Jarak Polaris: Mengapa Polaris Tak Terlihat Bergerak

Kita yang berada di utara khatulistiwa dapat melihat bintang Polaris, yang letaknya sangat dekat dengan sumbu rotasi bintang. Karena hal tersebut, jika diamati sekilas, Polaris praktis terlihat diam di posisi yang sama sepanjang waktu.

Kaum Bumi datar mengklaim Polaris terlihat diam adalah ‘bukti’ Bumi tak bergerak. Mereka salah. Polaris terlihat diam karena jaraknya sangat jauh, dan gerakannya tak dapat kita amati secara subjektif dalam jangka waktu kehidupan manusia.

Polaris berjarak 433,8 tahun cahaya dari kita. Ini adalah jarak yang sangat jauh dibandingkan dengan diameter orbit Bumi, atau kecepatan Matahari mengorbit inti galaksi. Untuk mengilustrasikan, mari kita gunakan skala yang sesungguhnya pada objek yang terdapat di kehidupan sehari-hari.

Jarak dari pusat kota Jakarta ke Gunung Pangrango adalah 67 km. Jika kita anggap jarak Polaris sama dengan jarak tersebut, maka diameter orbit Bumi hanyalah seperlima dari diameter koin seribu Rupiah. Dan jarak tempuh Matahari selama satu abad tak lebih jauh dari panjang sebuah lapangan bulutangkis.

Jadi mengapa Polaris tak terlihat bergerak jika Bumi dan Matahari bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi? Karena Polaris berjarak lebih jauh lagi. Polaris tak terlihat bergerak dengan alasan yang sama gunung di kejauhan tak terlihat bergerak apabila kita bergeser sejauh satu sentimeter saja.

Kalkulasi

  • Diameter orbit Bumi = 2 AU = 2.992e+8 km
  • Kecepatan Bumi mengelilingi pusat galaksi = 230 km/s
  • Jarak tempuh Matahari selama satu abad = 230 km/s × 1 century = 7.25809297 × 1011 km = 4.50996988 × 1011 miles
  • Jarak dari Jakarta (tugu Monas) ke puncak Gunung Pangrango: sekitar  67 km.
  • Jika Polaris berjarak sama dengan Jakarta-Gunung Pangrango, maka diameter orbit Bumi adalah 0.49 cm
  • Jika Polaris berjarak sama dengan Jakarta-Gunung Pangrango, maka jarak tempuh Matahari selama satu abad adalah

Referensi

Credit

Gambar Gunung Pangrango oleh Øystein Lund Andersen.