Mengapa Pasang Tidak Terjadi Pada Danau?

Seluruh laut di seluruh dunia saling terhubung. Air bisa bergerak dan mengalir dengan bebas antara laut di seluruh dunia. Itu sebabnya terjadi pasang di laut. Air dapat mengalir dari laut yang mengalami surut ke laut yang mengalami pasang.

Sebaliknya, danau saling terisolasi. Danau-danau di seluruh dunia tidak saling terhubung. Akibatnya pasang yang besarnya signifikan tak mungkin terjadi pada danau.

Saat laut mengalami pasang naik, volume air bertambah, dan volume air ini dikirim dari lokasi lain yang mengalami surut. Air laut mengalir dari lokasi yang surut menuju lokasi yang pasang.

Pada danau tidak terjadi mekanisme ini. Walaupun gaya gravitasi yang diterima danau lebih besar saat bulan purnama, tidak ada tambahan volume air yang dapat diterima. Oleh karena itu pasang tidak dapat terjadi.

Selain danau, hal yang sama juga terjadi pada badan air yang lain, seperti kolam, waduk, bendungan, telaga, empang, sawah dan sebagainya. Termasuk juga air di ember dan di gelas. Semuanya tak mengalami pasang naik karena tak dimungkinkan air mengalir dari lokasi lain yang mengalami surut.

Danau sebenarnya mengalami pasang, tetapi dalam skala yang jauh lebih kecil. Danau-danau besar Amerika Utara, misalnya, hanya mengalami pasang tak lebih dari 5 cm. Akibatnya danau-danau ini tak disebut mengalami pasang (non-tidal).

Penganut Bumi datar sering menyebut-nyebut ‘masalah’ tak adanya pasang di danau sebagai ‘kejanggalan teori Bumi bulat’. Kenyataannya sama sekali tak ada masalah. Sains dapat menjelaskan fenomena tersebut dengan baik dan konsisten. Masalahnya terjadi hanya karena mereka tak mengerti.

Referensi