Misi ke Bulan Setelah Apollo

(English version of this article)

“Setelah Apollo, tidak pernah ada lagi misi ke Bulan. Ini tandanya misi Apollo tidak ada, dan kita tak akan pernah bisa ke Bulan.”

Begitulah kira-kira pendapat para penganut Bumi datar mengenai Apollo dan misi ke Bulan pada umumnya. Karena setelah Apollo, kita tidak bisa ke Bulan, maka disimpulkan bahwa misi Apollo itu dipalsukan dan tidak pernah terjadi.

Benarkah demikian? Ternyata tidak. Walaupun Apollo adalah satu-satunya misi ke Bulan yang membawa manusia, bukan berarti tidak ada misi ke Bulan setelah itu.

Misi Apollo bukan hanya misi sains, tapi jauh lebih banyak muatan politisnya. Jaman itu Amerika Serikat terlibat perang dingin dengan Uni Sovyet. Kedua negara tersebut berlomba-lomba dalam segala hal untuk berebut pengaruh terhadap negara-negara lain. Salah satu yang dilakukan adalah berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama menginjakkan kaki ke Bulan.

Alasan politis menyebabkan mereka mengirim astronot ke Bulan. Ini adalah acara yang dipublikasikan secara besar-besaran dan disiarkan secara langsung melalui televisi. Tetapi sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan tanpa perlu mengirim manusia ke Bulan. Biayanya pun lebih murah dan risikonya jauh lebih rendah.

Setelah Apollo, bukan berarti misi ke Bulan terhenti, tetap ada misi-misi ke Bulan tanpa awak, yang dilakukan oleh beberapa negara, bukan hanya Amerika Serikat.

Referensi