Proyeksi Psikologis

Mengapa orang mempercayai teori konspirasi? Menurut penelitian, salah satu faktornya adalah hal yang dinamakan ‘proyeksi psikologis’.

‘Proyeksi psikologis’ adalah sifat psikologis manusia dimana kita cenderung mengalamatkan kekurangan diri kita sendiri kepada orang lain. Jika kita memiliki sebuah kekurangan, beberapa dari kita cenderung melihat kekurangan tersebut pada diri orang lain.

Dalam kasus bumi Datar, oknum-oknum pemrakarsa teori Bumi datar akan terus menerus menciptakan ad-hoc hypothesis untuk menutupi kelemahan teori Bumi datar, tetapi tanpa merasa perlu untuk membuktikan hipotesis-hipotesis tersebut. Jika ada kelemahan pada sebuah ad-hoc hypothesis, maka mereka akan dengan senang hati menciptakan ad-hoc hypothesis yang lain untuk menambal kelemahan tersebut. Begitu seterusnya sampai rangkaian ad-hoc hypothesis ini panjang mengular, dan bahkan tak jarang saling tidak konsisten.

Suatu saat, rangkaian-rangkaian ad-hoc hypothesis ini banyak yang akhirnya bermuara pada teori konspirasi. Untuk menyelamatkan teori Bumi datar kesayangan mereka, tak ada pilihan lain bagi mereka selain menuduh orang lain berkonspirasi.

Beberapa dari kita terjebak pada teori konspirasi ciptaan oknum-oknum ini. Tapi hal ini diakibatkan oleh ‘proyeksi psikologis’: anggaplah kita menjadi seorang ilmuwan di lembaga antariksa seperti LAPAN dan NASA, mungkin saja sebagian dari kita akan melakukan konspirasi yang sama apabila memang ada kesempatan. Hal tersebut menyebabkan kita menuduhkan hal yang sama ke orang lain. Secara tak sadar kelemahan moral kita tersebut menjadi prasangka dan fitnah yang kita tuduhkan kepada ilmuwan-ilmuwan lembaga antariksa saat ini.

Padahal, sebenarnya teori konspirasi tersebut kita percayai hanya karena standar moral kita yang terlalu rendah.

Credit

Komik dibuat menggunakan Comix I/O, sebuah editor komik dengan style xkcd.

Referensi