Dilema Lengkungan Bumi

Kapal menghilang mulai dari bagian bawahnya adalah efek dari lengkungan Bumi, bukan observasi langsung terhadap lengkungan Bumi. Lengkungan hanya dapat kita lihat dari ketinggian yang signifikan, tidak dekat permukaan Bumi.

Kaum Bumi datar menganggap hal tersebut sebagai dilema: 1. Lengkungan tidak terlihat karena Bumi terlalu besar, tetapi 2. Kita dapat melihat kapal tertutup lengkungan Bumi. Mereka salah. Hal ini adalah dilema yang keliru. Kasus kapal menghilang mulai dari bagian bawahnya adalah efek dari lengkungan Bumi, bukan lengkungan Bumi itu sendiri.

Mengamati lengkungan Bumi artinya adalah secara langsung mengamati horizon Bumi yang melengkung. Melakukan hal tersebut lebih mudah dilakukan pada posisi yang lebih tinggi dari permukaan Bumi. Sebaliknya, kapal terlihat tertutup bagian bawahnya merupakan hasil dari pengamatan. Lengkungan Bumi adalah yang kita simpulkan dari pengamatan tersebut.

Kaum Bumi datar gemar menolak fakta bahwa kapal terlihat menghilang mulai dari bagian bawahnya terlebih dahulu sebagai bukti lengkungan Bumi. Mereka menunjukkan bahwa dalam fenomena tersebut, garis horizon terlihat lurus. Mereka salah. Kedua hal tersebut adalah observasi yang berbeda, yang membutuhkan kondisi yang berbeda pula.

Mengamati lengkungan secara langsung lebih mudah dilakukan pada ketinggian pengamat yang lebih tinggi, dan diambil dengan lensa lebar (wide-angle). Mengamati kapal yang tertutup bagian bawahnya lebih mudah jika pengamat berada dekat permukaan Bumi, dan gambar diambil dengan lensa panjang (telephoto). Tidak mungkin mengamati kedua fenomena tersebut secara bersamaan dalam gambar yang sama.