Besar Lengkungan Bumi yang Terlihat Pada Foto

Besar lengkungan horizon yang terlihat dalam sebuah foto tergantung pada:

  1. Ketinggian pengamat.
  2. Field of view dari kamera yang digunakan.
  3. Distorsi dari lensa kamera yang digunakan.

Ada kaum Bumi datar yang keliru berasumsi bahwa kita seharusnya akan melihat lengkungan Bumi yang besarnya sama dalam segala kasus. Dan saat mereka menemukan perbedaan besar lengkungan Bumi di foto yang berbeda, mereka akan simpulkan bahwa hal tersebut adalah “bukti” tindakan pengelabuan. Mereka salah.

Jika kita ingin membandingkan besar lengkungan Bumi pada foto-foto yang berbeda, maka kita perlu memperhatikan faktor-faktor yang akan mempengaruhi besar lengkungan Bumi yang terlihat:

  1. Ketinggian pengamat: Semakin tinggi pengamat, semakin besar lengkungan yang terlihat.
  2. Field of view dari kamera: Lensa dengan field of view yang lebar akan memperlihatkan lebih banyak lengkungan Bumi. Sebaliknya, field of view yang sempit pada lensa tele akan memperkecil lengkungan yang terlihat.
  3. Distorsi lensa: Ada lensa yang memiliki distorsi yang besar, seperti lensa fisheye. Lensa ini dapat melengkungkan garis yang lurus dan meluruskan garis yang melengkung. Kita dapat menghilangkan atau meminimalkan distorsi ini dengan perangkat lunak defishing, dengan melakukan post-processing, atau dengan jalan meletakkan garis horizon pada titik tengah saat gambar diambil.

Lengkungan Bumi yang terlihat pada foto akan terlihat berbeda jika ada di antara faktor-faktor di atas ada yang berbeda. Membandingkan lengkungan Bumi pada dua foto yang berbeda tanpa mengetahui bagaimana foto tersebut diambil adalah salah dan tak ada kesimpulan yang dapat diambil dari hal tersebut.

Referensi