Mengamati Lengkungan Bumi Saat Dalam Penerbangan

Lengkungan Bumi sulit diamati dari permukaan Bumi. Bahkan pada ketinggian jelajah pesawat jet komersil, sekitar 9-12 km, lengkungan Bumi masih terlalu kecil untuk dapat terlihat dengan sekilas. Tetapi dengan melakukan observasi yang teliti, tidaklah sulit untuk mengamati lengkungan Bumi saat dalam penerbangan.

Untuk mengamati lengkungan Bumi dari pesawat akan lebih mudah dilakukan dengan cara mengambil foto menggunakan kamera, lalu kita lakukan analisis digital terhadap foto hasilnya. Gunakanlah kamera DSLR/mirrorless dengan lensa ultra-wide angle rectilinear, seperti 16 mm pada kamera full frame, atau 10 mm pada kamera APS-C. Semakin lebar field-of-view dari lensa yang digunakan, semakin besar lengkungan yang akan terlihat. Mata kita memiliki field-of-view sekitar 55°-65°. Sedangkan lensa ultra-wide memiliki field-of-view sampai lebih dari 100°.

Tantangan terbesar adalah bahwa pada ketinggian jelajah pesawat, garis horizon umumnya buram dan tidak terlihat jelas batas antara Bumi dan langit. Untuk mengatasinya ada tiga hal yang dapat dilakukan:

  1. Menambahkan kontras pada gambar hasilnya. Hal ini bisa mudah atau sulit tergantung dari gambar yang dihasilkan.
  2. Menggunakan kamera infra-merah yang dapat menembus kabut di horizon dan memperlihatkan garis horizon yang lebih tajam dan kontras.
  3. Mencari waktu yang tepat saat garis horizon terlihat jelas. Misalnya setelah matahari terbenam atau sebelum terbit.

Lensa memiliki distorsi walaupun lensanya rectilinear. Untuk meminimalkan distorsi yang diakibatkan perangkat foto, letakkan horizon pada tengah-tengah gambar. Ada pula kamera yang dapat melakukan koreksi distorsi secara digital, atau saat olah digital pada komputer jika gambar diambil menggunakan format RAW. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengurangi distorsi.

Ada kaum Bumi datar yang menciptakan “penjelasan” bahwa kaca di pesawat sengaja dibuat agar pemandangan terlihat cembung. Hal ini dapat diverifikasi saat pesawat masih berada di darat, dengan cara mengamati apakah objek lurus di luar pesawat terlihat lurus dari dalam pesawat.

Saat melakukan pengamatan, kita juga dapat mengamati penurunan horizon (dip of the horizon) dengan menggunakan aplikasi seperti Dioptra (Android), atau Theodolite (iOS). Hal ini bisa juga dilakukan dengan menggunakan botol/gelas minuman yang dibagikan oleh awak pesawat.

Untuk memperjelas lengkungan, saat olah digital, kita bisa perbesar gambar hasilnya secara vertikal.

Referensi