Hamburan Rayleigh: Penyebab Langit Berwarna Biru

Salah satu kesimpulan umum yang diambil oleh penganut Bumi datar setelah melakukan hal yang mereka sebut sebagai ‘analisis’ terhadap foto dari permukaan Bulan:

“Pada foto dari permukaan Bulan, langit terlihat gelap, padahal katanya sedang siang hari. Pasti ada apa-apanya!”

Penjelasan singkat: Bumi memiliki atmosfer, sedangkan Bulan tidak.

Di Bumi, cahaya matahari dihamburkan oleh atmosfer Bumi. Cahaya Matahari terdiri dari spektrum dengan panjang gelombang berbeda-beda. Cahaya dengan panjang gelombang rendah akan dihamburkan dengan lebih kuat daripada cahaya dengan panjang gelombang tinggi. Akibatnya adalah langit berwarna biru, dan siang hari terlihat terang dari segala arah, bukan cuma dari arah datangnya sinar Matahari saja.

Sebaliknya Bulan praktis tak memiliki atmosfer, hanya ada partikel-partikel yang jaraknya saling berjauhan. Cahaya Matahari mencapai permukaan Bulan langsung tanpa dihamburkan. Akibatnya langit terlihat gelap. Bayangan benda di Bulan akan terlihat tajam, dan antara objek yang kena sinar Matahari dan yang tidak kena akan sangat kontras. Ini terjadi karena objek yang tidak kena sinar Matahari tidak mendapat cahaya Matahari yang dihamburkan dari sudut yang lain.

Situasi di Bulan sebenarnya mirip dengan di ‘luar angkasa’. Astronot yang berada di luar angkasa akan melihat langit yang gelap seperti di Bulan.

Planet lain yang memiliki atmosfer yang cukup besar juga akan menghasilkan efek hamburan. Contohnya adalah planet Venus dan Mars.

Langit di Bulan Tidak Terlihat Bintang?

Masalah ini sudah dibahas pada tulisan kami yang lain: Mengapa Bintang Tidak Terlihat Pada Banyak Foto Luar Angkasa?

Ilustrasi

Ilustrasi di bulan adalah foto lander Chang’e 3, diambil dari Yutu rover yang dibawanya. Chang’e adalah misi ke Bulan dari negara China.

Referensi