Efek Eötvös: Bukti Langsung Bumi Bulat dan Berotasi

Featured Video Play Icon

Efek Eötvös adalah perubahan percepatan gravitasi Bumi efektif yang dirasakan akibat gerakan pengamat menuju Barat atau Timur. Jika kita bergerak menuju Timur, maka kita akan merasa gaya tarik Bumi sedikit lebih kecil daripada jika kita bergerak ke arah Barat (atau diam di tempat).

Perbedaan berat benda akibat efek Eötvös dapat diukur dengan eksperimen sederhana di pesawat. Efek Eötvös merupakan salah satu bukti langsung bahwa Bumi bulat dan berotasi.

Lanjutkan membaca “Efek Eötvös: Bukti Langsung Bumi Bulat dan Berotasi”

Asumsi-Asumsi Ciptaan Kaum Bumi Datar Untuk Menggantikan Gravitasi

Kaum Bumi datar menolak gravitasi karena tidak mendukung konsep Bumi datar. Untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang dijelaskan oleh gravitasi, mereka menciptakan banyak “fakta alternatif” dari gravitasi.

Kaum Bumi datar hanya sepakat dalam satu hal, yaitu bahwa Bumi datar. Namun karena Bumi datar dipercaya bukan berdasarkan fakta, mereka tidak dapat sepakat untuk hal yang lain. Aliran atau mazhab Bumi datar yang berbeda memiliki penjelasan alternatif yang berbeda pula, yang semuanya tak dapat menjelaskan fenomena alam dengan memadai.

Lanjutkan membaca “Asumsi-Asumsi Ciptaan Kaum Bumi Datar Untuk Menggantikan Gravitasi”

Pesawat Terbang Tak Akan Dapat Pergi Ke Luar Angkasa

Pesawat dapat terbang akibat gaya angkat pada sayapnya. Besar gaya angkat tergantung dari kecepatan pesawat dan kerapatan udara. Akibatnya, pada ketinggian jelajah, pesawat akan bergerak mengikuti lengkungan Bumi secara otomatis.

Kaum Bumi datar mengklaim pesawat perlu terus menukik ke bawah supaya tidak terbang ke luar angkasa. Faktanya, pesawat otomatis terbang mengikuti lengkungan Bumi, dan tidak akan pernah dapat ke luar angkasa, walaupun pilot dengan sengaja berusaha untuk melakukannya.

Lanjutkan membaca “Pesawat Terbang Tak Akan Dapat Pergi Ke Luar Angkasa”

Gaya Fiktif

Gaya fiktif (fictitious force) adalah gaya yang terlihat bekerja pada semua objek jika kerangka acuan mendapatkan percepatan. Istilah “fiktif” di sini bukan berarti gayanya tidak ada, tetapi gaya tersebut tidak bersumber dari interaksi antar objek

Kaum Bumi datar akhirnya mengetahui bahwa gravitasi termasuk gaya fiktif, dan mereka jadikan “bukti” bahwa gravitasi itu fiktif, atau tidak ada. Faktanya, gaya fiktif itu dapat kita rasakan, sama seperti gaya lainnya. Gaya fiktif hanya istilah untuk gaya-gaya yang terasa apabila kerangka acuan mendapatkan percepatan.

Lanjutkan membaca “Gaya Fiktif”

Eksperimen Cavendish

Featured Video Play Icon

Eksperimen Cavendish adalah eksperimen pertama yang berhasil mengukur gaya gravitasi antara massa dalam laboratorium, dan yang pertama kali menghasilkan konstanta gravitasi yang akurat.

Kaum Bumi datar selalu berusaha menciptakan asumsi-asumsi untuk mendiskreditkan eksperimen Cavendish. Namun eksperimen ini tak hanya dilakukan sekali oleh Henry Cavendish pada tahun 1797-1798, dan telah dilakukan berulang kali oleh sangat banyak pihak yang independen selama berabad-abad, dan memberikan hasil yang konsisten.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Cavendish”

Waterpas Pada Penerbangan

Saat dalam ketinggian jelajah, pesawat praktis terbang level, atau dengan kata lain, terbang tegak lurus dari arah gravitasi. Pesawat tersebut terbang mengikuti lengkungan Bumi dan dengan demikian akan terus menerus mengubah orientasinya. Namun bukan hanya orientasinya yang berubah, arah gravitasi pun juga akan berubah dengan perubahan yang sama. Akibatnya waterpas di dalam penerbangan tidak akan menunjukkan perubahan orientasi pesawat akibat gerak pesawat mengikuti lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Waterpas Pada Penerbangan”

Elektromagnetisme dan Konsep Bumi Datar

Elektromagnetisme adalah interaksi fisik yang terjadi antara partikel bermuatan listrik. Elektromagnetik tidak sama dengan gravitasi dan kedua fenomena alam tersebut memiliki sifat yang berbeda.

Kaum Bumi datar menolak keberadaan gravitasi, dan sebagian dari mereka menggunakan elektromagnetik sebagai alternatif untuk menjelaskan fenomena yang dijelaskan oleh gravitasi. Faktanya, elektromagnetisme memiliki sifat yang berbeda dengan gravitasi, dan tidak dapat menjelaskan fenomena-fenomena yang dijelaskan oleh gravitasi.

