Prinsip Archimedes dan Gravitasi

Prinsip Archimedes mengatakan bahwa objek yang terendam penuh atau sebagian akan mendapat gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat fluida yang terpindahkan objek tersebut. Sedangkan hukum gravitasi Newton mengatakan bahwa semua partikel saling tarik menarik dengan gaya yang berbanding lurus dengan massanya & berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.

Kaum Bumi datar memperlakukan gravitasi seakan-akan “diciptakan” untuk “mengganti” prinsip Archimedes, dan keduanya adalah teori yang bersaing dan saling bertentangan. Faktanya, kedua hal tersebut menjelaskan fenomena yang berbeda. Gravitasi tak menjelaskan apapun yang dijelaskan oleh prinsip Archimedes & juga sebaliknya. Gravitasi tidak menggantikan prinsip Archimedes; keduanya valid dan tetap digunakan saat ini.

Lanjutkan membaca “Prinsip Archimedes dan Gravitasi”

Melawan Gaya Gravitasi

Gravitasi bukan satu-satunya gaya. Ada gaya-gaya lain. Beberapa gaya dapat mempengaruhi sebuah objek. Gaya bisa melawan gravitasi, membuat gerak objek berlawanan arah gravitasi. Hal tersebut bukan bukti gravitasi tak ada.

Kaum Bumi datar menganggap adanya objek yang bergerak berlawanan dari arah gaya gravitasi sebagai ‘bukti’ gravitasi tidak ada. Faktanya, objek tersebut dipengaruhi oleh gaya lain yang lebih besar dan arahnya berlawanan dari gaya gravitasi.

Lanjutkan membaca “Melawan Gaya Gravitasi”

Pengulangan Eksperimen Cavendish

Eksperimen Cavendish adalah yang pertama kali mengukur gravitasi di laboratorium. Eksperimen ini telah diulang berkali-kali selama lebih lebih dari dua abad dengan hasil yang konsisten. Juga terdapat banyak eksperimen lain yang menguatkan hasil dari eksperimen Cavendish.

Kaum Bumi datar keliru mengklaim eksperimen Cavendish tak pernah berhasil diulang. Mereka terfokus pada eksperimen aslinya untuk mendiskreditkannya. Faktanya, terdapat sangat banyak pengulangan eksperimen Cavendish. Dan untuk mendiskreditkannya, mereka perlu membahas semua pengulangannya.

Lanjutkan membaca “Pengulangan Eksperimen Cavendish”

Artikel Satire “Gravity: It’s Only a Theory” Dari NCSE

NCSE adalah organisasi yang melakukan edukasi ke masyarakat tentang evolusi dan perubahan iklim. Mereka menulis artikel satire “Gravity: It’s Only a Theory,” untuk mendemonstrasikan apa yang terjadi seandainya penyangkal sains menolak gravitasi dengan “logika” yang sama yang mereka gunakan untuk menolak evolusi.

NCSE tak menolak gravitasi & disebut di awal artikel bahwa itu cuma satire. Kaum Bumi datar tak menyadarinya dan artikel itu menjadi hoaks yang keliru mereka gunakan demi mendukung Bumi datar. Penulis artikel mungkin tak menyadari ada kelompok penolak sains yang jauh lebih parah yang sampai menolak gravitasi dan bahkan lebih jauh lagi.

Lanjutkan membaca “Artikel Satire “Gravity: It’s Only a Theory” Dari NCSE”

Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas

Benda jatuh karena gravitasi. Kaum Bumi datar menolaknya & membuat asumsi benda jatuh akibat berat jenis. Kita dapat membuktikan klaim Bumi datar tersebut salah menggunakan dua beban dengan materi sama (maka, densitas yang sama pula) yang saling berlawanan dengan tuas. Kita dapat mengamati bahwa densitas bukan penyebab benda jatuh.

Lanjutkan membaca “Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas”

Kadar Garam Tak Berkorelasi Dengan Pasang

Tak ada korelasi antara kadar garam dengan pasang naik dan surut air laut. Ada laut dan danau yang memiliki kadar garam lebih tinggi daripada rata-rata kadar garam air laut, tetapi tak terjadi pasang sebesar air laut.

Kaum Bumi datar melihat bahwa pasang terjadi di laut yang asin, tapi tak terjadi pada danau yang airnya tawar. Lalu mereka anggap hal tersebut sebagai “bukti” bahwa kadar garam yang menyebabkan pasang. Faktanya, ada laut dan danau yang lebih asin daripada air laut, tetapi tak terjadi pasang yang berarti.

Lanjutkan membaca “Kadar Garam Tak Berkorelasi Dengan Pasang”

Segelas Air

Gravitasi Bumi menyebabkan permukaan air melengkung dengan jari-jari sama dengan jari-jari Bumi. Pada gelas selebar 10 cm, gravitasi Bumi akan menyebabkan lengkungan air sebesar 0,00000002 cm, di luar faktor seperti tegangan permukaan.

