Fisika Klasik vs Fisika Modern

Fisika klasik —seperti hukum Newton, teori gravitasi Newton dan sebagainya—telah diperbaharui oleh Teori Relativitas Khusus, Teori Relativitas Umum dan Mekanika Kuantum. Tetapi bukan berarti fisika klasik itu salah. Fisika klasik tetap berlaku jika variabelnya mendekati nilai umum yang kita gunakan sehari-hari di Bumi.

Kaum Bumi datar sering menyimpulkan karena ilmuwan mengatakan fisika klasik telah ‘digantikan’ fisika modern, maka fisika klasik itu harusnya dianggap ‘salah’ dan tidak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Dan fakta bahwa fisika klasik masih diajarkan adalah ‘bukti’ adanya konspirasi pengelabuan masal melalui sistem pendidikan. Mereka sangat salah.

Lanjutkan membaca “Fisika Klasik vs Fisika Modern”

Profil Misi Apollo

Misi Apollo itu nyata dan manusia sudah pernah menginjakkan kaki di Bulan. Jika seseorang menjadi korban Bumi datar, maka hampir dapat dipastikan juga menjadi korban teori konspirasi pendaratan di Bulan.

Mereka salah. Umumnya penolakan mereka berasal dari hasutan, confirmation bias, dan juga ketidaktahuan akan profil misi Apollo itu sendiri. Berikut adalah penjelasan ringkas mengenai profil misi Apollo. Nomor sesuai dengan nomor pada ilustrasi.

Lanjutkan membaca “Profil Misi Apollo”

Jarak Polaris: Mengapa Polaris Tak Terlihat Bergerak

Kita yang berada di utara khatulistiwa dapat melihat bintang Polaris, yang letaknya sangat dekat dengan sumbu rotasi bintang. Karena hal tersebut, jika diamati sekilas, Polaris praktis terlihat diam di posisi yang sama sepanjang waktu.

Kaum Bumi datar mengklaim Polaris terlihat diam adalah ‘bukti’ Bumi tak bergerak. Mereka salah. Polaris terlihat diam karena jaraknya sangat jauh, dan gerakannya tak dapat kita amati secara subjektif dalam jangka waktu kehidupan manusia.

Lanjutkan membaca “Jarak Polaris: Mengapa Polaris Tak Terlihat Bergerak”

Kontekstualisme dan Bumi Datar

Kontekstualisme adalah memperlakukan hal yang kita tahu sebagai berbeda tergantung dari konteksnya. Kita dapat gunakan kontekstualisme sebagai alat pikir untuk menjelaskan Bumi itu bulat, tanpa perlu mengetahui detil penjelasan ilmiahnya.

Kaum Bumi datar suka menggeser konteks ke dimana kita tak lagi berperilaku seperti manusia normal. Karena hanya pada konteks ini, sebagian besar kita tidak mungkin mengetahui bentuk Bumi sebenarnya.

Namun pada konteks dimana kita semua berperilaku seperti manusia normal, tak ada masalah untuk menyimpulkan Bumi itu bulat.

Lanjutkan membaca “Kontekstualisme dan Bumi Datar”

Yang Sekilas ‘Masuk Akal’ Belum Tentu Benar

Suatu hal ‘masuk akal’ apabila kita pikir benar menurut penilaian kita secara sekilas. Namun hal yang ‘masuk akal’ belum tentu benar. Kita menilai suatu hal ‘masuk akal’ atau tidak berdasarkan pengalaman kita sehari-hari. Tetapi pengalaman sehari-hari memiliki ruang lingkup yang sangat terbatas. Karena itu untuk banyak hal, tidaklah cukup menyimpulkan berdasarkan penilaian sekilas ‘masuk akal’ atau tidak.

Oknum-oknum Bumi datar sering mengeksploitasi hal ini untuk menghasut kita semua. Mereka katakan misalnya saja “Kelihatannya datar, maka tak masuk akal jika bulat.” Sebagian dari kita menjadi korban hasutan ini dan menolak hasil pengamatan dan penelitian lain yang objektif dan jauh lebih komprehensif. Lalu menyimpulkan bentuk Bumi hanya karena perasaan subjektif ‘masuk akal’ yang berpedoman pada pengalaman sehari-hari yang ruang lingkupnya sangat terbatas.

