Ukuran Matahari Yang Terlihat Oleh Kita

Ukuran Matahari yang terlihat oleh kita praktis konstan sepanjang hari. Hal ini hanya dapat terjadi apabila Matahari berjarak yang praktis konstan sepanjang hari.

Pada model Bumi datar, Matahari jaraknya dekat dengan permukaan Bumi, yaitu sekitar 5000 km. Mereka katakan Matahari bergerak melingkar sekali dalam satu hari. Fakta ini seharusnya akan menyebabkan ukuran Matahari yang kita lihat untuk berubah pada waktu yang berbeda-beda dalam satu hari. Tetapi hal tersebut tidak terjadi. Ukuran Matahari yang terlihat konstan sepanjang hari adalah bukti bahwa model Bumi datar itu salah, dan Matahari jaraknya sangat jauh.

Lanjutkan membaca “Ukuran Matahari Yang Terlihat Oleh Kita”

Bintang-Bintang Circumpolar dan Non-Circumpolar

Bintang circumpolar adalah bintang-bintang yang selalu berada di atas horizon pada posisi lintang tertentu dari pengamat. Karena itu, bintang-bintang circumpolar selalu berada di langit setiap saat, dan akan terlihat bahkan di siang hari jika tidak terkalahkan oleh sinar Matahari.

Penganut Bumi datar mengklaim bintang-bintang selalu terlihat di langit sebagai bukti Bumi tak bergerak. Mereka salah. Yang mereka maksud hanyalah bintang-bintang circumpolar. Tetapi tak semua bintang itu circumpolar. Bintang non-circumpolar tidak selalu berada di langit setiap saat, dan sebagian hanya terlihat di malam hari pada bulan-bulan tertentu saja.

Lanjutkan membaca “Bintang-Bintang Circumpolar dan Non-Circumpolar”

Fase Bulan dan Sisi Bulan

Pada dunia nyata, Bulan berbentuk bulat, tak memiliki cahaya sendiri, dan disinari cahaya Matahari. Bulan mengalami ‘tidal locking’, sehingga sisi yang menghadap Bumi tetap sama. Fase bulan terjadi karena perubahan posisi Matahari-Bumi-Bulan terhadap satu sama lainnya.

Model Bumi datar tak dapat menjelaskan banyak fenomena alam yang berhubungan dengan Bulan. Kaum Bumi datar berniat mempertahankan keyakinan Bumi datar bagaimana pun caranya, termasuk dengan menciptakan berbagai macam ‘teori’ mengenai fenomena Bulan.

Pengamatan sederhana bahwa sisi Bulan yang terlihat dari Bumi selalu sama dan fase Bulan berubah-ubah menyingkirkan sebagian besar ‘teori’ tersebut. Beberapa ‘teori’ tersebut di antaranya adalah: Bulan memiliki cahaya sendiri, Bulan setengah bulat, dan Bulan transparan.

Lanjutkan membaca “Fase Bulan dan Sisi Bulan”

Daerah Siang dan Malam Pada Bumi Datar

Featured Video Play Icon

Pada setiap saat, bagian Bumi yang mengalami siang hari sama luasnya dengan daerah yang mengalami malam hari. Alasannya adalah Matahari jaraknya sangat jauh, dan akan menyinari setengah bagian Bumi, dan setengahnya lagi tak mendapat sinar Matahari.

Apabila kita gambarkan daerah-daerah di Bumi yang mendapatkan sinar Matahari pada sebuah peta dengan proyeksi azimuthal-equidistant yang terpusat pada kutub utara, Matahari akan menyinari daerah berbentuk mirip elips pada musim panas utara, dan bentuk seperti ‘lampu Batman’ pada musim dingin. Pada ekuinoks, Matahari akan terlihat menyinari daerah berbentuk setengah lingkaran.

Lanjutkan membaca “Daerah Siang dan Malam Pada Bumi Datar”

Fase dari Bulan dan Bola

Fase bulan tergantung dari posisi Bulan relatif terhadap Bumi dan Matahari. Perubahan fase bulan terjadi karena Bulan berbentuk bulat, mendapat sinar Matahari, dan Matahari jaraknya sangat jauh. Dan dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa Bumi juga berbentuk bulat.

