Sinar Crepuscular

Beberapa penganut Bumi datar menganggap sinar crepuscular sebagai ‘bukti’ bahwa letak matahari sesuai dengan model mereka, yaitu hanya ±5000 km di atas permukaan bumi. Padahal, sebenarnya jarak matahari ±150 juta km.

Lanjutkan membaca “Sinar Crepuscular”

Bukti Bumi Bulat: Midnight Sun di Kutub Utara dan Selatan

Midnight Sun adalah fenomena matahari yang bersinar saat tengah malam. Saat terjadi midnight sun, matahari tidak terbenam. Midnight sun terjadi di kedua kutub Bumi pada sekitar puncak musim panas, yaitu tanggal 21 Juni di kutub utara, dan 22 Desember di kutub selatan.

Lanjutkan membaca “Bukti Bumi Bulat: Midnight Sun di Kutub Utara dan Selatan”

Efek Coriolis dan Efek Eötvös Pada Sniper Jarak Jauh

Jika seorang sniper menembak sasaran jarak jauh, maka jika lokasinya berada di Bumi bagian utara, rata-rata hasilnya akan meleset ke kanan bidikan. Sebaliknya, jika berada di Bumi bagian Selatan, rata-rata hasilnya akan meleset ke kiri bidikan.

Lanjutkan membaca “Efek Coriolis dan Efek Eötvös Pada Sniper Jarak Jauh”

Perbedaan Foto Bumi Terbitan NASA Dari Tahun ke Tahun

Setiap kali NASA merilis foto Bumi, maka akan ada perbedaan dibandingkan dengan foto sebelumya. “Masalah” ini terkadang dibesar-besarkan oleh penganut Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Foto Bumi Terbitan NASA Dari Tahun ke Tahun”

Foto dari Balon Udara Little Piggy – Bukti Bumi Datar?

Little Piggy adalah nama balon udara buatan IndianaCaver. Little Piggy mencapai ketinggian hampir 37 km, sebelum akhirnya meledak dan jatuh ke Bumi. Sebelum jatuh, Little Piggy merekam video yang diupload IndianaCaver ke channel YouTube-nya. Dari beberapa video ini, para penganut Bumi datar mencomot beberapa gambar dan menyimpulkan bahwa Bumi datar. Gambar ini kemudian menjadi viral, bahkan sampai saat ini.

Betulkah?

Lanjutkan membaca “Foto dari Balon Udara Little Piggy – Bukti Bumi Datar?”

Siklus Saros dan Prediksi Gerhana

Salah satu topik yang paling sering dibahas oleh penganut Bumi datar adalah Siklus Saros. Bangsa Babilonia mencatat sejarah terjadinya gerhana dan menggunakan data ini untuk memprediksi gerhana. Tetapi yang pertama kali menggunakan istilah ini bukanlah banga Babilonia, tetapi Edmund Halley pada tahun 1691.

Pada situs web NASA terdapat halaman Eclipses and The Saros, kemudian lalu disimpulkan oleh penganut Bumi datar bahwa NASA menggunakan Siklus Saros untuk memprediksi terjadinya gerhana. Premisnya adalah bahwa NASA, lembaga dengan anggaran milyaran USD tidak dapat menghitung gerhana menggunakan model matematis tata surya, tetapi menggunakan teknologi Babilonia 2500 tahun yang lalu.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Prediksi Gerhana”

Waktu Penerbangan Pesawat dan Kejanggalan Pada Model Bumi Datar

Penganut bumi datar akan mengklaim penerbangan dari bagian selatan bumi ke bagian selatan bumi akan melintasi bagian utara bumi. Ini karena bentuk peta bumi datar yang mereka percayai.

Contohnya, penerbangan dari Sydney, Australia ke Johannesburg, Afrika Selatan akan melintasi benua Asia dan Afrika sebelum sampai ke tujuan. Dan penerbangan dari Sydney, Australia ke Santiago, Chile akan melintasi Amerika Serikat sebelum sampai ke tujuan.

