‘The Principle’: Film Dokumenter Yang Tak Memiliki Prinsip

‘The Principle’ adalah film dokumenter yang mempromosikan  geosentris. Geosentris adalah paham pseudosains yang mengatakan bahwa Bumi diam dan merupakan pusat dari alam semesta. Walaupun film ini tidak ada sangkut pautnya dengan Bumi datar, beberapa penganut Bumi datar menggunakan film ini untuk mempromosikan paham Bumi datar. Mungkin menurut mereka, pada Bumi datar, maka Bumi diam dan pusat dari alam semesta.

Ternyata tidak sesederhana itu. Kita berurusan dengan dua jenis pseudosains, yang kadang tidak saling mendukung.

Lanjutkan membaca “‘The Principle’: Film Dokumenter Yang Tak Memiliki Prinsip”

Nikon Coolpix P900 dan Foto Venus Yang Katanya ‘Asli’

Kamera Nikon Coolpix P900 adalah kamera yang sangat populer di kalangan penganut Bumi datar karena tidak pernah ada kamera compact lain yang memiliki jangkauan zoom sejauh itu. Kamera tersebut unik dan sangat berguna dalam urusan Bumi datar ini.

Suatu saat, beberapa penganut Bumi datar menggunakan P900nya untuk mengambil gambar Venus. Dan ternyata foto Venus yang mereka ambil tidak sama dengan foto Venus yang biasa kita lihat. Mereka terlalu senang dan mengira mereka baru saja menemukan ‘bukti baru’ mengenai pembohongan masal. “Ini adalah ‘bukti’ tak terbantahkan bahwa kita semua dibohongi!” mungkin begitu pikir mereka.

Tapi, tentu saja ada penjelasan yang sederhana, dan lebih mungkin terjadi.

Lanjutkan membaca “Nikon Coolpix P900 dan Foto Venus Yang Katanya ‘Asli’”

Elit Global: Pengalihan Isu Dari Masalah Sebenarnya

Beberapa penganut Bumi datar menggunakan elit global sebagai jurus untuk kabur dari diskusi agar terlihat tidak kehilangan muka.

Saat tidak dapat membuktikan model Bumi datar, beberapa penganut Bumi datar akan mengatakan bahwa model Bumi datar itu masih dalam penelitian, dan wajar apabila belum sempurna. “Tapi,” tentunya ada kelanjutannya, “yang paling penting adalah bagaimana kita melawan elit global dan menyelamatkan dunia dari segelintir orang-orang jahat.”

Fakta yang sesungguhnya adalah bahwa elit global hanyalah skenario ciptaan mereka sendiri.

Lanjutkan membaca “Elit Global: Pengalihan Isu Dari Masalah Sebenarnya”

Aristarchus: Korban Strawman Demi Menyerang Besaran Jarak Matahari

Salah satu manipulasi fakta yang dilakukan penggiat Bumi datar  melibatkan Aristarchus, seorang ilmuwan abad ke-3 sebelum Masehi. Ini adalah manipulasi fakta yang asli buatan oknum-oknum penggiat Bumi datar dari dalam negeri. Disebutkan bahwa Aristarchus melakukan penghitungan jarak Matahari yang salah, tapi hasilnya masih digunakan sampai sekarang.

Klaim ini tentu saja tidak benar. Angka jarak Matahari yang kita gunakan saat ini tidak berasal dari Aristarchus. Ini adalah usaha-usaha strawman  dari oknum-oknum Bumi datar yang tak bertanggung jawab untuk menyerang keabsahan nilai jarak Matahari yang kita gunakan saat ini.

Lanjutkan membaca “Aristarchus: Korban Strawman Demi Menyerang Besaran Jarak Matahari”

Kiblat Pada Model Bumi Bulat Yang Dianggap ‘Janggal’

Setiap kali kami melakukan pembahasan mengenai arah kiblat, biasanya akan ada penganut Bumi datar yang mempermasalahkan arah kiblat pada model Bumi bulat. Menurut mereka, pada Bumi bulat, umat Muslim yang shalat tidak akan mengarah ke ka’bah akibat kelengkungan Bumi.

Masalah ini memang dibahas oleh oknum-oknum pencetus Bumi datar. Oleh karena itu tidak aneh apabila korban-korbannya melakukan hal yang sama.