Fase Bulan sesuai hasil pengamatan tak pernah dapat dijelaskan pada model Bumi datar mana pun. Penganut Bumi datar harus menciptakan berbagai macam penjelasan agar fenomena fase Bulan dapat dijelaskan menggunakan model Bumi datar. Tak ada penjelasan yang mampu untuk menjelaskan bagaimana sebuah bola dapat memiliki fase sama dengan Bulan jika dilihat dari arah yang sama sebagaimana kita melihat Bulan.

Lanjutkan membaca “Fase dari Bulan dan Bola”

Polaris Tidak Tepat Berada di Sumbu Utara Bintang

Polaris adalah bintang terang yang berada dekat dengan sumbu rotasi bintang di Utara. Saat ini Polaris hanya terpisah 0.74° dari sumbu utara, dan satu-satunya bintang terang yang mudah dilihat dengan mata kita tanpa alat bantu di sekitar sumbu rotasi utara. Karena itu, Polaris populer sebagai alat navigasi di Bumi bagian utara.

Beberapa kaum Bumi datar berpendapat bahwa Polaris tak bergerak, dan merupakan ‘bintang yang spesial’ karena bintang-bintang lain bergerak mengelilingi Polaris. Mereka juga menjadikan Polaris ‘tak bergerak’ sebagai ‘bukti’ Bumi tak bergerak. Mereka salah. Polaris itu hanya bintang biasa sebagaimana bintang-bintang yang lain.

Lanjutkan membaca “Polaris Tidak Tepat Berada di Sumbu Utara Bintang”

Gerak Harian Bintang – Kemungkinan Adalah Bukti Pertama Bumi Bulat

Featured Video Play Icon

Gerak harian bintang (diurnal motion) adalah gerak bintang mengelilingi kedua sumbu rotasi Bumi akibat gerak rotasi Bumi. Bintang terlihat bergerak dengan cara yang hanya dapat dijelaskan jika Bumi bulat.

Semua variasi dari gerak harian bintang yang diamati pada berbagai lokasi yang berbeda di permukaan Bumi tak akan akan pernah dapat dijelaskan jika Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Gerak Harian Bintang – Kemungkinan Adalah Bukti Pertama Bumi Bulat”

Mengamati Satelit

Satelit tak sulit untuk diamati. Satelit dapat diamati dengan syarat-syarat ini:

  1. Semakin besar dan/atau semakin dekat, semakin mudah diamati.
  2. Semakin gelap langit, semakin mudah diamati.
  3. Hanya dapat diamati apabila terkena sinar Matahari.

Karena itu, satelit umumnya terlihat beberapa jam setelah Matahari terbenam dan beberapa jam sebelum Matahari terbit.

Kaum Bumi datar mengklaim satelit tak dapat dilihat, dan menjadikannya sebagai bukti satelit tidak ada. Mereka salah. Satelit dapat dilihat apabila kondisinya tepat.

Lanjutkan membaca “Mengamati Satelit”

Bayangan Gunung di Awan: Bukti Bumi Bulat

Sebelum Matahari terbit atau setelah Matahari terbenam, Matahari terletak di bawah horizon, namun cahaya Matahari sudah mulai terlihat di langit. Awan di langit akan terlihat terkena cahaya Matahari.

Jika ada gunung di antara Matahari dan awan, bisa terjadi fenomena bayangan gunung di awan. Model Bumi datar mengasumsikan Matahari selalu berada ‘di atas’, sehingga fenomena alam ini tak mungkin dapat terjadi pada Bumi datar.

Fenomena bayangan gunung di awan tersebut hanya dapat dijelaskan bila Bumi berbentuk bulat.

Lanjutkan membaca “Bayangan Gunung di Awan: Bukti Bumi Bulat”

Solstis Desember: Saat Matahari Menerangi Daerah Yang Mustahil Pada Peta Bumi Datar

Pada tanggal 21-22 Desember, terjadi solstis Desember, yaitu saat Matahari berada pada titik paling selatan. Saat ini di bagian utara Bumi terjadi musim dingin, dan di selatan Bumi terjadi musim panas.

Jika diplot pada yang diklaim sebagai ‘peta Bumi datar’, maka sinar Matahari akan menyinari daerah yang mustahil, yang mirip seperti ‘lampu Batman’. Hal ini membuktikan peta Bumi datar tidak menggambarkan bentuk Bumi yang sebenarnya.

