Respon untuk Respon “Jadi, Mana Lengkungannya?”

Tulisan saya dengan judul “Jadi, Mana Lengkungannya?” direspon melalui meme sebagai berikut:

Masalah 1: Karena kecerobohan pembuat gambar, gambar tidak menggambarkan aspect ratio yang benar, sehingga lengkungan lebih besar daripada gambar aslinya. Gambar dari sumber aslinya kurang lebih seperti di bawah ini. Gambar tidak sama persis karena sumber asli merupakan video siaran langsung. Lanjutkan membaca “Respon untuk Respon “Jadi, Mana Lengkungannya?””

Jadi, Mana Lengkungannya?

Mata manusia hanya dapat mengenali lengkungan Bumi secara visual jika berada pada ketinggian yang cukup dari permukaan Bumi, yang masih di luar jangkauan kebanyakan manusia saat ini. Pesawat jet komersil adalah posisi tertinggi yang dapat dicapai secara realitis oleh kebanyakan manusia saat ini. Pada ketinggian tersebut kita hanya dapat mengenali sangat sedikit lengkungan, baru terlihat jika kita perhatikan baik-baik, dan itupun pada kondisi yang sangat ideal.

Dasar dari kepercayaan Bumi datar adalah bahwa horizon terlihat datar. Mereka akan mengatakan bila kita tak dapat melihat lengkungan, maka tidak ada lengkungan, dan karena itu Bumi datar. Mereka salah.  Sebagian besar dari kita tak dapat bepergian cukup tinggi untuk dapat melihat lengkungan secara subjektif.

Lanjutkan membaca “Jadi, Mana Lengkungannya?”

Dip of the Horizon / Penurunan Horizon

Ada dua jenis horizon:

  • Astronomical horizon. Yaitu horizon pada ‘eye-level’.
  • True horizon. Yaitu garis yang membatasi Bumi dan langit. Lebih dikenal dengan nama ‘horizon’ saja.

Karena Bumi bulat, true horizon berada di bawah astronomical horizon, dan semakin tinggi posisi pengamat, semakin besar sudut yang dibentuk kedua horizon tersebut.

Penganut Bumi datar mengklaim tak ada penurunan horizon. Mereka salah. Penurunan horizon adalah fakta yang tak sulit diamati.

Lanjutkan membaca “Dip of the Horizon / Penurunan Horizon”

Fakta Emergency Landing Yang Merusak Fantasi Bumi Datar

Salah satu kesalahan yang paling sering ditemui pada penggunaan peta adalah: menarik garis lurus pada peta dan menganggapnya sebagai jarak terdekat. Untuk jarak dekat seperti navigasi dalam kota hal ini tidak jadi masalah besar, namun apabila sudah melibatkan penerbangan jarak jauh, maka garis lurus di peta tidak lagi akurat dalam menggambarkan jarak antara dua lokasi.

Lanjutkan membaca “Fakta Emergency Landing Yang Merusak Fantasi Bumi Datar”

Matahari Terbenam dan Burj Khalifa

Burj Khalifa adalah gedung pencakar langit tertinggi di dunia dengan ketinggian sekitar 830 m. Jika kamu mengamati matahari terbenam di dasar bangunan, kamu bisa lari, naik lift ke lantai teratas dan mengamati matahari terbenam untuk kedua kalinya.

Karena fenomena ini, maka di Burj Khalifa terdapat 3 waktu berbuka puasa. Semakin tinggi posisi kamu, maka semakin lama kamu harus menunggu berbuka puasa.

Hal ini terjadi karena Bumi berbentuk bulat. Jika kamu berada di tempat yang lebih tinggi, maka kamu akan dapat melihat matahari lebih lama daripada teman kamu yang berada di posisi rendah.

Referensi

Lensa Fisheye dan Lengkungan Bumi

Salah satu hal paling umum yang digunakan penganut Bumi datar untuk mendiskreditkan foto-foto lengkungan Bumi adalah efek lensa “Fisheye”.

Fisheye umumnya digunakan untuk astrofotografi, fotografi sains, pembuatan gambar panorama atau pada action camera (GoPro). Lensa fisheye digunakan apabila diperlukan sudut pandang yang besar, namun tidak diinginkan distorsi pada bagian luar gambar yang terjadi pada lensa ultrawide angle rectilinear. Lensa fisheye memiliki barrel distortion yang sangat kuat sehingga gambar hasilnya tidak terlihat seperti objek aslinya, terutama apabila objek mengandung garis lurus.

Lanjutkan membaca “Lensa Fisheye dan Lengkungan Bumi”

Analogi Keliru Bola Tenis Basah yang Berputar

Bumi memiliki massa yang menghasilkan percepatan gravitasi sekitar 9,79 m/s² pada semua benda di permukaan Bumi, mengarah ke pusat Bumi. Sebaliknya, gerak rotasi Bumi menghasilkan percepatan gravitasi sebesar 0.03 m/s² menjauhi Bumi. Penjumlahannya adalah sekitar 9,79 m/s² menuju pusat Bumi. Itu sebabnya semua benda di permukaan Bumi tetap berada di permukaan, tidak terbang ke luar angkasa.

Kaum Bumi datar sering membuat perbandingan yang keliru menggunakan bola tenis basah yang berputar. Air pada permukaan bola tenis yang basah yang berputar tidak menempel pada permukaan; tetapi Bumi juga bulat, basah dan berputar, dan semua tetap menempel di permukaan. Lalu mereka keliru membuat kesimpulan bahwa Bumi tidak mungkin bulat dan berotasi.

Lanjutkan membaca “Analogi Keliru Bola Tenis Basah yang Berputar”

Tentang Logo BumiDatar.id

Logo situs ini adalah proyeksi azimuthal equidistant dengan titik tengah adalah Indonesia. Logo dibuat dengan bantuan situs World Map Generator.

Yang diklaim sebagai “peta bumi” oleh kaum bumi datar sebenarnya adalah proyeksi azimuthal equidistant dengan titik pusat di lautan Arktika.

Jika titik pusat dipindahkan ke Indonesia, maka benua Antartika akan terlihat sebagai benua tersendiri, sedangkan benua yang letaknya “di bawah”, yaitu benua Amerika Selatan kini yang akan menjadi “daerah terlarang”.