Analogi Di Dalam vs Di Luar Kendaraan Yang Bergerak

“Jika Bumi berotasi, mengapa jika kita melempar batu lurus ke atas, batu akan jatuh ke tempat semula?” Itu adalah pertanyaan mendasar mengenai mekanika. Jawabannya adalah batu mempertahankan inersia. Sebelum batu dilempar, batu memiliki kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi.

Untuk menjelaskan hal ini, umumnya kita menggunakan analogi kendaraan bergerak. Batu yang dilempar ke atas di kendaraan yang bergerak juga akan jatuh ke tempat yang sama.

Kaum Bumi datar menolak analogi ini. Mereka berdalih atmosfer Bumi itu “di luar” Bumi. Sedangkan batu dilempar di dalam kendaraan. Menurut mereka, analogi yang tepat adalah batu yang dilemparkan di atas kendaraan yang bergerak. Mereka salah.

Bumi memiliki atmosfer yang praktis bergerak dengan kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi. Atmosfer tidak bergerak sempurna sama dengan permukaan Bumi. Perbedaan gerakan antara atmosfer Bumi dan permukaan Bumi kita rasakan sebagai fenomena angin.

Permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan linear 1656 km/jam di khatulistiwa. Jika atmosfer tidak bergerak, maka kita akan merasakan angin dengan kecepatan 1656 km/jam. Kita tidak merasakan angin sekencang itu, karena itu kita tahu atmosfer Bumi praktis tak bergerak terhadap permukaan Bumi.

Di atas kendaraan yang bergerak 60 km/jam, kita yang berada di atas kendaraan akan merasakan angin dengan kecepatan yang sama ke arah sebaliknya. Jika kita melempar batu di atas, angin akan memberikan gaya mekanik ke batu dan menyebabkannya bergerak ke belakang dan tidak jatuh di tempat yang sama. Hal ini sama saja dengan sebuah kipas angin dapat memberikan gaya mekanik kepada kertas dan membuatnya bergerak.

Ini adalah salah satu dari sekian banyak “eksperimen” yang dilakukan oleh oknum-oknum Bumi datar dimana mereka gagal untuk melakukan kontrol terhadap variabel yang tak ada hubungannya dengan eksperimen. Dan bukan hanya gagal, tetapi dengan sengaja diikutsertakan dalam eksperimen!

Analogi “di atas kendaraan bergerak” yang disampaikan oknum-oknum Bumi datar tidaklah tepat, dan tak dapat digunakan untuk menganalogikan kejadian melempar batu ke atas dari permukaan Bumi.

Referensi