Lanjutkan membaca “Waktu Penerbangan Pesawat dan Kejanggalan Pada Model Bumi Datar”

Bukti Lengkungan Bumi: Gedung Turning Torso, Malmö, Swedia

‘Turning Torso’ adalah gedung setinggi 190m di kota Malmö, Swedia. Letaknya di sisi perairan (Selat Øresund). Di sisi lain selat ini terdapat kota Copenhagen, Denmark, yang hanya dipisahkan sekitar 15 km. Desain ‘Turning Torso’ sangat unik sehingga mudah diamati dari jarak jauh. Selain itu lantai di gedung ini dipisah menjadi 9 segmen sehingga ketinggian mudah diamati dari jarak yang sangat jauh sekalipun. Fakta-fakta ini menjadikan gedung ini menarik untuk jadi objek “penelitian” bentuk bumi.

Lanjutkan membaca “Bukti Lengkungan Bumi: Gedung Turning Torso, Malmö, Swedia”

Respon untuk Respon “Jadi, Mana Lengkungannya?”

Tulisan saya dengan judul “Jadi, Mana Lengkungannya?” direspon melalui meme sebagai berikut:

Masalah 1: Karena kecerobohan pembuat gambar, gambar tidak menggambarkan aspect ratio yang benar, sehingga lengkungan lebih besar daripada gambar aslinya. Gambar dari sumber aslinya kurang lebih seperti di bawah ini. Gambar tidak sama persis karena sumber asli merupakan video siaran langsung. Lanjutkan membaca “Respon untuk Respon “Jadi, Mana Lengkungannya?””

Jadi, Mana Lengkungannya?

(English version of this article)

“Jadi, mana lengkungannya?” Itu adalah pertanyaan klasik dari para penganut Bumi datar. Kelengkungan harus bisa dilihat secara subjektif, “Jika tidak maka tidak ada kelengkungan, titik!” Menggunakan alat-alat dan instrumen canggih bisa saja dianggap curang. Yang penting harus bisa dilihat dengan mata kepala sendiri, kalau tidak, maka tidak ada kelengkungan.

Lanjutkan membaca “Jadi, Mana Lengkungannya?”

Tantangan Foto Bulan dan Bintang

Banyak yang tidak percaya bahwa sulitnya mengambil foto benda langit seperti Bulan atau Bumi pada siang hari namun latar belakang bintang harus kelihatan. Umumnya fotografer tidak mempedulikan hal ini, tidak perlu susah payah berusaha agar bintangnya ikut kelihatan.

Lanjutkan membaca “Tantangan Foto Bulan dan Bintang”

Mengapa Bintang Tidak Terlihat Pada Banyak Foto Luar Angkasa?

Mengapa foto langit di luar angkasa tidak terlihat adanya bintang? Pasti ada apa-apanya.

Contoh paling populer adalah foto “Earthrise” yang diambil dari misi Apollo ke bulan di bawah ini.

Lanjutkan membaca “Mengapa Bintang Tidak Terlihat Pada Banyak Foto Luar Angkasa?”

Bukti Bumi Bulat: Dip of the Horizon / Penurunan Ketinggian Horizon

Ada dua jenis horizon:

  • Astronomical horizon. Yaitu horizon pada ‘eye-level’.
  • True horizon. Yaitu batas antara bumi dan langit. Lebih dikenal dengan nama ‘horizon’ saja.

Lanjutkan membaca “Bukti Bumi Bulat: Dip of the Horizon / Penurunan Ketinggian Horizon”

Fakta Emergency Landing Yang Merusak Fantasi Bumi Datar

Salah satu kesalahan yang paling sering ditemui pada penggunaan peta adalah: menarik garis lurus pada peta dan menganggapnya sebagai jarak terdekat. Untuk jarak dekat seperti navigasi dalam kota hal ini tidak jadi masalah besar, namun apabila sudah melibatkan penerbangan jarak jauh, maka garis lurus di peta tidak lagi akurat dalam menggambarkan jarak antara dua lokasi.

Lanjutkan membaca “Fakta Emergency Landing Yang Merusak Fantasi Bumi Datar”

Matahari Terbenam dan Burj Khalifa

Burj Khalifa adalah gedung pencakar langit tertinggi di dunia dengan ketinggian sekitar 830 m. Jika kamu mengamati matahari terbenam di dasar bangunan, kamu bisa lari, naik lift ke lantai teratas dan mengamati matahari terbenam untuk kedua kalinya.

