Gerak Jatuh Bebas

Benda jatuh disebabkan oleh gravitasi. Massa Bumi mengakibatkan setiap benda di Bumi mengalami percepatan sebesar 9.8 m/s² yang arahnya ke bawah. Angka tersebut dinamakan ‘percepatan gravitasi’ yang biasa disebut dengan notasi ‘g’.

Kebanyakan penganut Bumi datar menolak adanya gravitasi. Menurut mereka benda jatuh karena densitas atau berat jenis, bukan gravitasi. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Gerak Jatuh Bebas”

Arah Atas dan Bawah

Arah ‘atas’ dan ‘bawah’ ditentukan dari arah percepatan gravitasi yang kita rasakan. ‘Atas’ adalah menjauhi arah percepatan gravitasi. Dan ‘bawah’ adalah menuju arah percepatan gravitasi.

Kaum Bumi datar sering kali membesar-besarkan ‘masalah’ ini. Menurut mereka, orang di Antartika posisinya ‘terbalik’. Tentunya mereka salah. Bagi orang di Antartika, bawah tetaplah memiliki arah ke pusat Bumi, sama saja seperti orang di Bumi bagian utara. Lanjutkan membaca “Arah Atas dan Bawah”

Kompresi Perspektif: Memperjelas Terlihatnya Lengkungan

Foto-foto tiang listrik dan jalan bebas hambatan Danau Pontchartrain dari Soundly sudah sering membuat kontroversi. Foto dan video tersebut dengan jelas memperlihatkan adanya lengkungan Bumi. Bagi kita semua, foto dan video tersebut hanyalah sebuah konsekuensi dari fakta bentuk Bumi yang bulat.

Tapi kaum Bumi datar tak mau terima, dan berbagai macam alasan mereka ciptakan agar foto dan video ini tak lagi sah menjadi alat bukti kelengkungan Bumi. Salah satunya adalah dengan mencari sudut pandang lain dimana sangat sulit untuk menyimpulkan adanya lengkungan.

Lanjutkan membaca “Kompresi Perspektif: Memperjelas Terlihatnya Lengkungan”

Teori Konspirasi Antarctic Treaty

Menurut penganut Bumi datar, Bumi berbentuk piringan datar dengan pusatnya lautan Artika. Dan Antartika bukanlah benua, namun daratan es sepanjang sisi luar dari Bumi datar.

Masalahnya adalah banyak orang-orang yang sudah mengunjungi Antartika dan informasi dari mereka tidak sesuai dengan ‘selera’ mereka. Kini mereka harus menangani ‘masalah’ tersebut dan mencegah agar asumsi mereka mengenai Antartika tidak dapat di-falsify. Caranya adalah dengan menciptakan skenario konspirasi. Mereka anggap semua orang yang pernah mengunjungi Antartika adalah antek elit global dan memiliki niat jahat.

Lanjutkan membaca “Teori Konspirasi Antarctic Treaty”

Bentuk Bumi Pipih ‘Oblate Spheroid’ dan Foto Dari Luar Angkasa

Bumi itu berbentuk pipih ‘oblate spheroid’, diameternya lebih panjang di khatulistiwa daripada antar kutubnya. Hal ini sering dipermasalahkan oleh penganut Bumi datar. Menurut mereka, foto-foto Bumi dari luar angkasa tidak ada yang terlihat pipih, dan semuanya bulat sempurna. Biasanya hal ini kemudian dijadikan ‘bukti’ untuk memfitnah para ilmuwan dengan menuduh mereka membohongi publik.

Tapi ternyata bukan tidak mungkin membuktikan pipihnya bentuk Bumi melalui foto Bumi dari luar angkasa.

Lanjutkan membaca “Bentuk Bumi Pipih ‘Oblate Spheroid’ dan Foto Dari Luar Angkasa”

Perbedaan Ukuran Bukaan Lensa: Penyebab Benda Yang Terhalang Dapat Terlihat Setelah Di-Zoom

Pernahkah anda melihat video dari penganut Bumi datar yang mencoba untuk memperlihatkan bahwa objek di kejauhan yang nampak terhalang akan dapat kembali terlihat setelah di-zoom? Setelah itu dia akan menyimpulkan hal yang sama terjadi pada kapal di kejauhan, dan penyebab kapal tak terlihat bukanlah lengkungan Bumi.

