Stellar Parallax

Stellar parallax adalah gerakan bintang yang diamati dari Bumi akibat Bumi bergerak mengelilingi Matahari. Akibat bintang sangat jauh, stellar parallax sangatlah kecil dan sulit untuk diamati. Stellar parallax baru dapat dibuktikan ada pada abad ke-19.

Penganut Bumi datar mengklaim bahwa stellar parallax tidak ada, dan menjadikan ‘fakta’ tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi tidak bergerak. Mereka salah.

Galileo adalah salah satu pendukung teori heliosentris: Matahari pusat tata surya, dan Bumi mengelilingi Matahari. Apabila Bumi mengelilingi Matahari, maka seharusnya dapat dilihat gerakan melingkar bintang-bintang akibat revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Masalahnya Galileo dan astronom lain tak bisa membuktikannya.

Pada jaman tersebut, dengan teknologi yang ada pada saat itu, tidak dapat diamati adanya stellar parallax. Namun bukan berarti stellar parallax tidak ada. Stellar parallax baru dapat diamati pada tahun 1838, hampir 200 tahun setelah Galileo meninggal dunia.

Stellar parallax sulit diamati karena gerakan stellar parallax sangat kecil. Untuk ilustrasi, bintang dengan stellar parallax terbesar adalah Proxima Centauri yang memiliki parallax 0.7687 arcsec. Sudut tersebut sama dengan benda selebar 2 cm pada jarak sejauh 5.3 km.

Jaman sekarang, stellar parallax didapatkan melalui pengamatan satelit teleskop seperti Hipparcos, Hubble dan Gaia. Dari data stellar parallax dapat dihitung jarak kita ke bintang.

Ilustrasi

Ilustrasi adalah gerakan bintang hasil pengamatan satelit Hipparcos. Gerak adalah gabungan gerak melingkar akibat stellar parallax, dan gerak diri yang merupakan gerakan bintang itu sendiri.

Ukuran tidak dalam skala yang sebenarnya.

Referensi