Argumen Regres dan Regres Tanpa Akhir

Kaum Bumi datar gemar menggunakan argumen regres. Mereka akan terus menanyakan “apa yang menyebabkannya?” untuk semua pernyataan yang kita sampaikan dengan niat untuk mengubah diskusi menjadi regres tanpa akhir. Saat mencapai pertanyaan yang tidak ada jawabannya, dengan keliru mereka akan mengklaim pernyataan awalnya salah.

Faktanya, kita dapat mengetahui sesuatu ada atau terjadi walaupun kita tidak tahu penyebabnya. Jika kita terus bertanya “apa sebabnya” untuk hal apapun, pada akhirnya kita akan menemui pertanyaan yang tidak atau belum dapat dijawab. Tetapi bukan berarti kita tak mengetahui hal tersebut ada atau terjadi.

Lanjutkan membaca “Argumen Regres dan Regres Tanpa Akhir”

Hipotesis Keliru Mengenai Pengamatan Objek di Kejauhan

Kaum Bumi datar gemar mengamati kenampakan objek di kejauhan, tetapi observasi tersebut tidak akan dapat membuktikan Bumi itu datar.

Pengamatan mengenai kenampakan objek di kejauhan paling jauh hanya dapat membuktikan Bumi tidak bulat dengan jari-jari 6371 km. Bumi datar hanya satu dari kemungkinan lain yang sangat banyak. Bisa saja Bumi tetap bulat, tetapi ukurannya jauh lebih besar.

Lanjutkan membaca “Hipotesis Keliru Mengenai Pengamatan Objek di Kejauhan”

Konspirasi Elit Global

Apabila kaum Bumi datar merasa tidak dapat mempertahankan pendapatnya, beberapa dari mereka akan berdalih bahwa model Bumi datar memang belum sempurna, tapi yang yang terpenting adalah menyelamatkan dunia dari “elit global.”

Kenyataannya, “elit global” hanyalah drama fiktif yang merupakan salah satu dari sekian banyak asumsi di atas asumsi yang mereka ciptakan untuk menutupi lubang-lubang besar menganga yang ada dalam konsep Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Konspirasi Elit Global”

Sesat Pikir Reifikasi

Kita sering menyederhanakan hal yang rumit menjadi model yang lebih sederhana dengan cara mengabaikan hal-hal yang tidak penting, agar dapat memfokuskan kepada hal-hal yang penting. Model lebih mudah dipahami dan memudahkan kita untuk bekerja, tetapi itu tetaplah model, dan tidak memiliki semua sifat dari hal aslinya.

Kaum Bumi datar sering melakukan sesat pikir reifikasi dengan memperlakukan model seperti hal aslinya. Mereka mencari-cari “kesalahan” pada model yang berbeda dari hal aslinya, lalu mereka gunakan untuk mendiskreditkan hal aslinya. Faktanya, model bukan hal aslinya, dan tak dapat dengan sempurna mewakili hal aslinya.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir Reifikasi”

Appeal to Ridicule: Jurus Mencemooh Dalam Konsep Bumi Datar

Appeal to ridicule adalah sesat pikir (fallacy) yang dilakukan dengan cara memperlakukan pendapat pihak lain seakan konyol, lucu atau bodoh, dan dengan demikian tidak layak untuk dipertimbangkan. Lawan bicara dan pendapatnya diperlakukan sebagai objek lelucon.

Bumi datar tak memiliki landasan ilmiah, sehingga kaum Bumi datar sering menggunakan appeal to ridicule. Sebaliknya, argumentasi ilmiah yang sesungguhnya dilakukan tanpa mengolok-olok argumentasi pihak lain.

Lanjutkan membaca “Appeal to Ridicule: Jurus Mencemooh Dalam Konsep Bumi Datar”

Lompat ke Kesimpulan / Jumping to Conclusions

Bias kognitif melompat ke kesimpulan (Bahasa Inggris: jumping to conclusions) terjadi jika seseorang gagal membedakan mana hasil observasi dan mana yang direka dari observasi tersebut (inference). Atau dengan kata lain, “jika seseorang gagal membedakan yang diamati dan yang disimpulkan darinya.”

Banyak “fakta” Bumi datar yang bersumber dari jumping to conclusions. Mereka menarik kesimpulan tanpa fakta yang lengkap demi mencapai kesimpulan yang tak berdasar.

Lanjutkan membaca “Lompat ke Kesimpulan / Jumping to Conclusions”

Saling Menghargai

Tak jarang kita melihat kaum Bumi datar yang dengan nada sopan secara baik-baik menuntut masyarakat umum, komunitas ilmiah dan para profesional untuk memperlakukan mereka dengan baik-baik dan serius. Mereka meminta kita semua untuk menghargai mereka, karena dengan saling menghargai, kita dapat mengetahui bentuk Bumi yang sesungguhnya.

