Neil deGrasse Tyson dan Perumpamaan ‘Buah Pir’ yang Menjadi Masalah

Salah satu video yang paling populer dijadikan lahan ‘quote mining’ adalah pernyataan Neil deGrasse Tyson mengenai bentuk Bumi. Disebutkan bentuk Bumi adalah seperti buah pir, dan ini populer dijadikan bahan olok-olokan di kalangan penganut Bumi datar.

Seperti biasa, tentu saja ada penjelasan yang masuk akal di balik pernyataan Neil deGrasse Tyson tersebut.

Sebenarnya Neil deGrasse Tyson sudah menjelaskan maksud dari pernyataannya secara panjang lebar di video yang sama. Pada video tersebut, Neil ditanya pembawa acara mengenai bentuk Bumi. Neil berkata bahwa jarak dari pusat Bumi ke permukaan di khatulistiwa lebih jauh daripada jarak dari pusat Bumi ke kutub. Ini disebabkan rotasi Bumi, yang menyebabkan Bumi berbentuk oblate spheroid.

Tapi, di bagian selatan khatulistiwa, rata-rata jarak pusat Bumi ke permukaan lebih besar daripada di bagian utara khatulistiwa. Ini membuat Bumi gendut di selatan, tapi kurus di utara. Di sini Neil menggunakan perumpamaan ‘seperti buah pir’. Dan oknum-oknum pencetus Bumi datar pun kegirangan karena mendapatkan amunisi: pernyataan yang bisa dikutip jauh di luar konteksnya, yang dapat digunakan untuk menghasut pemirsanya.

Yang dimaksud oleh Neil sudah dijelaskan dengan sangat jelas sebelum dia mengemukakan perumpamaan ‘buah pir’ tersebut. Namun oknum-oknum Bumi datar lebih fokus terhadap perumpamaannya daripada substansinya. Sebenarnya Neil sedang menjelaskan tentang apa yang dinamakan dengan geoid.

Bumi itu bentuknya bulat dengan diameter 6371 km. Tapi ternyata jari-jari lebih besar di khatulistiwa daripada di kutub, jadi, kalau diinginkan ketelitian yang lebih tinggi, kita sebut bentuk Bumi elipsoid atau oblate spheroid. Tidak banyak perbedaannya, cuma 21 km, atau sekitar 0.3% saja dari jari-jari Bumi. Tapi ternyata tidak sesederhana itu, Bumi memiliki gunung lembah dan berisi materi yang tidak homogen. Untuk itu, ilmuwan membuat model Bumi untuk menggambarkan Bumi dengan lebih akurat. Model ini dinamakan geoid. Inilah yang dimaksud Neil pada wawancaranya. Berapakah perbedaan maksimum antara model geoid dan elipsoid? Tak lebih dari 100 meter saja, atau hanya 0.0016% dari jari-jari Bumi.

Di akhir wawancaranya, setelah menjelaskan beberapa konsep model bentuk Bumi, Neil dengan susah payah menjelaskan bahwa Bumi praktis bulat. Dengan perumpamaan khasnya, Neil menjelaskan jika ada raksasa yang besar sehingga Bumi terlihat seperti bola, maka menurut raksasa tersebut Bumi adalah bulat, dan sulit baginya untuk membayangkan bahwa Bumi tidak bulat. Perbedaan-perbedaan dari bentuk Bulat sempurna hanyalah perbedaan-perbedaan yang kecil dan tak sebanding dengan ukuran Bumi.

Sebenarnya penjelasan Neil sudah sangat jelas dan lengkap. Hanya saja, video tersebut banyak diedit oleh oknum-oknum penyebar Bumi datar, untuk menyelipkan banyak narasi yang tendensius dan menyulut emosi. Neil dan ilmuwan lainnya dikesankan ‘plin-plan’, tak memiliki pendirian, dan belum mengetahui bentuk Bumi sebenarnya. Sebagian besar video tersebut juga tidak lengkap dan hanya menyertakan bagian yang dirasa ‘perlu’ saja.

Video aslinya sebenarnya ‘biasa-biasa saja’, dan rasanya tidak mungkin seseorang bisa tersulut emosi setelah menontonnya. Jika menemukan video lain yang sudah dibumbui narasi oleh oknum tak bertanggung jawab, ada baiknya kita berusaha mencari sumber aslinya.

Foto Bumi dari Luar Angkasa

Jika dilihat dari luar angkasa, Bumi praktis berbentuk bulat. Mengapa? Karena perbedaan antara jari-jari Bumi dari dua lokasi yang berbeda maksimum hanya 0.3%. Namun pada foto resolusi tinggi, perbedaan ini dapat diukur jika diinginkan, dan hasilnya akan konsisten. Sedangkan model geoid yang ‘seperti buah pir’ tidak akan dapat dilihat dari foto Bumi dari luar angkasa, karena perbedaannya dengan bentuk bulat terlalu kecil untuk dapat diamati.

Video Asli Neil deGrasse Tyson

Inilah video asli dari Neil deGrasse-Tyson sewaktu beliau membuat pernyataan tersebut.

Referensi