Lanjutkan membaca “Yang Sekilas ‘Masuk Akal’ Belum Tentu Benar”

Masalah Bintang Tak Terlihat Dalam Foto

Pada banyak foto yang diambil dari luar angkasa, kita tak melihat bintang. Ini bukan karena ada apa-apanya.  Objek bintang itu sangat redup. Biasanya jauh lebih redup daripada objek utama yang terlihat dalam foto. Jika kamera diset untuk mengambil objek utama yang jauh lebih terang daripada bintang, maka bintang tak akan terlihat pada foto. Hal ini berlaku dimana saja, di luar angkasa maupun di permukaan Bumi.

Penganut Bumi datar menganggap tak adanya bintang dalam foto sebagai ‘pemalsuan’. Mereka salah. Hal ini hanyalah keterbatasan kamera.

Lanjutkan membaca “Masalah Bintang Tak Terlihat Dalam Foto”

Bulan Saat Siang Hari dan Miskonsepsi Bulan Transparan

Atmosfer Bumi menghamburkan sinar Matahari ke segala arah. Akibatnya, langit bercahaya ke segala arah dan berwarna biru terang. Fenomena ini dinamakan hamburan Rayleigh.

Kadang Bulan muncul di siang hari. Bagian Bulan yang terang adalah karena memantulkan cahaya Matahari.  Sedangkan bagian Bulan yang gelap tidak memantulkan cahaya Matahari, dan praktis tidak mengirim cahaya. Akibat hal ini dan juga karena hamburan Rayleigh, bagian gelap Bulan didominasi oleh warna langit yang biru terang.

Lanjutkan membaca “Bulan Saat Siang Hari dan Miskonsepsi Bulan Transparan”

Segelas Air

Air di gelas memiliki permukaan yang praktis rata. Ada penganut Bumi datar yang menggunakan fakta ini sebagai ‘bukti’ bahwa air akan tetap rata selebar apapun wadah yang digunakan. Mereka salah.

Jika Bumi berbentuk bulat dengan jari-jari 6371 km, maka permukaan air pada gelas selebar 10 cm akan memiliki lengkungan sebesar 0.00000002 cm akibat gravitasi. Tentunya di luar efek selain itu seperti halnya tegangan permukaan.

Lanjutkan membaca “Segelas Air”

Fenomena Magnetic Dip

Di kalangan penganut Bumi datar ada dua macam miskonsepsi mengenai interaksi antara jarum kompas dan magnet Bumi.

Miskonsepsi pertama adalah kompas tidak berfungsi dengan baik di daerah sekitar kutub, maka disimpulkan bahwa Bumi tidak bulat. Umumnya hal ini mereka simpulkan setelah mendengar hal ini dari cerita Admiral Byrd. Miskonsepsi kedua adalah kompas seharusnya tidak berfungsi pada Bumi bulat di daerah sekitar khatulistiwa. Menurut mereka, seharusnya kompas akan menunjuk arah yang miring dari permukaan Bumi, dan seharusnya kompas tidak dapat berfungsi pada Bumi bulat. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Fenomena Magnetic Dip”

Fallacy ‘Statement of Conversion’

Fallacy ‘statement of conversion’ adalah menganggap pernyataan seseorang telah berpindah keyakinan adalah bukti bahwa keyakinan yang ditinggalkan adalah salah.

Kaum Bumi datar sering melakukan pernyataan tersebut. Mereka mengklaim dulu mereka “menganut Bumi bulat”, dan sekarang sudah ‘sadar’ dan menjadi kaum Bumi datar. Pernyataan itu hanyalah menginformasikan bahwa yang bersangkutan berubah pikiran. Menganggap hal tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi datar adalah fallacy ‘statement of conversion’.

Mereka melakukan hal tersebut karena mereka menganggap bentuk Bumi adalah keyakinan, bukan berdasarkan pengamatan yang objektif.

Lanjutkan membaca “Fallacy ‘Statement of Conversion’”

Prediksi Gerhana Tak Perlu Menggunakan Siklus Saros atau Melibatkan NASA

Saat ini komputer memiliki kemampuan proses yang sangat tinggi. Untuk itu, prediksi gerhana biasanya dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan komputer tersebut. Prediksi dilakukan dengan cara menentukan posisi Bulan dan Matahari pada satu waktu, dan menghitung apakah terjadi gerhana. Proses tersebut diulangi lagi berkali-kali untuk waktu yang berbeda.