Lanjutkan membaca “Kiblat Pada Model Bumi Bulat Yang Dianggap ‘Janggal’”

Arah Kiblat di Bumi Bulat

Sebuah asumsi yang beredar di komunitas korban Bumi datar mengklaim bahwa arah kiblat di Bumi bulat tidaklah relevan:

“Jika bentuk Bumi adalah bulat, maka kamu bisa mengarah ke mana saja, dan pasti akan mengarah ke kiblat. Karena itu Bumi tidak mungkin berbentuk Bulat”

Kesalahan mereka adalah menggunakan lingkaran untuk mendeskripsikan Bumi bulat, padahal bentuk Bumi itu bulat seperti bola, bukan bundar seperti lingkaran.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat di Bumi Bulat”

Arah Terbang Pesawat dan Bentuk Bumi Yang Bulat

Beberapa waktu lalu ada seorang penganut Bumi datar yang membawa waterpas ke pesawat. Tujuannya? Untuk menguji apakah pesawat menukik setiap interval tertentu untuk mengatasi kelengkungan Bumi! Menurutnya, pesawat harus menukik setiap selang waktu tertentu, karena jika tidak, pesawat akan terbang lurus ke luar angkasa.

Video tersebut sempat viral dan tentu saja pesawat tidak menukik setiap beberapa saat. Kesimpulannya tentu saja bukan “Bumi bentuknya datar”. Mari kita lihat alasan mengapa pesawat tidak terbang keluar angkasa, walaupun terbang ‘lurus’.

Lanjutkan membaca “Arah Terbang Pesawat dan Bentuk Bumi Yang Bulat”

Misi ke Bulan Setelah Apollo

“Setelah Apollo, tidak pernah ada lagi misi ke Bulan. Ini tandanya misi Apollo tidak ada, dan kita tak akan pernah bisa ke Bulan.”

Begitulah kira-kira pendapat para penganut Bumi datar mengenai Apollo dan misi ke Bulan pada umumnya. Karena setelah Apollo, kita tidak bisa ke Bulan, maka disimpulkan bahwa misi Apollo itu dipalsukan dan tidak pernah terjadi.

Benarkah demikian? Ternyata tidak. Walaupun Apollo adalah satu-satunya misi ke Bulan yang membawa manusia, bukan berarti tidak ada misi ke Bulan setelah itu.

Lanjutkan membaca “Misi ke Bulan Setelah Apollo”

Introducing FlatEarth.ws

Hi English speaking visitors of BumiDatar.id! Due to popular requests, we’ll be publishing our articles in English on FlatEarth.ws. It is going to take some time before we have respectable amount of articles, so please bear with us while we translate articles over there.

BumiDatar.id is still here and will still be doing “Meluruskan Hoax Bumi Datar” in Indonesian. This means we’ll be maintaining our articles in two languages: Indonesian and English.

Wish us luck and we thank you your for your patronage.

Lengkungan Air

Tema yang sering didengungkan oleh penganut Bumi datar adalah lengkungan air. Menurut mereka, lengkungan pada air tidak dapat diamati, maka disimpulkan bahwa Bumi datar.

Masalah dari argumentasi demikian adalah pada umumnya air yang diamati sangat sedikit. Air di gelas, di ember atau di waterpas akan praktis terlihat rata. Bukan karena tidak ada lengkungan akibat gravitasi Bumi, melainkan karena air terlalu sedikit sehingga lengkungan terlalu kecil dan tidak mungkin bisa diamati, apalagi dengan mata telanjang.

Lanjutkan membaca “Lengkungan Air”

Berpijarnya Matahari Dalam Hampa Udara

Reaksi pada lilin adalah reaksi kimiawi oksidasi. Lilin yang hidrokarbon bereaksi dengan oksigen, dan menghasilkan karbondioksida dan uap air. Oksigen didapatkan dari udara, jika pasokan oksigen ini dihentikan, misalnya dengan menutup lilin dengan gelas, maka reaksi juga akan berhenti.

Penganut Bumi datar sering mengklaim bahwa Matahari tidak mungkin berada di ruang hampa. Alasannya adalah karena reaksi pembakaran membutuhkan oksigen untuk bekerja, seperti pada lilin. Mereka salah. Reaksi di Matahari bukanlah reaksi pembakaran.

Reaksi di Matahari adalah reaksi fusi nuklir. Reaksi ini mengubah atom hidrogen menjadi atom helium. Seluruh elemen pendukung reaksi tersedia di Matahari, yaitu hidrogen, dalam jumlah yang sangat besar. Reaksi tersebut tak membutuhkan materi lain dari luar Matahari.

Lanjutkan membaca “Berpijarnya Matahari Dalam Hampa Udara”

Confirmation Bias

Manusia memiliki bias-bias kognitif yang secara subjektif mempengaruhi penilaian. Salah satu bias kognitif ini adalah confirmation bias. Karena confirmation bias, manusia cenderung untuk mencari informasi yang memperkuat hal yang dipercayainya.

Confirmation bias adalah fakta kehidupan dan merupakan sifat semua manusia. Confirmation bias menyebabkan penilaian subjektif berbeda untuk pengamat yang berbeda. Ciri khas pseudosains —seperti pada konsep Bumi datar— confirmation bias tidak diusahakan untuk diminimalkan, tetapi justru dianjurkan.

