Foto dari Balon Udara Little Piggy Membuktikan Bumi Bulat

Little Piggy adalah nama balon udara buatan IndianaCaver. Little Piggy mencapai ketinggian hampir 37 km, sebelum akhirnya meledak dan jatuh ke Bumi. Sebelum jatuh, Little Piggy merekam video yang diupload IndianaCaver ke channel YouTube-nya. Dari beberapa video ini, para penganut Bumi datar mencomot beberapa gambar dan menyimpulkan bahwa Bumi datar. Gambar ini kemudian menjadi viral, bahkan sampai saat ini.

Betulkah?

Lanjutkan membaca “Foto dari Balon Udara Little Piggy Membuktikan Bumi Bulat”

Bukti Lengkungan Bumi: Gedung Turning Torso, Malmö, Swedia

‘Turning Torso’ adalah gedung setinggi 190m di kota Malmö, Swedia. Letaknya di sisi perairan (Selat Øresund). Di sisi lain selat ini terdapat kota Copenhagen, Denmark, yang hanya dipisahkan sekitar 15 km. Desain ‘Turning Torso’ sangat unik sehingga mudah diamati dari jarak jauh. Selain itu lantai di gedung ini dipisah menjadi 9 segmen sehingga ketinggian mudah diamati dari jarak yang sangat jauh sekalipun. Fakta-fakta ini menjadikan gedung ini menarik untuk jadi objek “penelitian” lengkungan bumi.

Lanjutkan membaca “Bukti Lengkungan Bumi: Gedung Turning Torso, Malmö, Swedia”

Dip of the Horizon / Penurunan Horizon

Ada dua jenis horizon:

  • Astronomical horizon. Yaitu horizon pada ‘eye-level’.
  • True horizon. Yaitu garis yang membatasi Bumi dan langit. Lebih dikenal dengan nama ‘horizon’ saja.

Karena Bumi bulat, true horizon berada di bawah astronomical horizon, dan semakin tinggi posisi pengamat, semakin besar sudut yang dibentuk kedua horizon tersebut.

Penganut Bumi datar mengklaim tak ada penurunan horizon. Mereka salah. Penurunan horizon adalah fakta yang tak sulit diamati.

Lanjutkan membaca “Dip of the Horizon / Penurunan Horizon”

Matahari Terbenam dan Burj Khalifa

Burj Khalifa adalah gedung pencakar langit tertinggi di dunia dengan ketinggian sekitar 830 m. Jika kamu mengamati matahari terbenam di dasar bangunan, kamu bisa lari, naik lift ke lantai teratas dan mengamati matahari terbenam untuk kedua kalinya.

Karena fenomena ini, maka di Burj Khalifa terdapat 3 waktu berbuka puasa. Semakin tinggi posisi kamu, maka semakin lama kamu harus menunggu berbuka puasa.

Hal ini terjadi karena Bumi berbentuk bulat. Jika kamu berada di tempat yang lebih tinggi, maka kamu akan dapat melihat matahari lebih lama daripada teman kamu yang berada di posisi rendah.

Referensi