Simulasi dan Observasi

Untuk mengetahui apakah sebuah observasi sesuai dengan model Bumi bulat, kita bisa membuat simulasi untuk mengetahui hasil yang diharapkan, lalu kita cek apakah sesuai dengan pengamatan.

Kaum Bumi datar gemar menolak hasil simulasi karena tidak nyata. Faktanya, simulasi disampaikan bukan untuk membantah hasil observasi mereka, tetap untuk menunjukkan bahwa hasil observasi mereka konsisten dengan fakta Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Simulasi dan Observasi”

Kenampakan Pegunungan Himalaya dari India Akibat Karantina Wilayah COVID-19

Karantina wilayah (lockdown) akibat wabah COVID-19 mengurangi tingkat polusi di India. Akibatnya, pegunungan Himalaya yang sebelumnya tak terlihat karena polusi menjadi terlihat dari jarak sekitar 200 km. Hal ini konsisten dengan ekspektasi jika Bumi berbentuk bulat dengan jari-jari 6371 km.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa kenampakan Pegunungan Himalaya tersebut tidak mungkin terjadi jika Bumi bulat karena jaraknya yang terlalu jauh. Faktanya, walaupun jaraknya jauh, puncak pegunungan tersebut juga sangat tinggi, lebih dari 4400 m di atas permukaan laut.

Lanjutkan membaca “Kenampakan Pegunungan Himalaya dari India Akibat Karantina Wilayah COVID-19”

Kalkulator Lengkungan Bumi Versi Dizzib

Kalkulator dari Dizzib adalah salah satu kalkulator lengkungan Bumi yang paling populer di Internet. Sayangnya, kalkulator tersebut tidak memperhitungkan refraksi atmosfer, sehingga tidak cocok untuk menentukan kenampakan objek di kejauhan.

Banyak kaum Bumi datar menggunakan kalkulator Dizzib untuk melakukan analisis kenampakan objek di kejauhan, dan menyebabkan mereka mengambil kesimpulan yang salah. Jika kita dapat melihat kalkulator Dizzib digunakan pada gambar/video dari kaum Bumi datar, kita dapat mudah mengesampingkan kesimpulan mereka.

Lanjutkan membaca “Kalkulator Lengkungan Bumi Versi Dizzib”