Proyeksi Peta dan Distorsi Peta

Featured Video Play Icon

Bumi itu bulat, berbentuk tiga dimensi. Tetapi pada kebanyakan kasus, kita bekerja pada media dua dimensi, misalnya kertas, layar komputer, televisi, layar ponsel, papan tulis, dan sebagainya. Untuk menggambarkan permukaan Bumi pada bidang dua dimensi, maka diperlukan untuk mengubah permukaan Bumi yang melengkung menjadi rata dengan menggunakan satu dari beberapa proyeksi peta.

Seluruh jenis proyeksi menghasilkan distorsi pada hasilnya. Beberapa penganut Bumi datar berpikir bahwa distorsi adalah ‘bukti’ kegagalan sains modern untuk menjelaskan Bumi. Mereka salah.

Distorsi peta hanyalah konsekuensi dari proses mengubah bentuk tiga dimensi menjadi dua dimensi. Tak mungkin membuat peta yang tak memiliki distorsi. Sama halnya tak mungkin untuk membuat sebuah bola menjadi rata tanpa mengguntingnya.

Beberapa distorsi peta itu wajar dan dapat diterima, tetapi ada juga yang tidak. Ada banyak jenis proyeksi peta.  Masing-masing dibuat untuk mempertahankan sifat tertentu dari bentuk bulat Bumi dengan mengorbankan sifat yang lain. Sebuah proyeksi bisa saja cocok untuk satu keperluan, tetapi tidak cocok untuk keperluan lain.

Mereka mengklaim ‘peta Bumi datar’ tak memiliki distorsi, dan penganut Bumi datar menganggapnya sebagai ‘bukti’ kebenarannya. Mereka salah. Sebuah peta hanya dapat bebas distorsi apabila bentuk sesungguhnya juga datar, tetapi kenyataannya tidak demikian.

Semua peta Bumi memiliki distorsi hanya karena peta adalah penggambaran dua dimensi dari bentuk tiga dimensi. Tetapi bukan berarti tak ada penggambaran Bumi yang tak memiliki distorsi. Kita menyebutnya ‘globe’.

Referensi