Lanjutkan membaca “Confirmation Bias”

Neil deGrasse Tyson dan Perumpamaan ‘Buah Pir’ yang Menjadi Masalah

Featured Video Play Icon

Dalam sebuah acara, Neil deGrasse Tyson menjelaskan Bumi itu bulat, namun sedikit lebih jauh dari pusat Bumi di dekat khatulistiwa daripada mendekati kutub. Dan bahwa di bagian selatan rata-rata sedikit lebih jauh dari pusat Bumi daripada bagian utara. Untuk menjelaskan hal tersebut, Neil menggunakan perumpamaan ‘seperti buah pir’.

Kaum Bumi datar gemar mengolok-olok perumpamaan tersebut. Mereka salah. Apabila mereka menonton video lengkap versi aslinya, video tersebut sebenarnya biasa-biasa saja.

Lanjutkan membaca “Neil deGrasse Tyson dan Perumpamaan ‘Buah Pir’ yang Menjadi Masalah”

Matahari Terbenam, Zoom Kamera dan Auto-Exposure

Ada beberapa video yang beredar di komunitas korban paham Bumi datar. Dalam video ini diperlihatkan bahwa Matahari terlihat terbenam, tapi setelah dilakukan zoom, ternyata Matahari belum terbenam. Konon, hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Matahari hanya kelihatan terbenam, tapi sebenarnya menjauh.

Tentu saja ada penjelasan yang lebih masuk akal. Seperti pada kasus lainnya yang serupa, semuanya bersumber pada ketidaktahuan mereka mengenai fotografi.

Lanjutkan membaca “Matahari Terbenam, Zoom Kamera dan Auto-Exposure”

Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam

Jika Bumi datar, maka seharusnya Matahari akan terlihat dari seluruh Bumi, dan tidak akan pernah terbenam. Untuk itu, demi menyelamatkan teori Bumi datar, diciptakanlah sebuah ad-hoc hypothesis bahwa Matahari terbenam adalah akibat dari perspektif dan refraksi.

Untuk perspektif telah kami bahas sebelumnya. Sekarang mari kita telaah betulkah refraksi dapat menyebabkan Matahari terlihat terbenam.

Lanjutkan membaca “Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam”

Polaris: Tak Selamanya Menjabat Sebagai Bintang Kutub

Salah satu topik yang sering diangkat dalam komunitas korban paham Bumi datar adalah bintang Polaris. Klaimnya adalah posisi Polaris tidak pernah berubah, dan bintang lain terlihat mengelilingi Polaris. Hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Bumi tidak berbentuk bulat dan tidak berotasi. Jika Bumi bulat dan berotasi, maka seharusnya posisi Polaris akan bergeser.

Ternyata memang posisi Polaris bergeser, walaupun hal tersebut bukan fenomena yang dapat diamati dalam satu malam saja, atau bahkan selama kurun waktu kehidupan kita.

Lanjutkan membaca “Polaris: Tak Selamanya Menjabat Sebagai Bintang Kutub”

Film Mockumentary “Dark Side of the Moon”

Film ‘Dark Side of the Moon’ adalah sebuah mockumentary. Film tersebut sebenarnya fiktif, tetapi disajikan seperti halnya sebuah film dokumenter. Film tersebut menampilkan narasumber seperti Donald Rumsfield, Henry Kissinger, Alexander Haig, Vernon Walters, Buzz Aldrin, dan istri mendiang Stanley Kubrick. Dalam film tersebut mereka berpura-pura mengatakan bahwa video pendaratan di Bulan dipalsukan, dan semuanya dibuat oleh Stanley Kubrick di studio.

Banyak oknum-oknum Bumi datar memotong film ini sehingga terlihat asli. Mereka dengan tak bertanggung jawab menyebarkannya di Internet, dan  menjadikannya ‘bukti’ bahwa pendaratan ke Bulan belum pernah dilakukan. Akibatnya, tak sedikit korban yang percaya pada film yang sebenarnya fiktif tersebut.

Lanjutkan membaca “Film Mockumentary “Dark Side of the Moon””

Asumsi Di Atas Asumsi: Rangkaian Ad-hoc Hypothesis Pada Model Bumi Datar

Model Bumi datar bisa bertahan di benak penganutnya bukanlah karena terbukti kebenarannya; melainkan karena semua kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan ditambal dengan cara menciptakan asumsi. Dan pada gilirannya, jika ada kejanggalan pada asumsi yang dibuat tadi, akan ditambal pula dengan asumsi yang lain. Dan seterusnya…

Asumsi-asumsi yang dianggap benar dan digunakan demi menyelamatkan sebuah teori dari kehancuran tersebut dinamakan ad-hoc hypothesis.

Lanjutkan membaca “Asumsi Di Atas Asumsi: Rangkaian Ad-hoc Hypothesis Pada Model Bumi Datar”