Exposure dalam Fotografi

Featured Video Play Icon

Pada fotografi, exposure adalah jumlah cahaya yang mencapai sensor/film kamera, ditentukan dari faktor shutter speed, aperture, dan kecerahan objek. Dengan mengubah exposure dan sensitivitas sensor (ISO), fotografer dapat mendapatkan hasil yang lebih terang atau lebih gelap.

Terlihat jelas bahwa fotografi bukanlah bidang keahlian dari kaum Bumi datar, dan sangat banyak sekali dari miskonsepsi yang beredar di kalangan mereka berasal dari ketidaktahuan mereka mengenai fotografi, salah satunya adalah exposure.

Lanjutkan membaca “Exposure dalam Fotografi”

Foto Bumi Dari Luar Angkasa dan Ukuran Benua Yang Terlihat

Pada foto Bumi yang diambil dari luar angkasa, semakin dekat posisi pengamat dari Bumi, maka semakin sedikit bagian Bumi yang terlihat. Sebaliknya, semakin jauh posisi pengamat dari Bumi, semakin banyak bagian Bumi yang terlihat. Namun sejauh apapun, tidak akan bisa melihat kedua kutub Bumi sekaligus.

Kaum Bumi datar menemukan adanya foto-foto Bumi yang menampilkan ukuran benua yang berbeda-beda, lalu mereka gunakan sebagai alasan untuk berprasangka buruk. Mereka salah. Perbedaan ukuran benua tersebut terjadi hanya karena foto-foto tersebut menampilkan Bumi dilihat dari jarak yang berbeda-beda.

Lanjutkan membaca “Foto Bumi Dari Luar Angkasa dan Ukuran Benua Yang Terlihat”

Noise Sensor Kamera: Penyebab ‘Bintang’ Terlihat Di Sisi Gelap Bulan

Pada beberapa foto Bulan, di bagian gelapnya terlihat bintik-bintik terang yang kemudian diinterpretasikan sebagai ‘bintang’ oleh sebagian penganut Bumi datar. Dari ‘penemuan’ ini, lalu mereka simpulkan bahwa Bulan bentuknya transparan.

Tapi sebenarnya itu bukanlah bintang, melainkan hanyalah noise sensor kamera digital.

Lanjutkan membaca “Noise Sensor Kamera: Penyebab ‘Bintang’ Terlihat Di Sisi Gelap Bulan”

Bagaimana “Membuktikan” Sebuah Bola Basket (atau Objek Bulat Lainnya) itu Datar

Jika kita memperbesar permukaan sebuah benda bulat, maka jika pembesaran yang dilakukan cukup besar, permukaan benda bulat tersebut akan terlihat datar. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan lensa makro seperti yang dilakukan oleh pengguna Reddit Useless-Pickles.

Hal ini membuktikan bahwa permukaan objek bulat dapat saja terlihat datar. Dan pengamatan sehari-hari bahwa horizon terlihat datar bukanlah bukti yang cukup bagi kita untuk menyimpulkan bentuk dari Bumi. Dengan menggunakan “logika” kaum Bumi datar, bisa saja kita “membuktikan” bola basket tersebut adalah datar, yang tentu saja sama sekali tidak benar.

Lanjutkan membaca “Bagaimana “Membuktikan” Sebuah Bola Basket (atau Objek Bulat Lainnya) itu Datar”

Lens Flare: Bukan Benda Selestial yang Misterius

Saat kita mengambil gambar dengan kamera, hasilnya belum tentu sama persis dengan objek yang diambil gambarnya. Hal ini disebabkan karena ketidaksempurnaan pada sistem optik, yang kadang sulit dihindari oleh perancang sistem kamera dan lensa. Salah satunya adalah lens flare (Bahasa Indonesia: pijar lensa).

Beberapa kaum Bumi datar melihat adanya ‘objek misterius’ pada foto Bulan atau Matahari. Lalu disimpulkan hal tersebut adalah ‘benda selestial misterus’, dan mereka gunakan sebagai “skenario penjelasan” fenomena alam yang tak mungkin dapat dijelaskan pada model Bumi datar, seperti gerhana. Mereka salah. Hal tersebut hanyalah lens flare, yang hanyalah fenomena optik kamera.

