Jadi, Mana Lengkungannya?

Mata manusia hanya dapat mengenali lengkungan Bumi secara visual jika berada pada ketinggian yang cukup dari permukaan Bumi, yang masih di luar jangkauan kebanyakan manusia saat ini. Pesawat jet komersil adalah posisi tertinggi yang dapat dicapai secara realitis oleh kebanyakan manusia saat ini. Pada ketinggian tersebut kita hanya dapat mengenali sangat sedikit lengkungan, baru terlihat jika kita perhatikan baik-baik, dan itupun pada kondisi yang sangat ideal.

Dasar dari kepercayaan Bumi datar adalah bahwa horizon terlihat datar. Mereka akan mengatakan bila kita tak dapat melihat lengkungan, maka tidak ada lengkungan, dan karena itu Bumi datar. Mereka salah.  Sebagian besar dari kita tak dapat bepergian cukup tinggi untuk dapat melihat lengkungan secara subjektif.

Mata kita memiliki field of view (atau cone of visual attention) sekitar 55°. Dengan informasi tersebut, kita dapat membuat simulai bagaimana lengkungan Bumi terlihat oleh mata manusia seperti yang diilustrasikan.

Kamera dapat memiliki field of view yang berbeda, dan karena itu lengkungan Bumi dapat terlihat berbeda daripada bagaimana yang terlihat oleh mata kita. Field of view lebih lebar (focal length lebih kecil daripada 43mm) menghasilkan lengkungan lebih banyak. Sebaliknya, field of view lebih sempit (focal length lebih besar daripada 43mm) menghasilkan lebih sedikit lengkungan. Kita perlu memperhatikan hal ini jika ingin menilai besarnya lengkungan horizon Bumi pada foto-foto dari pihak ketiga.

Referensi