Dilema Lengkungan Bumi

Kapal menghilang mulai dari bagian bawahnya adalah efek dari lengkungan Bumi, bukan observasi langsung terhadap lengkungan Bumi. Lengkungan hanya dapat kita lihat dari ketinggian yang signifikan, tidak dekat permukaan Bumi.

Kaum Bumi datar menganggap hal tersebut sebagai dilema: 1. Lengkungan tidak terlihat karena Bumi terlalu besar, tetapi 2. Kita dapat melihat kapal tertutup lengkungan Bumi. Faktanya, itu adalah dilema yang keliru. Kasus kapal menghilang mulai dari bagian bawahnya adalah efek dari lengkungan Bumi, bukan lengkungan Bumi itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Dilema Lengkungan Bumi”

Hipotesis Keliru Mengenai Pengamatan Objek di Kejauhan

Kaum Bumi datar gemar mengamati kenampakan objek di kejauhan, tetapi observasi tersebut tidak akan dapat membuktikan Bumi itu datar.

Pengamatan mengenai kenampakan objek di kejauhan paling jauh hanya dapat membuktikan Bumi tidak bulat dengan jari-jari 6371 km. Bumi datar hanya satu dari kemungkinan lain yang sangat banyak. Bisa saja Bumi tetap bulat, tetapi ukurannya jauh lebih besar.

Lanjutkan membaca “Hipotesis Keliru Mengenai Pengamatan Objek di Kejauhan”

Dikotomi Palsu

Sesat pikir (fallacy) dikotomi palsu atau dilema palsu (false dichotomy atau false dilemma) terjadi jika seseorang memberikan dua buah pandangan atau pilihan seakan-akan hanya kedua hal tersebut yang benar: jika salah satu benar, maka yang lain pasti salah. Faktanya, ada banyak skenario alternatif, bukan hanya kedua pilihan tersebut.

Kaum Bumi datar gemar ‘membuktikan’ Bumi tidak bulat dengan berbagai macam alasan yang bersumber dari ketidakpahaman mereka. Lalu mereka anggap hal tersebut sebagai ‘bukti’ bahwa Bumi datar. Ini adalah sesat pikir karena bisa saja Bumi berbentuk lain.

Lanjutkan membaca “Dikotomi Palsu”