Ternyata tidak sama sekali. Penyebab sebenarnya hanyalah karena objek penghalang posisinya dekat, dan ada perbedaan ukuran bukaan lensa setelah di-zoom. Pada kamera dengan rentang zoom yang jauh —seperti Nikon P900—, perbedaannya akan sangat terlihat.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Ukuran Bukaan Lensa: Penyebab Benda Yang Terhalang Dapat Terlihat Setelah Di-Zoom”

Siklus Saros dan Deret Saros

Sebuah halaman di situs web NASA menjadi pusat perhatian para penganut paham Bumi datar. Halaman tersebut adalah buatan Fred ‘Mr. Eclipse’ Espenak yang menjelaskan mengenai siklus Saros. Berikut kutipan paragraf awal dari halaman tersebut:

The periodicity and recurrence of eclipses is governed by the Saros cycle, a period of approximately 6,585.3 days (18 years 11 days 8 hours). It was known to the Chaldeans as a period when lunar eclipses seem to repeat themselves, but the cycle is applicable to solar eclipses as well.

Betapa girangnya mereka apalagi setelah mengetahui bahwa Chaldean adalah peradaban dari 25 abad yang lalu. “Maka artinya NASA menggunakan teknologi 25 abad lalu untuk menghitung gerhana!!!11” pikir mereka. “Dan dengan demikian NASA tidak menggunakan hukum Newton untuk menghitung gerhana!!!!11”

Seperti kasus-kasus lain yang serupa, hal ini tentunya menceritakan lebih banyak mengenai penganut Bumi datar daripada mengenai NASA.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Deret Saros”

Perjalanan Mengelilingi Bumi yang Melewati Kedua Kutub

Menurut beberapa korban paham Bumi datar, tidak ada penjelajah yang berhasil mengelilingi Bumi melalui kedua kutub. Yang ada hanyalah penjelajah yang mengelilingi Bumi sejajar dengan garis khatulistiwa, seperti James Cook atau Ferdinand Magellan. Karena jika ada, maka runtuhlah teori Bumi datar dalam seketika.

Ternyata hal tersebut tidak benar. Ada beberapa penjelajah yang sudah pernah melakukan hal tersebut. Dari sekilas pencarian di Internet, kami dapat menemukan paling tidak ada tujuh penjelajah yang telah atau sedang melakukannya.

Lanjutkan membaca “Perjalanan Mengelilingi Bumi yang Melewati Kedua Kutub”

Efek Eötvös: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi

Efek Eötvös adalah perubahan percepatan gravitasi Bumi yang dirasakan akibat gerakan pengamat menuju Barat atau Timur. Jika kita bergerak menuju Timur, maka kita akan merasa gaya tarik Bumi sedikit lebih kecil daripada jika kita bergerak ke arah Barat (atau diam di tempat).

Efek ini ditemukan oleh Loránd Eötvös di tahun 1900an setelah melihat data pengukuran gravitasi di atas kapal yang berbeda antara kapal yang bergerak ke Barat dan ke Timur. Efek ini merupakan konsekuensi dari fakta bahwa Bumi berbentuk bulat dan berotasi di porosnya.

Lanjutkan membaca “Efek Eötvös: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi”

Jalur Transmisi Lake Pontchartrain: Bukti Lengkungan Bumi

Lake Ponchartrain adalah sebuah danau di Louisiana, Amerika Serikat. Ada sebuah jalur transmisi listrik sepanjang 25 km yang melewati danau ini. Jalur transmisi ini praktis lurus dan memiliki ketinggian yang praktis sama. Fakta tersebut menjadikan objek tersebut cocok untuk mengamati kelengkungan permukaan Bumi.

Objek tersebut pertama kali dipopulerkan oleh Soundly, yang pada Juni 2017 mengambil beberapa foto dan video tiang-tiang tersebut untuk menunjukkan kelengkungan permukaan Bumi. Saat ini, tiang-tiang tersebut dan juga objek lainnya di Danau Pontchartrain bisa dibilang adalah objek wisata lengkungan Bumi paling populer di dunia.

Lanjutkan membaca “Jalur Transmisi Lake Pontchartrain: Bukti Lengkungan Bumi”

Fallacy ‘Moving the Goalposts’

Penganut paham Bumi datar seringkali melakukan fallacy ‘moving the goalposts’ atau ‘memindahkan tiang gawang’. Apabila ada yang memberikan bukti bahwa klaim penganut Bumi datar tersebut salah, maka mereka akan mengubah klaimnya agar bukti tersebut tidak lagi bisa menjadi bukti. Begitu seterusnya sampai klaim mencapai klaim yang tidak falsifiable, atau tidak mungkin dibuktikan kebenarannya.