Sikap tersebut adalah hal yang selama ini kita harapkan bersama. Namun saling menghormati berlaku dua arah. Jika mereka menuntut untuk dihormati, mereka pun juga harus menghormati. Saat penganut Bumi datar mulai menghargai pihak lain, saat itu pula mereka tidak lagi dapat mempertahankan kepercayaan Bumi datarnya. Fitnah, berburuk sangka, dan sifat suudzon adalah satu paket dengan konsep Bumi datar, dan tak mungkin dapat dipisahkan.

Lanjutkan membaca “Saling Menghargai”

Analisis Aksiologi

Bentuk Bumi yang benar dapat pula kita ketahui melalui sudut pandang aksiologi. Jika sebuah bentuk Bumi terbentuk memiliki banyak penerapannya di kehidupan sehari-hari, tetapi bentuk Bumi yang lain sama sekali tak memiliki penerapan, maka kita dapat simpulkan bentuk Bumi yang benar adalah yang memiliki banyak penerapan tersebut.

Tidak ada satu pun teknologi yang tergantung dari ‘pengetahuan’ bahwa Bumi datar. Sebaliknya, ada sangat banyak teknologi yang kita gunakan sehari-hari yang tergantung dari pemahaman bahwa Bumi ini berbentuk bulat. Dengan demikian, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Bumi itu bulat.

Lanjutkan membaca “Analisis Aksiologi”

Sesat Pikir ‘Appeal to Definition’

Sesat pikir atau fallacy ‘appeal to definition’ adalah menggunakan sebuah definisi dari sebuah istilah untuk mendukung pendapat, seakan istilah tersebut tak dapat memiliki arti yang lain, atau bahkan arti yang berlawanan. Kaum Bumi datar gemar menggunakan sesat pikir ini, sebagai contoh, pada istilah ‘teori’.

Masalah komunikasi dapat terjadi apabila sebuah istilah salah diartikan oleh pihak yang menerima informasi. Kesalahan tersebut seharusnya dapat dengan mudah diklarifikasi. Pembawa informasi seharusnya dapat dengan mudah menginformasikan arti yang sebenarnya dia maksud. Sesat pikir ‘appeal to definition’ terjadi apabila klarifikasi tersebut ditolak, dan penerima informasi bersikeras untuk menggunakan arti istilah yang salah, yang bukan dimaksud oleh pembawa informasi, untuk mendukung pendapatnya.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir ‘Appeal to Definition’”

Ad Fidentia

Sesat pikir (fallacy) ad-fidentia terjadi jika seseorang menyerang lawannya karena yang bersangkutan dianggap tidak percaya diri, bukan karena isi dari argumennya itu sendiri.

Metode ilmiah adalah metode empiris untuk mendapatkan pengetahuan, yang merupakan proses yang iteratif, dilakukan berulang kali, dimana informasi terus menerus direvisi. Kaum Bumi datar sering mempertanyakan lawannya apakah mereka 100% yakin mengenai klaimnya. Jika kita “mengakui” bahwa ada kemungkinan klaim kita salah, dan dapat direvisi di masa yang akan datang, mereka akan menyalahgunakan hal tersebut untuk “membuktikan” kita salah.

Lanjutkan membaca “Ad Fidentia”

Red Herring

Red herring adalah jurus argumentasi yang merupakan sesat pikir. Pelaku menyampaikan topik yang tidak relevan dengan tujuan mengalihkan pembicaraan dari topik utama, dengan tujuan untuk ‘memenangkan’ argumentasi dengan menyampaikan topik yang diprediksi lebih mudah ‘dimenangkan’.

Kaum Bumi datar sering melakukan red herring secara berulang-ulang karena klaim mereka tidak mungkin untuk dipertahankan. Contohnya, mereka akan menghindari argumentasi yang berhubungan dengan pengamatan langsung, dan mengalihkan pembicaraan ke argumentasi yang tergantung pada pernyataan dari pihak ketiga. Untuk ‘memenangkan’ argumentasi, mereka hanya perlu menggunakan sifat berburuk sangka mereka dan memfitnah pihak ketiga tersebut, dan menambahkan mereka ke dalam daftar ‘antek elit global’.

Lanjutkan membaca “Red Herring”

Sesat Pikir “Notable Effort”

Sesat pikir atau fallacy “notable effort” terjadi jika besarnya usaha dijadikan alasan untuk menerima kesimpulan, padahal besarnya usaha tidak ada hubungannya dengan benar atau salah dari kesimpulan tersebut.

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan usaha yang mereka lakukan untuk ‘membuktikan’ Bumi datar dan bahwa tak ada usaha yang sama dari ‘kaum Bumi bulat.’ Lalu mereka menggunakannya untuk menyimpulkan Bumi datar. Ini adalah sesat logika karena besarnya usaha tak ada hubungannya dengan kebenaran. Usaha lebih sedikit bukan berarti kesimpulannya salah dan usaha yang lebih besar bukan berarti kesimpulannya benar.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir “Notable Effort””

Sesat Pikir Special Pleading / Pembelaan Khusus

Sesat pikir special pleading atau pembelaan khusus terjadi apabila seseorang menerapkan standar, prinsip, atau aturan kepada orang lain, tetapi lalu mengecualikan dirinya sendiri dari kriteria tersebut, tanpa memiliki alasan yang memadai.

