Melihat Bintang di Luar Angkasa

Cahaya bintang itu redup, kita hanya dapat melihat bintang saat mata kita terbiasa untuk gelap. Astronot dapat melihat bintang saat Matahari tertutup dan menghindari melihat objek besar yang disinari Matahari.

Ada astronot yang berkata bintang tak terlihat, tetapi ada pula yang dapat melihatnya. Kaum Bumi datar menggunakan hal tersebut untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Faktanya, kadang astronot dapat melihat bintang, kadang tidak, sama seperti kita, tergantung situasi.

Lanjutkan membaca “Melihat Bintang di Luar Angkasa”

Eksposur Kamera untuk Mengambil Foto Bulan dan Bintang

Featured Video Play Icon

Bagian Bulan yang diterangi Matahari jauh lebih terang daripada bintang. Tetapi kamera tak dapat menangkap objek yang terlalu terang dan yang terlalu redup sekaligus. Kita dapat menambah eksposur untuk memperlihatkan bintang, tetapi lalu Bulan akan menjadi terlalu terang.

Kaum Bumi datar mengklaim tak adanya bintang pada foto yang diambil dari luar angkasa adalah “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, penyebabnya sama dengan bahwa bintang juga tak terlihat pada foto Bulan yang diambil dengan eksposur yang sesuai.

Lanjutkan membaca “Eksposur Kamera untuk Mengambil Foto Bulan dan Bintang”

Albedo Visual dari Bulan dan Bumi

Albedo visual adalah ukuran sinar Matahari yang dipantulkan oleh benda langit. Albedo visual dari Bumi adalah 0,37, sedangkan albedo visual dari Bulan adalah 0,12.

Bulan terlihat gelap jika Bumi juga terlihat di foto yang sama. Kaum Bumi datar menjadikan hal tersebut sebagai “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, tingkat kecerahan Bulan yang terlihat pada foto hanyalah masalah pemilihan eksposur kamera yang tepat. Tetapi jika Bumi juga terlihat di dalam foto, meningkatkan eksposur akan membuat Bumi terlihat terlalu terang.

Lanjutkan membaca “Albedo Visual dari Bulan dan Bumi”

Kilauan / Glare

Featured Video Play Icon

Kilauan (glare) dapat terlihat di sekeliling sumber cahaya, dan menyebabkan sumber cahaya terlihat seakan lebih besar di foto.  Semakin besar eksposur kamera, maka semakin besar kilauan yang terlihat di foto.

Banyak misinformasi Bumi datar bersumber dari ketidaktahuan mengenai fotografi, seperti soal kilauan dan bagaimana menghilangkan kilauan dengan mengubah eksposur atau menggunakan solar filter. Menggunakan eksposur normal seperti yang digunakan untuk pemandangan sehari-hari untuk mengambil foto Matahari akan menghasilkan kilauan di sekeliling Matahari. Untuk memperlihatkan ukuran Matahari yang sesungguhnya, eksposur harus dikurangi, melalui setting kamera, atau dengan menggunakan solar filter.

Lanjutkan membaca “Kilauan / Glare”

Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total

Foto-foto perkembangan gerhana Bulan diambil dengan eksposur kamera yang bertambah untuk mengimbangi kecerahan Bulan yang berkurang. Perbedaan eksposur mulai Bulan purnama sampai dengan gerhana total dapat mencapai 19EV, atau daya tangkap cahaya ditambah sebesar 500000×.

Foto-foto gerhana Bulan terlihat dengan kecerahan yang konstan dan kaum Bumi datar —yang sepertinya belum pernah menyaksikan sendiri gerhana Bulan— mengklaim hal tersebut adalah “bukti” gerhana Bulan bukanlah akibat bayangan Bumi. Faktanya, foto-foto tersebut dibuat memiliki kecerahan sama dengan mengubah eksposur pada kamera yang digunakan.

Lanjutkan membaca “Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total”

Earthshine dan Fase Bulan

Earthshine adalah cahaya di bagian Bulan yang mengalami malam hari akibat mendapat cahaya dari Bumi. Earthshine dapat dengan mudah diamati dengan teknik fotografi long-exposure.

Ada kaum Bumi datar yang mengklaim Bulan transparan atau tidak bulat. Dengan mengamati earthshine menggunakan kamera, mudah untuk membuktikan klaim mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine dan Fase Bulan”

Nikon P900 & P1000: Melakukan Fokus dan Eksposur dengan Benar

Featured Video Play Icon

Nikon P900 & P1000 adalah kamera dengan zoom yang panjang, tetapi seperti banyak kamera lainnya, juga memiliki kesulitan dalam melakukan fokus dan metering secara otomatis untuk kasus objek yang kecil tetapi terang, dengan latar belakang yang gelap. Karena itu membutuhkan mode manual dan trik-trik khusus jika kita ingin mengambil gambar bintang atau planet dengan benar.

Kaum Bumi datar gemar mengarahkan Nikon P900/P1000 ke bintang & planet, lalu mengambil gambar yang tidak terfokus, dan mempercayai hasilnya adalah “foto bintang dan planet yang asli.” Faktanya, hal tersebut hanyalah hasil dari kegagalan mereka dalam mengoperasikan kamera.

Lanjutkan membaca “Nikon P900 & P1000: Melakukan Fokus dan Eksposur dengan Benar”

Matahari Terbenam dan Solar Filter

Featured Video Play Icon

Ukuran Matahari yang terlihat praktis konstan sepanjang hari, dilihat oleh siapapun yang ada di Bumi, mulai dari terbit sampai terbenam. Hal ini adalah bukti bahwa model Bumi datar tidaklah benar, dan hanya konsisten jika Bumi bulat.

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan video Matahari terlihat mengecil saat terbenam. Hal tersebut hanyalah akibat kegagalan mereka mengontrol exposure kamera. Dengan solar filter atau pengaturan exposure di kamera secara manual, ukuran Matahari akan terlihat konstan sepanjang hari.

Fakta bahwa ukuran Matahari terlihat konstan sepanjang hari, oleh siapapun yang ada di Bumi, mulai dari terbit sampai terbenam hanya memungkinkan jika Matahari jaraknya sangat jauh dibandingkan jarak antara pengamat-pengamat yang ada di Bumi.

Melakukan Zoom Pada Matahari Terbenam

Featured Video Play Icon

Zoom pada kamera bekerja dengan cara memperbesar bagian tengah dari gambar, atau dengan cara mempersempit field of view dari kamera. Melakukan zoom ke Matahari terbenam tak akan memperlihatkan lebih banyak dari Matahari, dan hanya akan memperbesar ukuran Matahari pada gambar yang dihasilkan.

Kaum Bumi datar mengklaim zoom dapat memperlihatkan kembali Matahari yang sudah terbenam. Mereka salah. Hal tersebut hanya akibat kesalahan setting exposure kamera. Faktanya, zoom tak akan pernah dapat memperlihatkan kembali Matahari yang sudah terbenam.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Pada Matahari Terbenam”