Lanjutkan membaca “Lens Flare: Bukan Benda Selestial yang Misterius”

Foto Bumi Keseluruhan yang Asli

Foto Bumi yang menampilkan Bumi secara keseluruhan adalah foto hitam putih diambil pada tahun 1966 oleh wahana antariksa Lunar Orbiter 1. Setelah itu ada sangat banyak foto serupa yang diambil pada berbagai macam misi ke luar angkasa.

Perkembangan komputer mulai tahun 80-an membuat adanya teknik baru untuk membuat gambar-gambar tersebut. Sebuah satelit dapat dikirim untuk mengambil sangat banyak gambar-gambar permukaan Bumi dan dari gambar-gambar tersebut disusun menjadi gambar Bumi.

Kaum Bumi datar ‘menemukan’ fakta ini, lalu mereka simpulkan dari sekian banyak foto Bumi dari luar angkasa, tidak ada yang asli, semuanya adalah manipulasi atau dirangkai oleh komputer. Mereka salah. Hanya karena ada foto Bumi yang dibuat demikian, bukan berarti tak ada foto Bumi asli, menampilkan Bumi secara keseluruhan, bukan gabungan beberapa gambar, dan yang diambil dalam sekali pengambilan.

Lanjutkan membaca “Foto Bumi Keseluruhan yang Asli”

Mengapa Lensa Fisheye?

Lensa fisheye populer digunakan pada berbagai keperluan. Pada balon udara, peluncuran roket dan ISS lensa fisheye digunakan karena mereka menggunakan action camera yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan kamera lain, dan kebanyakan action camera menggunakan lensa fisheye.

Kaum Bumi datar sering berprasangka bahwa ada niat jahat di balik setiap penggunaan lensa fisheye, yaitu agar setiap gambar menampilkan garis horizon yang melengkung. Mereka salah. Penggunaan lensa fisheye adalah hal yang wajar-wajar saja. Dan jika memang diinginkan hasil gambar yang rectilinear, tidaklah sulit untuk mengubah hasil fisheye menjadi rectilinear.

Lanjutkan membaca “Mengapa Lensa Fisheye?”

Masalah Bintang Tak Terlihat Dalam Foto

Pada banyak foto yang diambil dari luar angkasa, kita tak melihat bintang. Ini bukan karena ada apa-apanya.  Objek bintang itu sangat redup. Biasanya jauh lebih redup daripada objek utama yang terlihat dalam foto. Jika kamera diset untuk mengambil objek utama yang jauh lebih terang daripada bintang, maka bintang tak akan terlihat pada foto. Hal ini berlaku dimana saja, di luar angkasa maupun di permukaan Bumi.

Penganut Bumi datar menganggap tak adanya bintang dalam foto sebagai ‘pemalsuan’. Mereka salah. Hal ini hanyalah keterbatasan kamera.

Lanjutkan membaca “Masalah Bintang Tak Terlihat Dalam Foto”

Melakukan Zoom Sampai Kapal Kembali Terlihat Bukanlah Bukti Tak Ada Lengkungan Bumi

Jika sebuah kapal yang jaraknya sangat jauh tidak dapat kita lihat, maka hal tersebut terjadi karena salah satu dari alasan berikut ini:

  • Mata kita tak memiliki resolusi angular yang cukup untuk dapat melihat kapal tersebut.
  • Kondisi atmosfer tidak mendukung, dan membatasi jarak pandang (visibilitas).
  • Kapal tersebut cukup jauh dan tertutup lengkungan Bumi.