Kaum Bumi datar gemar menerapkan aturan dan kondisi yang tak berdasar, yang mereka ciptakan secara spontan demi menolak bukti yang tak sesuai dengan konsep Bumi datar. Tetapi, ketika berurusan dengan yang mereka anggap sebagai ‘bukti’ dari Bumi datar, mereka akan dengan senang hati mengabaikan aturan dan kondisi yang mereka ciptakan sendiri tersebut.

Lanjutkan membaca “Sesat Pikir Special Pleading / Pembelaan Khusus”

Analogi Keliru / False Analogy

Analogi keliru atau false analogy adalah sesat pikir (fallacy) dimana kemiripan pada satu konsep, objek, atau kejadian dijadikan bukti bahwa ada kemiripan yang lain, yang pada kenyataannya sebenarnya tidak mirip.

Hampir semua hal yang kaum Bumi datar klaim sebagai “eksperimen” sebenarnya hanyalah analogi keliru. Mereka akan menggunakan objek sehari-hari yang bentuknya mirip dengan dari objek yang dianalogikan untuk “membuktikan” ada atau tidak adanya sifat lain yang sama pada objek yang dianalogikan. Faktanya, adanya kemiripan antara kedua objek tidaklah cukup untuk “membuktikan” adanya kemiripan yang lain.

Lanjutkan membaca “Analogi Keliru / False Analogy”

Dikotomi Palsu

Sesat pikir (fallacy) dikotomi palsu atau dilema palsu (false dichotomy atau false dilemma) terjadi jika seseorang memberikan dua buah pandangan atau pilihan seakan-akan hanya kedua hal tersebut yang benar: jika salah satu benar, maka yang lain pasti salah. Faktanya, ada banyak skenario alternatif, bukan hanya kedua pilihan tersebut.

Kaum Bumi datar gemar ‘membuktikan’ Bumi tidak bulat dengan berbagai macam alasan yang bersumber dari ketidakpahaman mereka. Lalu mereka anggap hal tersebut sebagai ‘bukti’ bahwa Bumi datar. Ini adalah sesat pikir karena bisa saja Bumi berbentuk lain.

Lanjutkan membaca “Dikotomi Palsu”

Einstein: Eksperimen Pikiran dan “Mimpi di Siang Bolong”

Albert Einstein menggunakan eksperimen pikiran untuk merumuskan teorinya. Teorinya membuat prediksi yang dapat diuji melalui observasi dan eksperimen. Einstein tidak melakukan eksperimen sendiri. Banyak pihak lain yang melakukannya dan membuktikan teori-teori tersebut.

Kaum Bumi datar menolak teori Einstein —terutama yang berhubungan dengan gravitasi— dengan dalih bahwa teorinya dirumuskan melalui eksperimen pikiran dan mimpi di siang bolong. Mereka salah. Teori relativitas telah berkali-kali terbukti melalui banyak eksperimen dan observasi yang dilakukan sangat banyak pihak lain, bahkan sampai saat ini.

Lanjutkan membaca “Einstein: Eksperimen Pikiran dan “Mimpi di Siang Bolong””

Bukti Foto

Bukti foto saja tidaklah cukup untuk membuktikan benda atau kejadian yang ada dalam foto itu nyata. Kebenarannya perlu ditentukan melalui pembuktian melalui induksi, dimana beberapa informasi dipertimbangkan dan dievaluasi bersama-sama.

Kaum Bumi datar sering mengklaim bahwa kita menganggap kebenaran hal-hal tertentu hanya dari bukti foto. Mereka salah. Ada informasi selain dari foto itu sendiri yang juga menjadi bahan pertimbangan dan membuat kita menerima bahwa benda atau kejadian tersebut nyata.

Lanjutkan membaca “Bukti Foto”

Sesat Pemikiran “Menggeser Beban Pembuktian” atau Fallacy “Shifting of the Burden of Proof”

Fallacy/sesat pemikiran “menggeser beban pembuktian” adalah mengklaim sesuatu yang membutuhkan pembuktian, gagal untuk memberikan bukti yang cukup, tetapi lalu menuntut pihak lain untuk memberikan bukti sebaliknya dari hal yang mereka klaim.

Kebanyakan klaim dari kaum Bumi datar hanyalah sekadar klaim, tetapi tidak disertai bukti yang cukup. Salah satu cara bagi mereka untuk untuk mempertahankan pendapatnya adalah dengan melakukan fallacy mengeser beban pembuktian.

Lanjutkan membaca “Sesat Pemikiran “Menggeser Beban Pembuktian” atau Fallacy “Shifting of the Burden of Proof””