Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan

Jika kita naik pesawat, menutup mata dan telinga, kita tidak akan merasakan bahwa pesawat dengan bergerak dengan kecepatan lebih dari 900 km/jam. Namun apabila pesawat menambah atau mengurangi kecepatan, berbelok, atau mengubah ketinggian, kita dapat dengan mudah merasakannya.

Sama halnya dengan gerakan rotasi dan revolusi Bumi. Permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 1656 km/jam, dan Bumi berevolusi dengan kecepatan 107000 km/jam. Kita tak pernah merasakan ini karena kecepatannya selalu konstan, dengan kata lain percepatannya nol.

Tanpa indera penglihatan dan pendengaran, yang dapat kita rasakan adalah percepatan, bukan kecepatan. Kita merasakan percepatan melalui sistem vestibular di telinga bagian dalam. Karena sistem ini, kita bisa menjaga keseimbangan saat berdiri.

Bagaimana kita mengetahui pesawat memiliki kecepatan? Dengan menggunakan indera penglihatan kita. Kita bisa melihat ke luar melalui jendela dan mengamati bahwa objek-objek di luar bergerak, menandakan bahwa pesawat yang kita naiki sedang bergerak.

Sama halnya dengan gerak rotasi dan revolusi Bumi. Kita dapat mengetahui Bumi berotasi dan berevolusi misalnya dari gerakan benda langit. Dengan mengamati Matahari, Bulan, bintang-bintang planet dan benda langit lainnya, kita bisa menyimpulkan bahwa Bumi bergerak.

Di pesawat, kita bisa saja menolak untuk melihat keluar jendela, tetapi kita tentunya tak dapat menyimpulkan bahwa pesawat sedang tidak bergerak, dan bahwa penumpang lain yang melihat keluar jendela itu salah semua.

Tak jauh berbeda dengan kasus kita sebagai penghuni Bumi.

Batasan Besar Percepatan yang Dapat Dideteksi Manusia

Nesti et al 2013 merangkum hasil dari beberapa percobaan. Dari beberapa percobaan tersebut, batas terkecil percepatan yang dapat kita rasakan adalah 0.02 m/s².

Percepatan Sentrifugal Akibat Rotasi dan Revolusi Bumi

Bumi berotasi memang akan mengakibatkan percepatan sentrifugal di khatulistiwa sebesar 0.03 m/s². Namun besaran ini praktis satu sumbu dengan percepatan gravitasi yang besarnya 9.8 m/s², sehingga kita tidak merasakannya. Selain itu, dalam banyak kasus, angka percepatan gravitasi sebenarnya juga sudah memperhitungkan percepatan sentrifugal ini.

Revolusi Bumi akan mengakibatkan percepatan sentrifugal sebesar sekitar 0.006 m/s². Ini di bawah batas kita untuk merasakannya. Selain itu Bumi dalam kondisi free fall, dan gaya tarik Matahari akan sama dengan gaya sentrifugal, sehingga percepatan tersebut tidak akan memiliki efek kepada kita.

Percepatan Akibat Eksentrisitas Orbit

Menurut hukum Kepler, benda mengorbit dengan lintasan berbentuk irisan kerucut, dan kecepatan Bumi berubah menurut siklus tergantung dari posisinya. Untuk kasus Bumi mengorbit Matahari, percepatan rata-rata yang dihasilkan dari gerakan orbit ini adalah sekitar 0.0000635938 m/s².

Itu adalah angka yang sangat kecil, dan sangat jauh di bawah batas persepsi manusia untuk merasakannya.

Analogi “Bergerak di Luar Pesawat”

Beberapa penganut Bumi datar akan menolak analogi ini karena udara di dalam pesawat ‘terpisah’ dengan udara di luar, sedangkan atmosfer bumi ‘tidak terpisah’ dengan luar angkasa.

Analogi mereka tentunya tidak bisa digunakan karena atmosfer Bumi juga turut berotasi dengan permukaan Bumi. Jika tidak, maka kita yang di sekitar khatulistiwa akan terkena angin dengan kecepatan lebih dari 1600 km/jam!

Analogi menjadi penumpang pesawat sudah tepat karena dengan analogi ini, udara di kabin pesawat turut bergerak bersama-sama dengan pesawat.

Referensi