Jadi, Mana Lengkungannya?

(English version of this article)

“Jadi, mana lengkungannya?” Itu adalah pertanyaan klasik dari para penganut Bumi datar. Kelengkungan harus bisa dilihat secara subjektif, “Jika tidak maka tidak ada kelengkungan, titik!” Menggunakan alat-alat dan instrumen canggih bisa saja dianggap curang. Yang penting harus bisa dilihat dengan mata kepala sendiri, kalau tidak, maka tidak ada kelengkungan.

Oleh karena itu mari kita coba lakukan simulasi. Simulasi dilakukan dengan menggunakan simulator kelengkungan buatan Walter Bislins. Supaya sama dengan mata kita, maka kita gunakan field of view 60°.

Kesalahan yang sering terjadi adalah kita sering menganggap gambar yang keluar dari kamera adalah sama dengan field of view mata kita, padahal bisa sangat jauh berbeda. Lensa ultra wide angle dengan field of view 110° akan dapat memperlihatkan jauh lebih banyak lengkungan daripada mata kita pada ketinggian yang sama. Kita gunakan field of view yang kurang lebih sama dengan rata-rata mata manusia, yaitu 60°.

Setelah kita samakan field of view, mari kita ubah-ubah ketinggian. Semakin tinggi, maka semakin terlihat ada kelengkungan. Tapi mulai ketinggian berapa mulai terlihat kelengkungan? Nah ini faktor subjektif yang bisa berbeda untuk orang yang berbeda. Untuk saya pribadi, kelengkungan mungkin baru bisa terlihat mulai dari 22 km.

Ini bukan berita bagus bagi yang mau menyaksikan kelengkungan dengan mata kepala sendiri. Nyaris tidak mungkin melihat kelengkungan bumi melalui aktivitas “normal”. Jika memang mau melihat kelengkungan, harga yang harus dikeluarkan untuk itu sangat mahal.

Sebenarnya bisa saja kita hitung secara kualitatif dan mem-bypass penilaian dari diri kita yang sangat subjektif. Misalnya dapat saja kita hitung berapa jarak yang turun dari titik teratas permukaan yang terlihat (variabel p pada simulator kelengkungan). Tetapi sekali lagi, karena yang diminta kaum Bumi datar adalah persepsi pribadi secara subjektif, maka untuk kali ini kita penuhi permintaan mereka.

Gambar ilustrasi adalah 9 simulasi kelengkungan, untuk ketinggian yang berbeda-beda.

Kamu dapat mencoba sendiri menggunakan simulator kelengkungan buatan Walter Bislins. Kamu bisa coba hal-hal berikut ini:

  • Mengamati perubahan kelengkungan untuk ketinggian yang berbeda.
  • Mengamati perubahan kelengkungan untuk field of view yang berbeda.
  • Mengganti model globe menjadi flat.
  • Menampilkan eye-level.

Selamat mencoba!

Taut Lain

Respon Untuk Respon

Tulisan ini direspon melalui meme, dan ini tanggapan dari saya.