Penganut Bumi datar sering memperlihatkan kapal yang terlihat di kejauhan, namun setelah di-zoom menjadi terlihat. Mereka menganggap ini sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tidak ada. Mereka salah. Lengkungan Bumi bukanlah satu-satunya penyebab kapal di kejauhan tak terlihat.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Sampai Kapal Kembali Terlihat Bukanlah Bukti Tak Ada Lengkungan Bumi”

Kompresi Perspektif: Memperjelas Terlihatnya Lengkungan

Foto-foto tiang listrik dan jalan bebas hambatan Danau Pontchartrain dari Soundly sudah sering membuat kontroversi. Foto dan video tersebut dengan jelas memperlihatkan adanya lengkungan Bumi. Bagi kita semua, foto dan video tersebut hanyalah sebuah konsekuensi dari fakta bentuk Bumi yang bulat.

Tapi kaum Bumi datar tak mau terima, dan berbagai macam alasan mereka ciptakan agar foto dan video ini tak lagi sah menjadi alat bukti kelengkungan Bumi. Salah satunya adalah dengan mencari sudut pandang lain dimana sangat sulit untuk menyimpulkan adanya lengkungan.

Lanjutkan membaca “Kompresi Perspektif: Memperjelas Terlihatnya Lengkungan”

Bentuk Bumi Pipih ‘Oblate Spheroid’ dan Foto Dari Luar Angkasa

Bumi itu berbentuk pipih ‘oblate spheroid’, diameternya lebih panjang di khatulistiwa daripada antar kutubnya. Hal ini sering dipermasalahkan oleh penganut Bumi datar. Menurut mereka, foto-foto Bumi dari luar angkasa tidak ada yang terlihat pipih, dan semuanya bulat sempurna. Biasanya hal ini kemudian dijadikan ‘bukti’ untuk memfitnah para ilmuwan dengan menuduh mereka membohongi publik.

Tapi ternyata bukan tidak mungkin membuktikan pipihnya bentuk Bumi melalui foto Bumi dari luar angkasa.

Lanjutkan membaca “Bentuk Bumi Pipih ‘Oblate Spheroid’ dan Foto Dari Luar Angkasa”

Perbedaan Ukuran Bukaan Lensa: Penyebab Benda Yang Terhalang Dapat Terlihat Setelah Di-Zoom

Pernahkah anda melihat video dari penganut Bumi datar yang mencoba untuk memperlihatkan bahwa objek di kejauhan yang nampak terhalang akan dapat kembali terlihat setelah di-zoom? Setelah itu dia akan menyimpulkan hal yang sama terjadi pada kapal di kejauhan, dan penyebab kapal tak terlihat bukanlah lengkungan Bumi.

Ternyata tidak sama sekali. Penyebab sebenarnya hanyalah karena objek penghalang posisinya dekat, dan ada perbedaan ukuran bukaan lensa setelah di-zoom. Pada kamera dengan rentang zoom yang jauh —seperti Nikon P900—, perbedaannya akan sangat terlihat.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Ukuran Bukaan Lensa: Penyebab Benda Yang Terhalang Dapat Terlihat Setelah Di-Zoom”

Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total

“Jika kita lihat foto-foto yang mengabadikan perkembangan berlangsungnya gerhana Bulan, Bulan terlihat berubah warna menjadi merah, tetapi tak berubah menjadi gelap. Karena itu gerhana Bulan total tak mungkin disebabkan oleh bayangan Bumi.”

Beberapa penganut Bumi datar —yang sepertinya belum pernah melihat langsung gerhana Bulan total— mengklaim hal tersebut.

Lanjutkan membaca “Bulan Yang Tak Menjadi Gelap Pada Foto Gerhana Bulan Total”

Mengapa Satelit Tidak Terlihat Pada Foto Yang Diambil Dari ISS?

“Mengapa satelit tidak terlihat pada foto yang diambil dari ISS?” (atau dari luar angkasa pada umumnya). Itu adalah pertanyaan yang umum dilontarkan dalam komunitas korban paham Bumi datar, biasanya dengan tidak mengharapkan jawaban, dan mengasumsikan tidak ada jawabannya.  Dan bahwa hal tersebut adalah sebuah kejanggalan yang tidak disengaja dalam ‘produksi foto’ luar angkasa yang katanya menggunakan CGI.

Tapi tidak seperti itu, foto-foto tersebut nyata. Satelit tidak terlihat karena jarak antar satelit sangatlah jauh satu sama lainnya.

