Arah Kiblat pada Lokasi yang Jauh di Bumi Bagian Selatan

Arah kiblat ditentukan dengan mencari jarak terdekat ke Mekah menggunakan metoda great circle. Hal tersebut dilakukan karena Bumi berbentuk bulat. Jika Bumi berbentuk datar, maka arah kiblat bisa dengan mudah ditentukan hanya dengan menarik garis lurus ke Kakbah.

Oknum-oknum pencetus Bumi datar sering mendompleng agama untuk menyebarkan paham Bumi datar. Salah satu caranya adalah dengan mengedepankan contoh lokasi di Bumi bagian utara yang dekat dengan garis meridian yang memotong Kota Mekah. Misalnya di Kanada dan Amerika Serikat. Lokasi tersebut sengaja dipilih karena distorsinya minimal dan seakan-akan arah kiblat konsisten dijelaskan pada Bumi datar.

Mereka sengaja tak menyinggung arah kiblat pada lokasi lain, terutama di Bumi bagian selatan yang jauh dari Kota Mekah. Pada lokasi-lokasi ini, arah kiblat kiblat hasil perhitungan Bumi datar akan melenceng sangat jauh daripada arah kiblat yang benar.

Dalam menyebarkan paham Bumi datar, oknum-oknum Bumi datar biasanya akan membandingkan arah kiblat versi resmi dengan arah pada peta Bumi datar dan peta Mercator (yang mereka sebut “peta Bumi bulat”). Pada kasus khusus ini, distorsi pada peta azimuthal equidistant (yang mereka sebut “peta Bumi datar”) akan minimal, dan arah dari lokasi di Amerika utara ke Mekah akan mendekati garis lurus. Sementara itu, distorsi pada peta Mercator (yang disebut “peta Bumi bulat”) akan maksimal.

Bagi yang tak paham sifat-sifat distorsi peta, sekilas akan terlihat arah kiblat lebih akurat pada “peta Bumi datar”. Pada peta Mercator (yang disebut sebagai “peta Bumi bulat”) dan semua jenis peta lainnya, garis lurus belum tentu menggambarkan jarak terdekat, dan dengan demikian tak dapat dijadikan pedoman untuk menentukan arah kiblat.

Faktanya, hanya model Bumi bulat yang dapat menjelaskan arah kiblat secara konsisten pada seluruh lokasi di permukaan Bumi.

Referensi