Korban-korban dogma Bumi datar mempercayai tak ada yang bisa memprediksi gerhana dari perhitungan posisi Bulan dan Matahari. Mereka percaya NASA memprediksi gerhana dengan menggunakan siklus Saros, dengan cara menghitung selang waktu dari gerhana yang terjadi sebelumnya. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Prediksi Gerhana Tak Perlu Menggunakan Siklus Saros atau Melibatkan NASA”

Kota Punta Arenas, Dunedin dan Murmansk Saat Solstis Desember

Solstis Desember adalah kejadian saat Matahari mencapai titik paling Selatan, terjadi pada sekitar tanggal 21 Desember. Saat ini, bagian Utara Bumi mengalami puncak musim dingin, dan bagian Selatan Bumi mengalami puncak musim panas.

Pada kebanyakan mazhab Bumi datar, Matahari digambarkan memiliki cahaya yang bersifat lokal, seperti lampu sorot, atau lampu senter. Fenomena solstis Desember tak dapat dijelaskan pada model Bumi datar ini.

Lanjutkan membaca “Kota Punta Arenas, Dunedin dan Murmansk Saat Solstis Desember”

Kalkulator Lengkungan Bumi dan Refraksi Atmosfer

Refraksi atmosfer umumnya menyebabkan objek yang berjarak jauh terlihat lebih tinggi daripada yang seharusnya. Akibatnya, objek bisa saja secara fisik berada di balik lengkungan Bumi, namun masih terlihat karena cahaya mengalami pembelokkan.

Ada banyak aplikasi kalkulator dan simulasi lengkungan yang tidak memperhitungkan faktor refraksi ini. Kadang ini menjadi masalah akibat penganut Bumi datar terburu-buru menarik kesimpulan setelah menggunakan salah satu dari kalkulator ini.

Lanjutkan membaca “Kalkulator Lengkungan Bumi dan Refraksi Atmosfer”

Kilap Matahari / Sun-Glint Bukanlah Bukti Matahari Bersifat Lokal

Kilap Matahari (sunglint) adalah fenomena yang terjadi jika cahaya Matahari dipantulkan permukaan air dengan sudut datang yang sama dengan sudut pantulannya. Jika dilihat dari ketinggian, pada daerah tersebut, air akan terlihat terang mengkilap, berbeda dari daerah di sekitarnya.

Matahari pada banyak konsep Bumi datar dianggap sebagai sumber cahaya yang bersifat lokal. Mereka suka menganalogikan seperti lampu sorot atau lampu senter. Fenomena kilap Matahari ini mereka anggap sebagai ‘bukti’ dari Matahari yang bersifat seperti lampu senter. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Kilap Matahari / Sun-Glint Bukanlah Bukti Matahari Bersifat Lokal”

Iridium Flare

Iridium adalah konstelasi satelit berjumlah 66 satelit yang berfungsi untuk komunikasi telepon satelit. Satelit Iridium generasi pertama memiliki tiga buah antena berukuran besar yang mengkilap seperti cermin. Karena sangat mengkilap, satelit Iridium akan memantulkan cahaya Matahari ke permukaan Bumi pada saat tertentu di lokasi tertentu. Hasilnya akan terlihat sangat terang dari permukaan Bumi selama beberapa detik. Fenomena ini dinamakan Iridium flare.

Sebagian besar penganut Bumi datar tak mengakui keberadaan satelit. Mereka salah. Iridium flare adalah kesempatan yang mudah dilakukan untuk membuktikan keberadaan satelit, paling tidak sampai akhir 2018, dimana satelit Iridium generasi pertama akan digantikan dengan satelit baru yang tidak mengkilap.

Lanjutkan membaca “Iridium Flare”

Cognitive Dissonance

Cognitive dissonance adalah tekanan psikologis yang terjadi pada seseorang yang mendapatkan informasi yang bertentangan dengan kepercayaannya.

Hal ini sering terjadi pada korban paham Bumi datar. Yang paling terlihat efeknya adalah saat mereka menemukan informasi yang membuktikan bahwa Bumi tidak datar.

Lanjutkan membaca “Cognitive Dissonance”

Perkara Galileo: Bukan Tentang Bumi Datar atau Bulat

Penganut Bumi datar sering menyebut-nyebut Galileo. Mereka memposisikan Galileo sebagai ‘penjahat’ yang mendukung Bumi bulat. Dan Galileo salah karena tak dapat mendemonstrasikan adanya stellar parallax sebagai akibat dari Bumi mengelilingi Matahari.

Mereka salah. Perkara Galileo bukanlah tentang Bumi bulat, tetapi mengenai heliosentrisme. Seluruh pihak yang terlibat waktu itu sudah bisa menerima fakta bahwa Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Perkara Galileo: Bukan Tentang Bumi Datar atau Bulat”