permukaan Bulan

Setiap saat, setengah bagian dari Bulan mendapatkan cahaya Matahari, dan setengah yang lain tidak mendapatkan cahaya Matahari. Fase Bulan adalah bentuk dari bagian Bulan yang mendapatkan cahaya Matahari tersebut yang terlihat dari kita di Bumi.

Fase Bulan adalah fenomena alam yang mustahil dijelaskan pada model Bumi datar. Untuk menutupi lubang besar menganga ini, pencetus teori Bumi datar menciptakan sebuah asumsi bahwa fase Bulan tidak berasal dari cahaya Matahari. Mereka salah. Dengan melihat Bulan dengan seksama menggunakan teleskop, kita dapat melihat bagaimana cahaya menerpa kawah di Bulan. Dan hal ini hanya dapat terjadi bila Bulan mendapatkan cahaya dari Matahari.

Lanjutkan membaca “Kawah Bulan dan Kontur Permukaan Bulan”

Ilmu Falak

Featured Video Play Icon

Ibadah agama Islam tergantung pada observasi dan perhitungan yang membutuhkan pemahaman yang benar mengenai bentuk bumi yang sesungguhnya, yaitu bulat. Itu sebabnya ilmu falak dipelajari dalam Islam.

Kaum Bumi datar bersikeras perhitungan untuk keperluan ibadah agama Islam tidak dilakukan berdasarkan Bumi bulat. Hal ini dapat dibuktikan salah dengan membaca buku-buku penjelasan ilmu falak yang dapat kita peroleh di Internet.

Lanjutkan membaca “Ilmu Falak”

Bintik Matahari Dilihat Dari Lokasi yang Berbeda

Bintik Matahari (sunspots) adalah bintik-bintik berwarna gelap di permukaan Matahari. Bintik Matahari tak dapat diprediksi, namun posisi bintik-bintik di permukaan Matahari tersebut akan selalu sama jika diamati dimana pun di permukaan Bumi. Hanya saja orientasinya akan terlihat berbeda pada tempat yang berbeda. Pengamat pada lokasi yang berseberangan akan melihat posisi bintik Matahari yang terbalik. Hal ini disebabkan bentuk Bumi yang bulat. Dua pengamat yang berbeda di permukaan Bumi tidak berdiri di permukaan yang sebidang.

Sebagian penganut Bumi datar memiliki masalah spatial awareness. Mereka mengalami kesulitan membayangkan bagaimana fakta ini bisa terjadi di Bumi bulat, dan menjadikan hal tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah.

Seandainya Matahari berjarak dekat, maka pengamat pada posisi yang jauh berbeda akan melihat posisi bintik Matahari yang berbeda pula. Faktanya tidak demikian. Dua pengamat di permukaan Bumi selalu dapat melihat bintik-bintik Matahari yang praktis sama persis, walaupun posisi pengamat sangat berjauhan.

Hukum Gravitasi Universal Newton

Gravitasi adalah fenomena alam dimana objek-objek yang memiliki massa dan energi cenderung saling bergerak mendekati. Tahun 1687, Isaac Newton menjelaskan fenomena ini sebagai sebuah gaya, yang dirumuskan ke dalam ‘Hukum gravitasi universal Newton’.

Penganut Bumi datar bersikeras gravitasi tidak ada. Namun hal ini hanya bersumber dari ketidaktahuan semata. Segala hal di kehidupan sehari-hari konsisten dengan apa yang dijelaskan dalam hukum gravitasi Newton.

Lanjutkan membaca “Hukum Gravitasi Universal Newton”