Kaum Bumi datar gemar menuntut bukti Bumi bulat melalui lengkungan pada segelas air. Faktanya, apa pun wadahnya, lengkungan air tetap berjari-jari sama dengan jari-jari Bumi. Dan lengkungan pada segelas air terlalu kecil untuk diamati.

Lanjutkan membaca “Segelas Air”

Mengapa Satelit Dapat Mengorbit

Gravitasi menarik benda ke Bumi. Tapi satelit tetap berada di luar angkasa karena mengorbit, atau dengan kata lain bergerak dengan kecepatan & arah yang tepat untuk mengimbangi gravitasi Bumi.

Kaum Bumi datar mengklaim satelit harusnya jatuh ke Bumi jika ada gravitasi. Faktanya, kita tak hanya meluncurkan satelit ke luar angkasa, tapi juga memberikan arah & kecepatan yang tepat sehingga tak jatuh ke Bumi atau terus menjauh.

Lanjutkan membaca “Mengapa Satelit Dapat Mengorbit”

Analogi Keliru Bola Tenis Basah yang Berputar

Percepatan gravitasi yang bersumber dari massa bola tenis sangat kecil dibandingkan percepatan sentrifugal dari gerak memutar bola tenis yang berputar. Akibatnya, air tak tetap berada pada bola tenis yang berputar, tidak seperti Bumi.

Bola tenis basah berputar itu bulat, berputar & diselimuti air, seperti Bumi. Tapi air menjauhi bola, tak seperti Bumi. Kaum Bumi datar menganggapnya “bukti” Bumi tak bulat. Faktanya, besar percepatan yang terlibat di kedua kasus itu berbeda.

Lanjutkan membaca “Analogi Keliru Bola Tenis Basah yang Berputar”

Arah Atas dan Bawah

Arah “bawah” adalah arah sama dengan percepatan gravitasi Bumi, yaitu menuju pusat Bumi. Arah “atas” adalah sebaliknya, menjauhi pusat Bumi. Hal ini berlaku untuk semua pengamat di Bumi.

Kaum Bumi datar gemar mempertanyakan & mencemooh hal yang terjadi pada orang yang ada di “bawah” Bumi. Mereka tidak paham bahwa bagi orang di sisi Bumi yang lain, “bawah” tetaplah menuju pusat Bumi, sama seperti yang kita rasakan. Lanjutkan membaca “Arah Atas dan Bawah”

Teori-Teori Gravitasi

Gravitasi adalah fenomena alam dimana benda bermassa dan berenergi bergerak saling mendekati. Fenomena gravitasi saat ini dijelaskan oleh dua teori yang berbeda, yaitu hukum gravitasi universal Newton dan teori relativitas umum Einstein.

Kaum Bumi datar menganggap keberadaan dua penjelasan ini sebagai inkonsistensi, dan menjadikannya “bukti” adanya pengelabuan. Faktanya, kedua teori adalah penjelasan terpisah mengenai gravitasi. Versi Einstein lebih akurat tetapi jauh lebih rumit. Sebaliknya, versi Newton lebih sederhana tetapi kurang akurat. Walaupun teori Newton sudah digantikan, gravitasi Newton tetap digunakan karena hasilnya cukup akurat untuk kebanyakan kasus di Bumi.

Lanjutkan membaca “Teori-Teori Gravitasi”

Isaac Newton dan “Hypotheses non Fingo”

Isaac Newton merumuskan hukum universal gravitasi, yang dapat menjelaskan gerak semua benda langit yang diketahui saat itu. Beliau juga menunjukkan bahwa hukum yang sama adalah yang menyebabkan benda sehari-hari jatuh ke Bumi.

Newton tak tahu penyebab gravitasi dan menolak untuk berspekulasi. Kaum Bumi datar menggunakannya demi mendiskreditkan Newton. Faktanya, hanya karena tak tahu penyebab gravitasi, bukan berarti penjelasannya mengenai hukum gravitasi itu salah.

Lanjutkan membaca “Isaac Newton dan “Hypotheses non Fingo””

Lengkungan Permukaan Air

Jika Bumi itu bulat, lalu mengapa permukaan air selalu datar?

Akibat gravitasi, air mencari potensial terendah, sedekat mungkin ke pusat Bumi, hingga membentuk permukaan melengkung yang pusatnya sama dengan pusat Bumi. Lebar permukaan air pada kasus sehari-hari terlalu kecil dibandingkan jari-jari Bumi. Itu sebabnya permukaan air terlihat praktis datar, tetapi tidaklah datar sempurna.