Karena fenomena ini, maka di Burj Khalifa terdapat 3 waktu berbuka puasa. Semakin tinggi posisi kamu, maka semakin lama kamu harus menunggu berbuka puasa.

Hal ini terjadi karena Bumi berbentuk bulat. Jika kamu berada di tempat yang lebih tinggi, maka kamu akan dapat melihat matahari lebih lama daripada teman kamu yang berada di posisi rendah.

Referensi

Fisheye Tak Selalu Bisa Dijadikan Alasan

Salah satu hal paling umum yang digunakan penganut Bumi datar untuk mendiskreditkan foto-foto lengkungan Bumi adalah efek lensa “Fisheye”.

Fisheye umumnya digunakan untuk astrofotografi, fotografi sains, pembuatan gambar panorama atau pada action camera (GoPro). Lensa fisheye digunakan apabila diperlukan sudut pandang yang besar, namun tidak diinginkan distorsi pada bagian luar gambar yang terjadi pada lensa ultrawide angle rectilinear. Lensa fisheye memiliki barrel distortion yang sangat kuat sehingga gambar hasilnya tidak terlihat seperti objek aslinya, terutama apabila objek mengandung garis lurus.

Lanjutkan membaca “Fisheye Tak Selalu Bisa Dijadikan Alasan”

Benarkah Tak Ada Penerbangan Jarak Jauh Langsung Di Bumi Bagian Selatan?

Beberapa penganut Bumi datar mengklaim bahwa tidak ada penerbangan jarak jauh antara dua kota di bagian selatani Bumi tanpa transit melalui Bumi bagian utara. Hal ini karena pada model bumi datar, jarak antara dua kota di selatan Bumi akan sangat jauh, dan penerbangan akan melewati bagian ‘utara’ Bumi.

Lanjutkan membaca “Benarkah Tak Ada Penerbangan Jarak Jauh Langsung Di Bumi Bagian Selatan?”

Foto Bumi Dari Luar Angkasa dan Ukuran Benua Amerika

Bagian yang terlihat pada Bumi tergantung dari jarak pandang. Semakin dekat, maka semakin sedikit bagian dari Bumi yang terlihat. Semakin jauh, maka semakin banyak bagian Bumi yang terlihat. Namun sejauh apapun, kamu tidak akan bisa melihat kedua kutub Bumi sekaligus.

Untuk menjadikan ukuran bola Bumi sama pada kedua gambar tersebut, penulis menggunakan dua lensa yang berbeda. Gambar kiri diambil menggunakan lensa normal zoom 24-70mm pada 70mm. Gambar kanan diambil menggunakan lensa wide angle 16-35mm pada 16mm.

Kamu juga bisa melakukan percobaan yang sama jika kamu memiliki globe. Untuk kamera, kamu bisa menggunakan kamera ponsel.

Untuk mensimulasikan masalah ini, kamu dapat menggunakan simulator di sini: The True Face of the Earth, Camera Distance matters

Jika Temperatur di Lapisan Termosfer Sangat Tinggi, Mengapa Manusia Bisa Ke Luar Angkasa?

Termosfer adalah lapisan atmosfer bumi antara sekitar 95 km – 600 km. Dinamakan ‘termosfer’ karena pada lapisan ini temperatur bertambah semakin bertambahnya ketinggian. Temperatur di lapisan ini bisa mencapai 2500°C.

Lanjutkan membaca “Jika Temperatur di Lapisan Termosfer Sangat Tinggi, Mengapa Manusia Bisa Ke Luar Angkasa?”

Foto Lengkungan Bumi: Jalur Transmisi Lake Pontchartrain, Amerika Serikat

Lake Ponchartrain adalah sebuah danau di Louisiana, Amerika Serikat. Ada sebuah jalur transmisi listrik sepanjang 25 km yang melewati danau ini. Jalur transmisi ini praktis lurus dan memiliki ketinggian yang praktis sama. Fakta tersebut menjadikan objek tersebut cocok untuk mengamati kelengkungan permukaan bumi.

Lanjutkan membaca “Foto Lengkungan Bumi: Jalur Transmisi Lake Pontchartrain, Amerika Serikat”