Mengamati Satelit Geostasioner

Featured Video Play Icon

Satelit geostasioner mengorbit Bumi dengan kecepatan sama dengan gerak rotasi Bumi. Satelit-satelit ini berada di jarak 36786 km di atas khatulistiwa sehingga terlalu jauh dan terlalu redup untuk diamati dengan mata telanjang. Walaupun demikian, kita dapat mengamatinya dengan teleskop dan kamera.

Kita dapat mengamati satelit geostasioner dengan:

  • menggunakan mount ekuatorial (equatorial mount),
  • mengarahkan teleskop pada bintang yang letaknya berada di jalur orbit geostasioner; dan
  • menggunakan kamera dengan long exposure.

Lanjutkan membaca “Mengamati Satelit Geostasioner”

Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total

Saat terjadi gerhana Matahari, posisi Bulan tepat berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga yang terlihat dari Bumi adalah bagian Bulan yang gelap. Karena itu mata kita tak dapat melihat Bulan. Namun bagian Bulan yang gelap tersebut sebenarnya tetap menerima cahaya dari Bumi yang mengalami siang hari. Fenomena ini dinamakan Earthshine.

Beberapa penganut Bumi datar berpendapat bahwa gerhana Matahari tidak disebabkan oleh tertutupnya Matahari oleh Bulan, tetapi karena Matahari tertutup oleh sebuah ‘benda selestial’ yang misterius. Alasannya adalah model gerhana seperti ini tidak kompatibel dengan keyakinan mereka mengenai pergerakan Matahari dan Bulan.

Earthshine membuktikan bahwa mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total”