Lanjutkan membaca “Elektromagnetisme dan Konsep Bumi Datar”

Telur dan Air Garam

Telur umumnya akan tenggelam dalam air tawar, tetapi jika air digarami, telur akan mengambang. Hal tersebut terjadi karena setelah digarami, densitas air bertambah. Tetapi antara densitas dan tenggelam atau mengambang bukanlah hubungan sebab akibat langsung.

Kaum Bumi datar mengklaim fenomena tersebut merupakan “bukti” benda jatuh ke bawah akibat densitas, dan mereka gunakan hal tersebut sebagai “bukti” gravitasi tidak ada. Faktanya, perbedaan massa jenis air berpengaruh pada besar gaya apung yang diterima oleh telur. Jika gaya apung lebih besar daripada berat telur, maka telur akan mengambang, dan sebaliknya.

Lanjutkan membaca “Telur dan Air Garam”

Teorema Shell

Teorema shell (teorema kulit, teorema cangkang, Bahasa Inggris: shell theorem) adalah sebuah penyederhanaan bahwa sebuah benda bulat memberi efek gravitasi kepada benda lain seakan semua massanya terkonsentrasi pada sebuat titik di tengah-tengahnya.

Arah gravitasi Bumi yang menuju pusat Bumi membuat beberapa kaum Bumi datar berasumsi bahwa kita berpendapat bahwa gravitasi disebabkan oleh sesuatu di pusat Bumi, dan bahwa kita tak dapat pergi ke pusat Bumi artinya gravitasi belum terbukti. Mereka salah. Gravitasi Bumi adalah hasil dari seluruh masssa Bumi. Menggunakan pusat Bumi hanyalah sebuah penyederhanaan.

Lanjutkan membaca “Teorema Shell”

‘Eksperimen’ Bola dan Air

Gravitasi adalah gaya tarik antara benda-benda yang memiliki massa. Semakin besar massanya, maka semakin besar gayanya. Bentuk objek tidak berpengaruh pada besarnya gaya gravitasi.

Kaum Bumi datar gemar melakukan ‘eksperimen bola dan air’. Mereka menyemprotkan air ke bola, dan mengamati bahwa air tidak menempel di bola sebagaimana air berada di permukaan Bumi. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa ‘gravitasi tidak ada’. Mereka salah. Gravitasi tidak disebabkan oleh bentuk bulat.

Lanjutkan membaca “‘Eksperimen’ Bola dan Air”

Variasi Nilai Percepatan Gravitasi Bumi

Nilai percepatan gravitasi Bumi berbeda pada lokasi yang berbeda di permukaan Bumi. Variasi terjadi akibat perbedaan derajat lintang, ketinggian atau kedalam, dan geologi serta topografi lokal. Selain itu, percepatan sentrifugal yang diakibatkan oleh gerak rotasi Bumi biasanya sudah diperhitungkan dalam nilai percepatan gravitasi Bumi.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa sains mengatakan percepatan gravitasi Bumi selalu konstan 9,8 m/s² dimana pun di Bumi dan mereka menggunakan ‘kejanggalan’ tersebut sebagai ‘bukti’ Bumi tidak bulat dan tidak berotasi. Mereka salah. Percepatan gravitasi Bumi memang berbeda pada lokasi yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Variasi Nilai Percepatan Gravitasi Bumi”

Einstein: Eksperimen Pikiran dan “Mimpi di Siang Bolong”

Albert Einstein menggunakan eksperimen pikiran untuk merumuskan teorinya. Teorinya membuat prediksi yang dapat diuji melalui observasi dan eksperimen. Einstein tidak melakukan eksperimen sendiri. Banyak pihak lain yang melakukannya dan membuktikan teori-teori tersebut.

Kaum Bumi datar menolak teori Einstein —terutama yang berhubungan dengan gravitasi— dengan dalih bahwa teorinya dirumuskan melalui eksperimen pikiran dan mimpi di siang bolong. Mereka salah. Teori relativitas telah berkali-kali terbukti melalui banyak eksperimen dan observasi yang dilakukan sangat banyak pihak lain, bahkan sampai saat ini.

Lanjutkan membaca “Einstein: Eksperimen Pikiran dan “Mimpi di Siang Bolong””

Berat = Gaya Gravitasi

Berat benda adalah gaya yang dikenakan terhadap benda tersebut oleh gravitasi. Gaya gravitasi yang diakibatkan oleh massa Bumi pada sebuah benda adalah yang kita sebut dan rasakan sebagai ‘berat’.

Banyak kaum Bumi datar yang tidak memahami bahwa berat sebenarnya adalah gaya gravitasi, dan sangat banyak sekali miskonsepsi di kalangan mereka yang berasal dari ketidakpahaman tersebut.

