Sinar Matahari Praktis Sejajar, Tetapi Tidak Sejajar Sempurna

Matahari memancarkan sinarnya ke segala arah. Namun karena jaraknya sangat jauh, sinar Matahari yang kita terima praktis sejajar. Dari pengamat di Bumi, sinar yang datang dari Matahari membentuk sudut maksimum sebesar sekitar 0.53°. Sudut tersebut sangat kecil, sehingga sinar Matahari kita rasakan praktis sejajar, namun tidak sejajar sempurna.

Kaum Bumi datar sering mempermasalahkan bahwa kita sering mengatakan sinar Matahari itu sejajar, namun pada ilustrasi gerhana Matahari, sinar Matahari digambarkan menyudut. Hal tersebut hanyalah miskonsepsi. Sinar Matahari itu dapat dianggap sejajar untuk banyak keperluan sehari-hari. Tetapi untuk keperluan seperti gerhana Matahari, sudut maksimum yang dibentuk sinar Matahari perlu diperhitungkan.

Pada banyak keperluan sehari-hari, sudut yang dibentuk sinar Matahari sangat kecil untuk berpengaruh pada hal yang kita lakukan. Untuk keperluan jam Matahari, misalnya, jarak dari objek ke bayangan sangat pendek, sehingga sudut 0.53° tersebut tidak berpengaruh untuk keperluan tersebut.

Namun apabila perhitungan melibatkan jarak antara yang objek dan bayangannya yang relatif jauh, maka sudut maksimum sinar Matahari ini perlu diperhitungkan. Pada kasus gerhana Matahari, sudut yang dibentuk oleh sinar Matahari itu penting untuk mengukur jenis gerhana Matahari yang terjadi, gerhana Matahari total atau cincin. Dan juga penting untuk menentukan lintasan terjadinya gerhana.

Singkatnya: sinar matahari praktis sejajar, tetapi tidak sejajar sempurna. Kaum Bumi datar itu gemar mencari celah di kata-kata yang kita sampaikan. Jika berkomunikasi dengan mereka, akan sangat membantu bila kita menambahkan kata ‘praktis’ sebelum setiap kata sifat. Jika tidak, mereka akan secara tak sadar menambahkan sendiri kata ‘sempurna’ setelah setiap kata sifat.

Contoh Lainnya

Karena sinar Matahari tidak datang sejajar sempurna, sebuah balon udara dengan diameter 20 meter akan kehilangan bayangan umbra-nya jika jarak ke bayangannya melebihi 2153 meter.

Sebuah bola sepak berdiameter 22 cm akan kehilangan bayangan umbra-nya pada jarak sekitar 24 meter ke bayangannya.

Sebuah koin berdiameter 2 cm akan kehilangan bayangan umbra-nya pada jarak sekitar 2.16 meter ke bayangannya.

Kamu juga dapat melakukan perhitungan yang sama dengan menggunakan rumus: s / tan(0.53°), dengan s adalah ukuran benda yang dimaksud.

Contoh perhitungan menggunakan Google Calculator:

Bagaimana dengan Bulan? Diameter Bulan adalah 3474 km. Maka menurut perhitungan, Bulan akan kehilangan bayangan umbra-nya pada jarak 375547 km.  Jarak Bumi-Bulan antara 362600 km dan 405400 km, setelah dikurangi jari-jari Bumi menjadi antara 356229 km dan 399029 km. Oleh karena itu dimungkinkan terjadinya peristiwa gerhana Matahari total di permukaan Bumi.