Lanjutkan membaca “Lengkungan Permukaan Air”

Eksperimen Berat dan Tekanan Udara

Featured Video Play Icon

Dengan menggunakan timbangan digital yang presisi dan ponsel yang memiliki sensor tekanan, kita dapat dengan mudah mengukur perbedaan berat benda dan tekanan udara pada lokasi-lokasi yang berbeda.

Kaum Bumi datar mengklaim benda jatuh akibat massa jenis yang lebih besar daripada udara di sekelilingnya. Tetapi eksperimen justru menunjukkan bahwa benda lebih ringan di lokasi yang lebih tinggi, yang kerapatan udaranya lebih rendah. Hal tersebut bertentangan dengan klaim mereka.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Berat dan Tekanan Udara”

Densitas Udara vs Berat Benda

Pada lokasi yang rendah, kerapatan udara lebih tinggi, dan berat benda lebih besar. Sebaliknya, pada lokasi yang tinggi, kerapatan udara lebih rendah, dan berat benda lebih kecil.

Kaum Bumi datar menolak gravitasi, lalu menciptakan “penjelasan” bahwa benda jatuh adalah karena massa jenisnya lebih besar daripada udara. Tetapi jika hal tersebut benar, maka benda seharusnya lebih berat di lokasi tinggi yang memiliki kerapatan udara lebih rendah, dan lebih ringan di lokasi rendah yang kerapatan udaranya lebih tinggi. Karena yang terjadi adalah sebaliknya, hal tersebut membuktikan bahwa klaim kaum Bumi datar tersebut keliru.

Lanjutkan membaca “Densitas Udara vs Berat Benda”

Percepatan Gravitasi Dalam Rumus Archimedes

Prinsip Archimedes mengatakan: “gaya apung yang berlaku pada benda yang terendam fluida sama dengan berat fluida yang terpindahkan.” Saat ini biasanya kita menggunakan rumus B = -ρgV untuk menghitung gaya apung, dengan ρ adalah kerapatan fluida, g adalah percepatan gravitasi, dan V adalah volume fluida yang terpindahkan.

Archimedes menemukan gaya apung jauh sebelum Newton menemukan gravitasi, dan kaum Bumi datar mempermasalahkan adanya g di dalam rumus gaya apung. Faktanya, gaya apung tergantung pada berat fluida, sementara itu perbedaan berat dan massa baru diketahui setelah Newton. Prinsip Archimedes tetap berlaku, hanya saja sekarang kita mengetahui lebih banyak mengenai berat. Lanjutkan membaca “Percepatan Gravitasi Dalam Rumus Archimedes”

Perbedaan Gravitasi Bumi di Lokasi Yang Berbeda

Percepatan dari benda jatuh di Bumi bervariasi, tergantung dari berbagai faktor. Angka 9,8 m/s² hanyalah nilai nominal yang digunakan jika nilai yang lebih akurat untuk lokasi tertentu tidak diketahui atau tidak penting. Perbedaan percepatan ini hanya dapat dijelaskan dengan hukum gravitasi dan bahwa Bumi bulat dan berotasi.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa sains mengatakan percepatan gravitasi Bumi selalu konstan 9,8 m/s² dimana pun di Bumi dan mereka menggunakan ‘kejanggalan’ tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi tidak bulat dan tidak berotasi. Faktanya, percepatan gravitasi Bumi memang berbeda pada lokasi yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Gravitasi Bumi di Lokasi Yang Berbeda”

Vektor Gaya

Banyak miskonsepsi yang beredar di kalangan Bumi datar terjadi hanya karena ketidakpahaman mengenai bagaimana gaya bekerja pada sebuah benda.

Lanjutkan membaca “Vektor Gaya”

Yang Kita Rasakan Sebagai Berat Adalah Gaya Gravitasi

Berat benda adalah gaya yang dikenakan terhadap benda tersebut oleh gravitasi. Gaya gravitasi yang diakibatkan oleh massa Bumi pada sebuah benda adalah yang kita rasakan sebagai ‘berat’.

Banyak kaum Bumi datar yang tidak memahami bahwa berat sebenarnya adalah gaya gravitasi, dan hal tersebut menjadi sumber banyak miskonsepsi di kalangan kaum Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Yang Kita Rasakan Sebagai Berat Adalah Gaya Gravitasi”

Apel Jatuh dan Isaac Newton

Apel yang jatuh menjadi sumber inspirasi Isaac Newton untuk memahami bahwa gaya yang membuat apel jatuh adalah gaya yang sama yang membuat Bulan mengorbit Bumi.

Kaum Bumi datar meremehkan kontribusi Newton seakan-akan hal tersebut cuma soal apel yang jatuh dari pohonnya, lalu menggunakan kejadian tersebut sebagai bahan cemoohan. Faktanya, yang dilakukan Newton untuk merumuskan gravitasi jauh lebih banyak daripada sekadar mengamati apel jatuh.

Lanjutkan membaca “Apel Jatuh dan Isaac Newton”