Lanjutkan membaca “Berat = Gaya Gravitasi”

Gaya Apung

Gaya apung adalah gaya mengarah ke atas yang dikerjakan fluida yang arahnya melawan berat dari benda yang terendam. Gaya apung terjadi karena fluida memiliki gradasi tekanan. Gradasi tekanan hanya dapat terjadi jika fluida dipengaruhi oleh percepatan, seperti percepatan gravitasi Bumi.

Kaum Bumi datar sering menggunakan gaya apung sebagai “penjelasan” mengapa benda jatuh ke bawah. Mereka salah. Tanpa adanya percepatan gravitasi Bumi, gaya apung tak akan terjadi.

Lanjutkan membaca “Gaya Apung”

Teori-Teori Gravitasi

Gravitasi adalah fenomena alam dimana benda bermassa dan berenergi bergerak saling mendekati. Fenomena gravitasi saat ini dijelaskan oleh dua buah teori, yaitu hukum gravitasi universal Newton dan teori relativitas umum Einstein.

Kaum Bumi datar menganggap keberadaan dua penjelasan ini sebagai inkonsistensi sains, dan menjadikannya “bukti” adanya usaha untuk mengelabui kita. Hal tersebut tentunya hanya prasangka mereka saja. Kedua teori adalah penjelasan yang benar tentang gravitasi, dan dapat memprediksi gerak benda akibat gravitasi dengan baik.

Lanjutkan membaca “Teori-Teori Gravitasi”

Melawan Gaya Gravitasi

Gravitasi bukanlah satu-satunya gaya. Ada gaya-gaya lain selain gravitasi. Lebih dari satu gaya dapat mempengaruhi sebuah objek. Gaya dapat melawan gaya gravitasi dan membuat gerak objek berlawan arah gravitasi.

Kaum Bumi datar menganggap adanya objek yang bergerak berlawanan dari arah gaya gravitasi sebagai ‘bukti’ gravitasi tidak ada. Mereka salah. Objek tersebut dipengaruhi oleh gaya lain yang lebih besar dan arahnya berlawanan dari gaya gravitasi.

Lanjutkan membaca “Melawan Gaya Gravitasi”

Hukum Gravitasi Universal Newton

Gravitasi adalah fenomena alam dimana objek-objek yang memiliki massa dan energi cenderung saling bergerak mendekati. Tahun 1687, Isaac Newton menjelaskan fenomena ini sebagai sebuah gaya, yang dirumuskan ke dalam ‘Hukum gravitasi universal Newton’.

Penganut Bumi datar bersikeras gravitasi tidak ada. Namun hal ini hanya bersumber dari ketidaktahuan semata. Segala hal di kehidupan sehari-hari konsisten dengan apa yang dijelaskan dalam hukum gravitasi Newton.

Lanjutkan membaca “Hukum Gravitasi Universal Newton”

Eksperimen Schiehallion

Eksperimen Schiehallion adalah eksperimen yang dilakukan untuk menghitung massa jenis Bumi. Percobaan ini menggunakan sebuah pendulum yang diletakkan di dekat Gunung Schiehallion, Skotlandia, kemudian dilakukan pengukuran sudut kemiringan pendulum akibat gaya tarik yang disebabkan oleh Gunung Schiehallion. Hasilnya adalah 11,6″ atau 0,003°.

Kaum Bumi datar mengklaim gravitasi tak pernah dapat didemonstrasikan, dan bahwa itu adalah bukti gravitasi tak ada. Mereka salah. Eksperimen Schiehallion adalah salah satu eksperimen pertama untuk mengukur gravitasi yang dilakukan di Bumi.

Lanjutkan membaca “Eksperimen Schiehallion”

Salah Kaprah “Eksperimen” Kaum Bumi Datar

Featured Video Play Icon

Sering kita lihat kaum Bumi datar membuat sebuah model fisik miniatur sebagai ‘bukti’ yang mendukung Bumi datar atau melawan Bumi bulat. Modus operandi mereka adalah mengamati kejadian pada model yang mereka buat sendiri. Jika menggambarkan sebuah kejadian yang sangat spesifik pada objek sesungguhnya, itu sudah cukup untuk mereka simpulkan bahwa itulah sebabnya objek sesungguhnya memiliki sifat yang sama.

Sebaliknya, jika sebuah objek nyata tak dapat dibuat model miniaturnya yang tetap memiliki sifat sama seperti objek aslinya, maka mereka simpulkan sifat dari objek yang sesungguhnya tersebut tidak ada.

Mereka keliru dan menganggap aksi semacam ini sebagai “eksperimen”.

Lanjutkan membaca “Salah Kaprah “Eksperimen” Kaum Bumi Datar”

Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas

Sebuah objek jatuh ke bawah akibat gravitasi Bumi. Namun beberapa aliran Bumi datar bersikeras jatuhnya sebuah objek adalah karena densitas atau berat jenis, bukan gravitasi.

Dengan menempatkan dua objek dengan densitas atau berat jenis sama dan massa berbeda dengan saling berlawanan pada sebuah tuas, kita dapat ketahui bahwa densitas atau berat jenis bukanlah penyebab sebuah benda jatuh ke bawah.

Lanjutkan membaca “Densitas/Berat Jenis dan Percobaan Tuas”