Lintasan Roket Yang Melengkung

Ketika roket diluncurkan, lintasannya tidak tegak lurus, namun melengkung. Mengapa demikian? Bukankah tegak lurus ke atas adalah cara paling cepat untuk mencapai ruang angkasa?

Lintasan roket melengkung tujuan utamanya adalah untuk menghemat energi.

Setelah mencapai ruang angkasa, gerak paling efisien yang memungkinkan adalah dengan mengorbit. Dengan mengorbit, sebuah benda akan bertahan untuk jangka waktu yang sangat lama di luar angkasa tanpa perlu menggunakan bahan bakar.

Yang diperlukan untuk mengorbit adalah: ketinggian, dan kecepatan yang arahnya kurang lebih sejajar dengan permukaan Bumi, tergantung orbit yang diinginkan.

Berdasarkan simulasi, benda bermassa 100 kg dengan bidang penampang 1 m², jika diorbitkan di ketinggian 300 km, maka baru akan jatuh setelah 46 hari tanpa menggunakan bahan bakar.

Oleh karena itu, tujuan utama merancang lintasan roket adalah untuk mencapai orbit dengan mengeluarkan energi sesedikit mungkin. Cara paling efisien adalah berangkat dengan tegak lurus atau hampir tegak lurus untuk mengatasi hambatan udara, dan sedikit demi sedikit berbelok ke arah sejajar dengan permukaan Bumi dengan tujuan untuk mengorbit.

Setelah mencapai orbit, mesin roket bisa dimatikan dan roket akan tetap berada di luar angkasa sampai dengan batas-batas tertentu.

Jika roket diberangkatkan tegak lurus sampai ke atas, maka roket akan perlu terus menerus mengeluarkan energi hanya untuk tetap berada di luar angkasa. Jika bahan bakar habis, maka roket akan langsung jatuh ke Bumi.

It’s not a rocket science.

Referensi