Lanjutkan membaca “Solstis Desember: Saat Matahari Menerangi Daerah Yang Mustahil Pada Peta Bumi Datar”

Menambah Zoom Kamera Tak Akan Memperlihatkan Lebih Banyak Bagian dari Objek di Kejauhan

Melakukan zoom mengunakan kamera hanyalah memperbesar bagian tengah dari gambar. Mengubah zoom tak akan mengubah posisi objek relatif terhadap objek lain atau kamera; dan tak akan memperlihatkan lebih banyak bagian dari objek di kejauhan.

Penganut Bumi datar sering mengklaim melakukan zoom akan memperlihatkan bagian objek di kejauhan yang ‘disinyalir’ tertutup lengkungan. Mereka salah. Jika objek tersebut berada di balik lengkungan Bumi, maka di-zoom sejauh apapun tak akan dapat kembali memperlihatkan objek tersebut.

Lanjutkan membaca “Menambah Zoom Kamera Tak Akan Memperlihatkan Lebih Banyak Bagian dari Objek di Kejauhan”

Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain

Jupiter memiliki empat satelit yang dapat dilihat dengan mudah: Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Keempat objek ini dinamakan Satelit Galileo, dan merupakan objek-objek pertama yang diketahui mengorbit planet.

Kaum Bumi datar selalu menuntut demonstrasi bahwa sebuah objek bisa mengorbit objek yang lain. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menggunakan teleskop untuk mengamati Jupiter dan keempat satelitnya.

Lanjutkan membaca “Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain”

Fakta Selatan Yang Tak Sesuai Klaim Bumi Datar

Bumi datar adalah sebuah konsep yang awalnya dirancang untuk dipasarkan kepada calon-calon korban di utara khatulistiwa. Apabila dilihat dengan sekilas, klaim-klaimnya terlihat sesuai dengan fakta di Utara khatulistiwa, tetapi jika diuji di Selatan khatulistiwa, akan sangat jelas tidak sesuai fakta.

90% manusia tinggal di utara khatulistiwa. Bagi pihak-pihak yang awalnya merancang konsep Bumi datar, menciptakan ‘fakta’ sesuai target market penduduk Bumi utara itu masuk akal karena populasinya jauh lebih banyak.

Lanjutkan membaca “Fakta Selatan Yang Tak Sesuai Klaim Bumi Datar”

Kota Punta Arenas, Dunedin dan Murmansk Saat Solstis Desember

Solstis Desember adalah kejadian saat Matahari mencapai titik paling Selatan, terjadi pada sekitar tanggal 21 Desember. Saat ini, bagian Utara Bumi mengalami puncak musim dingin, dan bagian Selatan Bumi mengalami puncak musim panas.

Pada kebanyakan mazhab Bumi datar, Matahari digambarkan memiliki cahaya yang bersifat lokal, seperti lampu sorot, atau lampu senter. Fenomena solstis Desember tak dapat dijelaskan pada model Bumi datar ini.

Lanjutkan membaca “Kota Punta Arenas, Dunedin dan Murmansk Saat Solstis Desember”

Iridium Flare

Iridium adalah konstelasi satelit berjumlah 66 satelit yang berfungsi untuk komunikasi telepon satelit. Satelit Iridium generasi pertama memiliki tiga buah antena berukuran besar yang mengkilap seperti cermin. Karena sangat mengkilap, satelit Iridium akan memantulkan cahaya Matahari ke permukaan Bumi pada saat tertentu di lokasi tertentu. Hasilnya akan terlihat sangat terang dari permukaan Bumi selama beberapa detik. Fenomena ini dinamakan Iridium flare.

Sebagian besar penganut Bumi datar tak mengakui keberadaan satelit. Mereka salah. Iridium flare adalah kesempatan yang mudah dilakukan untuk membuktikan keberadaan satelit, paling tidak sampai akhir 2018, dimana satelit Iridium generasi pertama akan digantikan dengan satelit baru yang tidak mengkilap.

Lanjutkan membaca “Iridium Flare”

Waterpas Memperlihatkan Adanya Penurunan Horizon dan Membuktikan Lengkungan Bumi

Karena Bumi bulat, maka horizon tak sejajar dengan pandangan lurus ke depan (eye-level atau astronomical horizon). Horizon akan terlihat menurun. Dan semakin tinggi posisi pengamat, semakin besar sudut penurunannya. Fenomena ini disebut horizon dip, dip of the horizon, atau penurunan horizon.