Lanjutkan membaca “Mengapa Satelit Tidak Terlihat Pada Foto Yang Diambil Dari ISS?”

Matahari Terbenam, Zoom Kamera dan Auto-Exposure

Ada beberapa video yang beredar di komunitas korban paham Bumi datar. Dalam video ini diperlihatkan bahwa Matahari terlihat terbenam, tapi setelah dilakukan zoom, ternyata Matahari belum terbenam. Konon, hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Matahari hanya kelihatan terbenam, tapi sebenarnya menjauh.

Tentu saja ada penjelasan yang lebih masuk akal. Seperti pada kasus lainnya yang serupa, semuanya bersumber pada ketidaktahuan mereka mengenai fotografi.

Lanjutkan membaca “Matahari Terbenam, Zoom Kamera dan Auto-Exposure”

Ketajaman Foto Bumi

Permukaan Bumi di sekitar khatulistiwa bergerak dengan kecepatan 1670 km/jam. Untuk mengambil foto Bumi yang tajam dengan resolusi 10000×10000 dari posisi yang diam di luar angkasa, maka dibutuhkan shutter speed paling lambat 2,7 detik. Sama sekali tidak sulit mengambil foto bumi yang tajam, tanpa motion blur.

Kaum Bumi datar mengklaim tidak mungkin mengambil foto Bumi yang tajam dari luar angkasa karena permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mereka salah. Motion blur itu terjadi akibat kecepatan sudut objek relatif terhadap kamera, bukan dari kecepatan objek itu sendiri. Jarak pengambilan foto Bumi yang jauh menyebkan kecepatan sudut akibat gerak rotasi Bumi menjadi sangat kecil, dan sama sekali tidak sulit mengambil foto Bumi tanpa motion blur.

Lanjutkan membaca “Ketajaman Foto Bumi”

Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total

Saat terjadi gerhana Matahari, posisi Bulan tepat berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga yang terlihat dari Bumi adalah bagian Bulan yang gelap. Karena itu mata kita tak dapat melihat Bulan. Namun bagian Bulan yang gelap tersebut sebenarnya tetap menerima cahaya dari Bumi yang mengalami siang hari. Fenomena ini dinamakan Earthshine.

Beberapa penganut Bumi datar berpendapat bahwa gerhana Matahari tidak disebabkan oleh tertutupnya Matahari oleh Bulan, tetapi karena Matahari tertutup oleh sebuah ‘benda selestial’ yang misterius. Alasannya adalah model gerhana seperti ini tidak kompatibel dengan keyakinan mereka mengenai pergerakan Matahari dan Bulan.

Earthshine membuktikan bahwa mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total”

Field of View Foto Bumi Dari Luar Angkasa

Ada sebuah meme yang berasal dari kaum Bumi datar yang membandingkan dua buah foto. Foto pertama memperlihatkan Bumi di kejauhan dengan latar belakang Bulan, diambil dari jarak 384400 km. Foto kedua memperlihatkan Bumi di belakang Bulan, diambil dari jarak 1500000 km. Masalahnya pada foto yang diambil dari jarak yang lebih jauh, ukuran Bumi jauh lebih besar. “Mengherankan bukan?”

Tentunya tidak mengherankan, karena tak sulit untuk mencari penjelasan yang masuk akal.

Lanjutkan membaca “Field of View Foto Bumi Dari Luar Angkasa”

Kelengkungan Horizon Pada Video Balon Stratosfer

Video balon stratosfer sering dijadikan ‘barang bukti’ oleh penganut Bumi datar untuk memperlihatkan bahwa ‘Bumi tidak memiliki lengkungan’.

Ironisnya, penulis telah melakukan analisis sederhana pada lebih dari dua lusin video balon stratosfer di YouTube, dan kesimpulannya adalah:  secara objektif ada lengkungan, dan sama sekali tidak sulit untuk mengamatinya, termasuk pada video ‘bukti’ yang disodorkan flatearther.

Lanjutkan membaca “Kelengkungan Horizon Pada Video Balon Stratosfer”