Peta Azimuthal-Equidistant BUKAN Peta Bumi Datar

Peta azimuthal equidistant adalah proyeksi dari Bumi bulat ke bidang dua dimensi. Peta ini memiliki distorsi, seperti peta lainnya.

Kaum Bumi datar membajak bentuk dari peta azimuthal equidistant, dan mengklaimnya sebagai “peta Bumi datar.” Walau bentuknya sama, sifat keduanya berbeda. Yang mereka klaim sebagai “peta Bumi datar” ini adalah bentuk yang diperkecil dari “Bumi datar” dan diklaim tak memiliki distorsi.

Beberapa organisasi memakai peta azimuthal equidistant & kaum Bumi datar mengira hal tersebut “dukungan” kepada Bumi datar. Faktanya, itu adalah peta azimuthal equidistant, yang tak ada hubungannya dengan Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Peta Azimuthal-Equidistant BUKAN Peta Bumi Datar”

Lensa Fisheye dan Distorsi Lensa

Featured Video Play Icon

Lensa fotografi tertentu dapat memiliki karakteristik dan besar distorsi yang berbeda dari lensa lainnya. Walaupun terdapat perbedaan, garis lurus akan selalu terlihat lurus apabila garis tersebut melintasi titik tengah dari foto.

Kaum Bumi datar menolak foto yang diambil lensa fisheye. Faktanya, kita tahu persis sifat lensa tersebut & bisa menggunakan pengetahuan tersebut untuk mengetahui apakah garis di foto lurus, walaupun diambil dengan lensa fisheye.

Lanjutkan membaca “Lensa Fisheye dan Distorsi Lensa”

Peta Konformal vs Equal-Area

Semua peta mendistorsi bentuk Bumi, dan didesain untuk mempertahankan sifat tertentu dengan mengorbankan sifat yang lain. Peta konformal mempertahankan bentuk dan mengorbankan luas. Peta equal-area mempertahankan luas dengan mengorbankan bentuk.

Terdapat teori konspirasi yang keliru mengklaim bahwa peta sengaja dirancang untuk membohongi kita mengenai luas daratan. Faktanya, ada jenis peta equal-area jika kita menginginkan luas daratan yang akurat tetapi dengan mengorbankan bentuknya.

Lanjutkan membaca “Peta Konformal vs Equal-Area”

Mengapa Lensa Fisheye Digunakan

Kamera dengan lensa fisheye digunakan di ISS, balon stratosfer, peluncuran roket, dan banyak keperluan lain. Penyebabnya adalah lensa fisheye memiliki beberapa kelebihan daripada lensa lain.

Kaum Bumi datar mengklaim terdapat niat jahat di balik pemakaian lensa fisheye. Faktanya, penggunaan lensa fisheye adalah hal yang wajar. Jika diinginkan hasilnya berupa citra rektilinear, tidak sulit untuk mengkonversi citra fisheye menjadi rektilinear.

Lanjutkan membaca “Mengapa Lensa Fisheye Digunakan”

Pusat dari Peta Azimuthal Equidistant

Featured Video Play Icon

Kaum Bumi datar mencontek bentuk dari peta azimuthal equidistant yang terpusat di Kutub Utara dan mengklaimnya sebagai “peta Bumi datar.” Peta azimuthal equidistant yang sesungguhnya bukanlah “peta Bumi datar,” dan tak harus berpusat di Kutub Utara.

Pada peta azimuthal equidistant, semua titik pada peta memiliki jarak yang proporsional dari titik pusat, tetapi hanya dari titik pusat. Jarak antara dua titik lainnya mengalami distorsi.

Lanjutkan membaca “Pusat dari Peta Azimuthal Equidistant”

Blue Marble dan Permukaan Bumi yang Terlihat

Blue Marble adalah foto Bumi yang diambil oleh awak Apollo 17 saat mereka pergi menuju Bulan. Foto ini diambil dari ketinggian 29000 km dari permukaan Bumi.

Kaum Bumi datar menolak foto tersebut dengan alasan terlalu sedikit daerah Bumi yang terlihat. Hal ini terjadi hanya karena mereka tak memperhitungkan sifat distorsi pada peta.

Lanjutkan membaca “Blue Marble dan Permukaan Bumi yang Terlihat”

Distorsi Pada Peta Azimuthal Equidistant

Featured Video Play Icon

Peta azimuthal equidistant adalah sebuah proyeksi dari bentuk Bumi yang bulat. Akibatnya, peta ini memiliki distorsi dalam hal jarak, bentuk, arah dan luas. Seperti peta azimuthal equidistant, semua jenis peta memiliki distorsi , dengan sifat distorsi yang berbeda-beda untuk proyeksi peta yang berbeda-beda.

