Fakta Selatan Yang Tak Sesuai Klaim Bumi Datar

Bumi datar adalah sebuah konsep yang awalnya dirancang untuk dipasarkan kepada calon-calon korban di utara khatulistiwa. Apabila dilihat dengan sekilas, klaim-klaimnya terlihat sesuai dengan fakta di Utara khatulistiwa, tetapi jika diuji di Selatan khatulistiwa, akan sangat jelas tidak sesuai fakta.

90% manusia tinggal di utara khatulistiwa. Bagi pihak-pihak yang awalnya merancang konsep Bumi datar, menciptakan ‘fakta’ sesuai target market penduduk Bumi utara itu masuk akal karena populasinya jauh lebih banyak.

Mereka hanya berharap tak ada pihak yang mau repot-repot pergi ke Selatan hanya untuk memastikan fakta-fakta yang mereka ciptakan tersebut. Satu abad yang lalu, hal tersebut mungkin benar.

Satu abad yang lalu, untuk pergi dari Eropa ke lokasi  di selatan khatulistiwa, seperti Afrika Selatan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tak sedikit. Jika saat ini penerbangan dari London ke Johannesburg membutuhkan waktu hanya sekitar 11 jam, satu abad yang lalu membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk menjalani rute yang sama.

Jika ada seseorang di Utara khatulistiwa yang satu abad lalu terjerembab menjadi korban indoktrinasi Bumi datar, hal tersebut masih bisa dianggap wajar. Kita yang hidup di jaman modern yang saling terhubung sama sekali tak memiliki alasan; terlebih lagi bagi kita yang tinggal di Selatan khatulistiwa.

Kami mengumpulkan klaim-klaim Bumi datar yang gagal menjelaskan fenomena di selatan khatulistiwa dalam kategori fakta Selatan.

Referensi