Penganut Bumi datar sering mengklaim tak ada penurunan horizon, dan karena itu menurut mereka Bumi datar. Selain itu mereka kerap kali memberikan contoh fenomena air di waterpas membuktikan Bumi datar. Ternyata sebaliknya, waterpas memperlihatkan adanya penurunan horizon, dan dengan demikian membuktikan adanya kelengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Waterpas Memperlihatkan Adanya Penurunan Horizon dan Membuktikan Lengkungan Bumi”

Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total

Saat terjadi gerhana Matahari, posisi Bulan tepat berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga yang terlihat dari Bumi adalah bagian Bulan yang gelap. Karena itu mata kita tak dapat melihat Bulan. Namun bagian Bulan yang gelap tersebut sebenarnya tetap menerima cahaya dari Bumi yang mengalami siang hari. Fenomena ini dinamakan Earthshine.

Beberapa penganut Bumi datar berpendapat bahwa gerhana Matahari tidak disebabkan oleh tertutupnya Matahari oleh Bulan, tetapi karena Matahari tertutup oleh sebuah ‘benda selestial’ yang misterius. Alasannya adalah model gerhana seperti ini tidak kompatibel dengan keyakinan mereka mengenai pergerakan Matahari dan Bulan.

Earthshine membuktikan bahwa mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total”

Arah Matahari Terbit dan Terbenam

Pada kehidupan sehari-hari, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Matahari terbit di Timur dan tenggelam di Barat. Hal tersebut tak terbantahkan dan telah diverifikasi melalui pengamatan selama berabad-abad.

Tetapi model Bumi datar tak mampu mengakomodasi fakta sederhana tersebut. Dan dengan demikian, tidaklah sulit untuk menyimpulkan bahwa model Bumi datar tak mewakili fakta sesungguhnya.

Mari kita anggap kita sedang berada di Makassar. Saat kita sedang mengamati Matahari terbenam, kita tahu bahwa di belahan dunia yang lain, ada lokasi yang sedang mengalami tengah hari, dan Matahari berada di atas.

Lokasi tersebut adalah Uganda, Afrika. Dengan menggunakan yang mereka klaim sebagai ‘peta Bumi datar’, kita juga tahu Uganda arahnya adalah Barat Laut dari Makassar. Hal ini bertentangan dengan fakta observasi bahwa Matahari terbenam di Barat.

Sama halnya dengan kasus Matahari terbit. Saat Matahari terbit, lokasi yang sedang mengalami tengah hari adalah Kiribati di Lautan Pasifik. Dengan menggunakan yang diklaim sebagai ‘peta Bumi datar’, posisi Kiribati adalah di Timur Laut dari Makassar. Hal ini tidak sesuai kenyataan bahwa Matahari terbit dari Timur, bukan dari Timur Laut.

Tidaklah sulit untuk membuktikan bahwa model Bumi datar tidaklah sesuai dengan fakta-fakta sederhana yang dapat kita ketahui dari observasi sehari-hari.

Referensi

Percobaan Eratosthenes: Pembuktian Bumi Bulat

Tahun 205 sebelum Masehi, ahli astronomi Eratosthenes berhasil menghitung diameter bumi dengan cara mengukur panjang bayangan matahari dari sebuah tiang di kota Alexandria. Pengukuran dilakukan saat matahari bisa menerangi sumur yang ada di kota Syene.

2222 tahun setelah percobaan Eratosthenes, penganut flat earth menyanggah percobaan Eratosthenes. Katanya percobaan ini bisa pula diaplikasikan dengan asumsi bumi datar.

Lanjutkan membaca “Percobaan Eratosthenes: Pembuktian Bumi Bulat”

Panjang Waktu Siang dan Malam Pada Model Bumi Datar

Mayoritas model Bumi datar yang dikemukakan penganut Bumi datar menempatkan lautan Arktik pada tengah-tengah, dan benua Antartika pada pinggiran. Matahari digambarkan mengitari dunia mengikuti garis lingkar, dan cahaya matahari bersifat lokal seperti lampu senter.

Masalah: jika demikian, maka waktu siang dan waktu malam tidak bisa sama seperti hasil pengamatan di dunia nyata.

Lanjutkan membaca “Panjang Waktu Siang dan Malam Pada Model Bumi Datar”