Pepatah Hyman

Pepatah Hyman berbunyi:

“Hindari menjelaskan sesuatu hal sebelum anda yakin ada hal yang perlu dijelaskan.”

Kita dapat ikuti yang dikatakan pepatah ini pada sangat banyak situasi yang berkaitan dengan Bumi datar, dan menghindari usaha yang sia-sia.

Lanjutkan membaca “Pepatah Hyman”

Kontekstualisme dan Bumi Datar

Kontekstualisme adalah memperlakukan hal yang kita tahu sebagai berbeda tergantung dari konteksnya. Kita dapat gunakan kontekstualisme sebagai alat pikir untuk menjelaskan Bumi itu bulat, tanpa perlu mengetahui detil penjelasan ilmiahnya.

Kaum Bumi datar suka menggeser konteks ke dimana kita tak lagi berperilaku seperti manusia normal. Karena hanya pada konteks ini, sebagian besar kita tidak mungkin mengetahui bentuk Bumi sebenarnya.

Namun pada konteks dimana kita semua berperilaku seperti manusia normal, tak ada masalah untuk menyimpulkan Bumi itu bulat.

Lanjutkan membaca “Kontekstualisme dan Bumi Datar”

Kettle Logic: Penjelasan Model Bumi Datar Yang Saling Bertentangan

Kettle logic adalah istilah untuk menjelaskan seseorang yang menggunakan beberapa alasan untuk membela sesuatu, namun alasan-alasan tersebut saling bertentangan.

Kettle logic sangat sering ditemui pada penganut Bumi datar. Jika ada fenomena alam yang tak dapat dijelaskan pada model Bumi datar, penganut Bumi datar biasanya akan membuat sebuah model eksperimen untuk menjelaskan bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi dalam model Bumi datar.

Masalahnya? Model-model eksperimen tersebut saling bertentangan satu sama lainnya.

Lanjutkan membaca “Kettle Logic: Penjelasan Model Bumi Datar Yang Saling Bertentangan”

Fallacy ‘Moving the Goalposts’

Penganut paham Bumi datar seringkali melakukan fallacy ‘moving the goalposts’ atau ‘memindahkan tiang gawang’. Apabila ada yang memberikan bukti bahwa klaim penganut Bumi datar tersebut salah, maka mereka akan mengubah klaimnya agar bukti tersebut tidak lagi bisa menjadi bukti. Begitu seterusnya sampai klaim mencapai klaim yang tidak falsifiable, atau tidak mungkin dibuktikan kebenarannya.

Lanjutkan membaca “Fallacy ‘Moving the Goalposts’”

Ideologi Bumi Datar dan Fallacy ‘Lonely Fact’

Salah satu fallacy yang sering dilakukan penganut Bumi datar adalah fallacy ‘hasty generalization’, yaitu menyimpulkan sesuatu dari sangat sedikit kasus yang tidak mewakili keseluruhan kasus. Jika kasus yang dijadikan basis pengambilan kesimpulan hanya satu, maka fallacy ini menjadi fallacy ‘lonely fact’.

Terlebih lagi, mereka dengan sengaja memilih kasus yang menguntungkan mereka, dan digunakan untuk ‘membuktikan’ kasus yang lain itu tidak benar. Ini adalah fallacy lain yang dinamakan ‘cherry-picking’ atau ‘suppressed evidence’.

Beberapa contoh dari fallacy tersebut adalah sebagai berikut:

Lanjutkan membaca “Ideologi Bumi Datar dan Fallacy ‘Lonely Fact’”

Kesesatan Logika CGI Bentuk Kedua

Satu lagi fallacy yang sering dilakukan oleh para korban paham Bumi datar memiliki bentuk sebagai berikut:

  • Pengamatan: tak ada foto atau video dari objek ‘X’ yang bukan CGI.
  • Kesimpulan: ‘X’ tidak ada di dunia nyata.

Pengambilan kesimpulan tersebut salah karena alasan ini:

  1. Sebuah objek yang nyata tetaplah nyata apabila tidak ada orang yang pernah mengambil foto objek tersebut.
  2. Premis awal bisa saja tidak valid karena bisa saja dia hanya tidak tahu ada foto objek yang bersangkutan.

Lanjutkan membaca “Kesesatan Logika CGI Bentuk Kedua”

Kesesatan Logika CGI Bentuk Pertama

Salah satu kesalahan logika yang sering ditemukan di kalangan korban paham Bumi datar adalah yang berhubungan dengan CGI. CGI (computer-generated imagery) adalah penggunaan komputer untuk menghasilkan gambar.

Karena kesalahan logika ini sangat sering ditemukan di kalangan penganut Bumi datar, mari kita beri nama ‘Kesesatan logika CGI’, yang bentuk pertamanya adalah sebagai berikut:

  • Pengamatan: sebuah foto/video objek ‘X’ dibuat dengan CGI
  • Kesimpulan: ‘X’ tidak ada di dunia nyata

Ini adalah kesalahan logika karena bisa saja membuat foto/video CGI dari objek yang ada di dunia nyata.

Lanjutkan membaca “Kesesatan Logika CGI Bentuk Pertama”