Lanjutkan membaca “Fallacy ‘Moving the Goalposts’”

Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total

“Matahari dan Bulan pernah terlihat di langit pada waktu yang sama saat sedang terjadi gerhana Bulan total. Hal ini tak dapat terjadi jika Bumi bulat karena Matahari, Bumi, dan Bulan seharusnya berada dalam garis lurus saat terjadinya gerhana Bulan total. Maka, model Bumi bulat itu salah!”

Beberapa penganut Bumi datar melihat bahwa Matahari dan Bulan terlihat pada saat yang sama saat terjadinya gerhana Bulan total. Sudah dapat diprediksi bahwa mereka akan menyimpulkan bahwa Bumi tidak bulat. Namun pada kenyataannya, fenomena ini terdokumentasi dengan baik dan dapat dengan mudah dijelaskan pada model Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total”

Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total

“Jika kita lihat foto-foto yang mengabadikan perkembangan berlangsungnya gerhana Bulan, Bulan terlihat berubah warna menjadi merah, tetapi tak berubah menjadi gelap. Karena itu gerhana Bulan total tak mungkin disebabkan oleh bayangan Bumi.”

Beberapa penganut Bumi datar —yang sepertinya belum pernah melihat langsung gerhana Bulan total— mengklaim hal tersebut.

Lanjutkan membaca “Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total”

Fase Bulan dan Gerhana Bulan

Salah satu miskonsepsi yang rupanya sering beredar —bukan hanya di kalangan Bumi datar, tapi juga di masyarakat umum— adalah bahwa fase Bulan terjadi karena bayangan Bumi. Perbedaannya, di kalangan Bumi datar, miskonsepsi ini diinterpretasikan macam-macam.

Penjelasannya adalah fase Bulan yang kita lihat sehari-hari terjadi karena adanya siang dan malam di permukaan Bulan, dan bukan karena tertutup bayangan Bumi.

Lanjutkan membaca “Fase Bulan dan Gerhana Bulan”

Kemiringan Gedung Akibat Lengkungan Bumi

Beberapa penganut Bumi datar mengklaim bahwa jika permukaan Bumi melengkung, maka sebuah bangunan yang berjarak jauh seharusnya akan miring kearah menjauhi kita. Tetapi karena kita tidak pernah mengamati fakta ini, mereka menyimpulkan bahwa tidak ada lengkungan.

Pengambilan kesimpulan tersebut sebenarnya benar, namun mari kita lihat apakah mengamati kemiringan gedung akibat lengkungan permukaan Bumi adalah hal yang realistis untuk dilakukan.

Lanjutkan membaca “Kemiringan Gedung Akibat Lengkungan Bumi”

Penerbangan Langsung Jarak Jauh Di Bumi Bagian Selatan

Ada banyak penerbangan langsung jarak jauh antara dua lokasi di selatan khatulistiwa, semuanya tanpa melintasi bagian Utara Bumi. Semua penerbangan ini hanya dapat terjadi apabila Bumi berbentuk bulat.

Beberapa penganut Bumi datar mengklaim bahwa tak ada penerbangan jarak jauh di dua lokasi di selatan khatulitiwa tanpa transit melalui kota di Utara khatulistiwa. Mereka salah. Ada beberapa rute penerbangan langsung jarak jauh di Selatan khatulistiwa, dan tak sulit untuk kita pastikan keberadaannya.

Lanjutkan membaca “Penerbangan Langsung Jarak Jauh Di Bumi Bagian Selatan”

Ideologi Bumi Datar dan Fallacy ‘Lonely Fact’

Salah satu fallacy yang sering dilakukan penganut Bumi datar adalah fallacy ‘hasty generalization’, yaitu menyimpulkan sesuatu dari sangat sedikit kasus yang tidak mewakili keseluruhan kasus. Jika kasus yang dijadikan basis pengambilan kesimpulan hanya satu, maka fallacy ini menjadi fallacy ‘lonely fact’.

Terlebih lagi, mereka dengan sengaja memilih kasus yang menguntungkan mereka, dan digunakan untuk ‘membuktikan’ kasus yang lain itu tidak benar. Ini adalah fallacy lain yang dinamakan ‘cherry-picking’ atau ‘suppressed evidence’.

Beberapa contoh dari fallacy tersebut adalah sebagai berikut:

Lanjutkan membaca “Ideologi Bumi Datar dan Fallacy ‘Lonely Fact’”