Cara Kerja Mesin Roket Dalam Ruang Hampa

Jika kita berjalan dengan menapakkan kaki, burung terbang dengan mendorong udara menggunakan sayap dan ikan berenang dengan mendorong air menggunakan sirip; lalu bagaimana roket di ruang hampa dapat bergerak?

Roket dapat bergerak di luar angkasa dengan memanfaatkan fenomena alam yang dijelaskan oleh hukum aksi-reaksi dan hukum kekekalan momentum.

Lanjutkan membaca “Cara Kerja Mesin Roket Dalam Ruang Hampa”

Gravitasi: Gaya vs Lengkungan Ruang Waktu

Beberapa kali penulis membuat tulisan yang menyebut “gaya gravitasi”, dan tak jarang mendapat tanggapan bahwa “gravitasi bukan gaya”. Kebanyakan tanggapan adalah red herring yang sebenarnya tak ada relevansinya dengan topik yang dibahas, dan hanya bertujuan mencari kejanggalan dari pernyataan saya sekecil apapun itu. Namun ada pula pertanyaan tentang ini yang jujur.

Tulisan ini dibuat untuk menjelaskan masalah tersebut, supaya penulis tidak perlu berulang kali memberi penjelasan.

Lanjutkan membaca “Gravitasi: Gaya vs Lengkungan Ruang Waktu”

Mengapa Benda Dapat Mengorbit

Jika gravitasi adalah gaya tarik menarik antara dua benda, lalu mengapa satelit bisa tetap di atas, dan tidak jatuh ke Bumi?

Jawabannya adalah karena satelit mengorbit.

Lanjutkan membaca “Mengapa Benda Dapat Mengorbit”

Balon Udara dan Gaya Gravitasi

Balon udara dapat terbang karena memiliki gaya apung (buoyancy) yang memiliki arah ke atas. Jika gaya apung lebih besar daripada gaya gravitasi (berat), maka balon akan bergerak naik.

Penganut Bumi datar banyak yang tidak mengerti hal ini. Bagi mereka, fakta bahwa balon bisa terbang adalah ‘bukti’ bahwa gravitasi tidak ada, dan benda bisa naik atau turun karena berat jenis. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Balon Udara dan Gaya Gravitasi”

Kecepatan Diukur Dari Kerangka Acuan Tertentu, Termasuk Kecepatan Bumi dan Benda Langit Lainnya

Salah satu miskonsepsi yang paling sering ditemui di komunitas Bumi datar adalah miskonsepsi mengenai kecepatan. Kesalahan umum adalah kecepatan dianggap sebagai satuan yang absolut, padahal kecepatan diukur dari sebuah kerangka acuan (frame of reference) yang digunakan. Contoh:

“Jika Bumi mengelilingi Matahari dengan kecepatan 30 km/detik, dan kecepatan Apollo hanya 11 km/detik, bagaimana mungkin astronot Apollo dapat kembali ke Bumi?”

Kita yang berada di permukaan Bumi umumnya menggunakan  kerangka acuan permukaan Bumi, namun bukan berarti semua kecepatan menggunakan kerangka acuan ini.

Lanjutkan membaca “Kecepatan Diukur Dari Kerangka Acuan Tertentu, Termasuk Kecepatan Bumi dan Benda Langit Lainnya”