Fitnah Kepada Isaac Newton

Cara utama influencer flat earth dalam menanamkan pengaruhnya adalah dengan memancing emosi pemirsanya. Setelah terpancing emosinya, kemampuan kita untuk menilai secara rasional berkurang. Salah modus operandinya adalah dengan memfitnah ilmuwan, yang paling sering menjadi korban adalah Isaac Newton.

Melalui kutipan sepotong-potong dan narasi yang menggiring, Newton digambarkan sebagai pembohong, bahwa penemuannya soal gravitasi adalah bualan belaka.

Newton seakan-akan dihadapkan melawan saintis lain. Nikola Tesla namanya dicatut sebagai pembuat pernyataan yang sama sekali tak pernah dia buat. Pernyataan Goethe dicatut, padahal sama sekali tak ada hubungannya dengan gravitasi. Pernyataan dari Brian Greene dan Michio Kaku pun dikutip secara serampangan, jauh di luar konteksnya.

Jangan berkecil hati apabila kamu merasa terpancing emosi setelah melihat salah satu video flat earth. Yakinlah bahwa kamu bukan satu-satunya korban. Bahkan penulis pun merasa terpancing emosi setelah melihat video tersebut. Namun dengan waktu, emosi bisa diredam dan kita semua akan dapat kembali berpikir dengan jernih.

Faktanya tak pernah ada keraguan bahwa Newton menemukan hukum gravitasi. Hukum ini menyebabkan planet mengorbit matahari dengan bentuk orbit dan kecepatan sesuai dengan yang dijelaskan pada hukum Kepler. Newton juga mengamati bahwa hukum yang sama juga berlaku pada benda sehari-hari, misalnya seperti pada buah apel yang jatuh.

Yang menjadi masalah adalah bahwa Newton tidak mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya gaya gravitasi. Hal inilah yang dibesar-besarkan oleh para influencer flat earth. Hanya karena Newton tidak tahu penyebab adanya hukum gravitasi, bukan berarti hukum gravitasi salah.


Manusia mengenal sifat dasar cahaya bisa dibilang sejak pertama kali manusia dilahirkan. Apakah saat itu kita mengetahui sifat cahaya? Tentu tidak. Partikel penyebab cahaya, photon, baru ditemukan satu abad yang lalu pada tahun 1927. Apakah sebelum tahun 1927

Dua abad setelah Newton, para astronomer menemukan kejanggalan pada orbit planet Uranus. Berkat hukum Newton, dapat diprediksi keberadaan planet lain dan membuat astronomer tahu kemana harus mencari. Planet Neptunus adalah planet tersebut.