Untuk menjelaskan sifat distorsi pada peta azimuthal equidistant, pada peta di ilustrasi, delapan titik kuning memiliki jarak 5000 km dari titik merah, dan mengarah ke seluruh arah mata angin, dan arah-arah di antaranya. Dapat kita lihat bahwa jarak, bentuk, arah dan luas pada Bumi bulat yang sebenarnya belum tentu ditampilkan dengan sempurna pada peta azimuthal equidistant akibat adanya distorsi.

Lanjutkan membaca “Distorsi Pada Peta Azimuthal Equidistant”

Peta Udara Tahun 1943/1945 (“Air Map of the World”)

Kaum Bumi datar menemukan sebuah peta penerbangan pada tahun 1943 dengan judul “Air Map of the World.” Karena bentuknya sama dengan “peta Bumi datar” yang fiktif, mereka lalu keliru menyimpulkannya sebagai “peta Bumi datar.” Faktanya, peta tersebut adalah peta dengan proyeksi Azimuthal Equidistant yang memiliki distorsi, hanya representasi bentuk Bumi bulat pada bidang datar, dan tidak menggambarkan bentuk Bumi yang sesungguhnya.

Fakta tersebut sebenarnya telah dijelaskan dengan sangat panjang lebar pada peta itu sendiri pada keterangan-keterangan yang diletakkan di setiap pojok peta. Sayangnya, peta tersebut beredar di kalangan komunitas korban-korban Bumi datar dengan resolusi yang rendah, sehingga penjelasan yang seharusnya dapat meluruskan hoax tersebut menjadi tidak dapat terbaca.

Lanjutkan membaca “Peta Udara Tahun 1943/1945 (“Air Map of the World”)”

Video Fisheye

Featured Video Play Icon

Pada gambar yang diambil dengan lensa fisheye, garis lurus akan tetap lurus jika garisnya melintasi titik tengah gambar. Kita dapat gunakan sifat tersebut untuk menentukan apakah sebuah garis benar-benar lurus di dunia nyata.

Pada video yang diambil dengan lensa fisheye dari ketinggian, seharusnya ada banyak momen saat horizon melintasi titik tengah gambar, dan kita dapat gunakan momen-momen tersebut untuk membuktikan lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Video Fisheye”

Proyeksi Peta dan Distorsi Peta

Featured Video Play Icon

Bumi itu bulat, berbentuk tiga dimensi. Tetapi pada kebanyakan kasus, kita bekerja pada media dua dimensi, misalnya kertas, layar komputer, televisi, layar ponsel, papan tulis, dan sebagainya. Untuk menggambarkan permukaan Bumi pada bidang dua dimensi, maka diperlukan untuk mengubah permukaan Bumi yang melengkung menjadi rata dengan menggunakan satu dari beberapa proyeksi peta.

Seluruh jenis proyeksi menghasilkan distorsi pada hasilnya. Beberapa penganut Bumi datar berpikir bahwa distorsi adalah ‘bukti’ kegagalan sains modern untuk menjelaskan Bumi. Faktanya, distorsi peta hanyalah konsekuensi dari proses mengubah bentuk tiga dimensi menjadi dua dimensi. Tak mungkin membuat peta yang tak memiliki distorsi. Sama halnya tak mungkin untuk membuat sebuah bola menjadi rata tanpa mengguntingnya.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Peta dan Distorsi Peta”

Daerah Siang dan Malam Pada Bumi Datar

Featured Video Play Icon

Pada setiap saat, bagian Bumi yang mengalami siang hari sama luasnya dengan daerah yang mengalami malam hari. Alasannya adalah Matahari jaraknya sangat jauh, dan akan menyinari setengah bagian Bumi, dan setengahnya lagi tak mendapat sinar Matahari.

Apabila kita gambarkan daerah-daerah di Bumi yang mendapatkan sinar Matahari pada sebuah peta dengan proyeksi azimuthal-equidistant yang terpusat pada kutub utara, Matahari akan menyinari daerah berbentuk mirip elips pada musim panas utara, dan bentuk seperti ‘lampu Batman’ pada musim dingin. Pada ekuinoks, Matahari akan terlihat menyinari daerah berbentuk setengah lingkaran.

Lanjutkan membaca “Daerah Siang dan Malam Pada Bumi Datar”