Proyeksi Psikologis

Salah satu penyebab seseorang percaya teori konspirasi adalah proyeksi psikologis. Mereka menolak sifat buruk dirinya dengan cara menganggap orang lain yang memiliki sifat buruk tersebut, walaupun belum tentu faktanya seperti itu.

Beberapa orang percaya pihak lain melakukan konspirasi adalah karena masalah moral pada diri mereka sendiri: mereka juga akan melakukan hal yang sama yang mereka tuduhkan kepada orang lain apabila mereka berada pada posisi orang-orang yang mereka tuduh berkonspirasi.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Psikologis”

Efek Dunning–Kruger

Efek Dunning–Kruger adalah bias kognitif yang terjadi saat seseorang yang tidak kompeten menilai kemampuannya jauh lebih tinggi daripada yang sesungguhnya. Akibatnya, mereka bukan hanya tidak kompeten, tetapi juga gagal untuk mengenali bahwa dirinya tidak kompeten.

Efek Dunning–Kruger sering kita amati terjadi dalam komunitas Bumi datar. Banyak dari mereka yang tak memiliki pengetahuan dasar, tetapi memandang diri mereka jauh lebih pintar daripada ilmuwan yang mengabdikan sebagian besar waktu kehidupan mereka hanya untuk riset ilmiah.

Lanjutkan membaca “Efek Dunning–Kruger”

Appeal to Ridicule: Jurus Mencemooh Dalam Konsep Bumi Datar

Appeal to ridicule adalah sesat pikir (fallacy) yang dilakukan dengan cara memperlakukan pendapat pihak lain seakan konyol, lucu atau bodoh, dan dengan demikian tidak layak untuk dipertimbangkan. Lawan bicara dan pendapatnya diperlakukan sebagai objek lelucon.

Bumi datar tak memiliki landasan ilmiah, sehingga kaum Bumi datar sering menggunakan appeal to ridicule. Sebaliknya, argumentasi ilmiah yang sesungguhnya dilakukan tanpa mengolok-olok argumentasi pihak lain.

Lanjutkan membaca “Appeal to Ridicule: Jurus Mencemooh Dalam Konsep Bumi Datar”

Lompat ke Kesimpulan / Jumping to Conclusions

Bias kognitif melompat ke kesimpulan (Bahasa Inggris: jumping to conclusions) terjadi jika seseorang gagal membedakan mana hasil observasi dan mana yang direka dari observasi tersebut (inference). Atau dengan kata lain, “jika seseorang gagal membedakan yang diamati dan yang disimpulkan darinya.”

Banyak “fakta” Bumi datar yang bersumber dari jumping to conclusions. Mereka menarik kesimpulan tanpa fakta yang lengkap demi mencapai kesimpulan yang tak berdasar.

Lanjutkan membaca “Lompat ke Kesimpulan / Jumping to Conclusions”

Bagaimana Mereka Mencoba Mengelabui Kita Semua Melalui Video yang Diambil dari Balon Stratosfer

Banyak dari meme Bumi datar menampilkan foto yang diambil dari balon ketinggian tinggi / balon stratosfer, yang memperlihatkan horizon yang terlihat datar. Foto-foto tersebut tentu saja tak dapat dijadikan sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Horizon terlihat datar hanya karena distorsi barel yang disebabkan oleh lensa fisheye yang digunakan untuk mengambil foto tersebut.

Berikut ini adalah bagaimana oknum-oknum Bumi datar yang tak bertanggung jawab mencoba untuk mengelabui kita semua dengan menggunakan video yang diambil dari balon stratosfer.

Lanjutkan membaca “Bagaimana Mereka Mencoba Mengelabui Kita Semua Melalui Video yang Diambil dari Balon Stratosfer”

Cognitive Dissonance

Cognitive dissonance adalah tekanan psikologis yang terjadi pada seseorang yang mendapatkan informasi yang bertentangan dengan kepercayaannya.

Hal ini sering terjadi pada korban paham Bumi datar. Yang paling terlihat efeknya adalah saat mereka menemukan informasi yang membuktikan bahwa Bumi tidak datar.

Lanjutkan membaca “Cognitive Dissonance”

Confirmation Bias

Manusia memiliki bias-bias kognitif yang secara subjektif mempengaruhi penilaian. Salah satu bias kognitif ini adalah confirmation bias. Karena confirmation bias, manusia cenderung untuk mencari informasi yang memperkuat hal yang dipercayainya.

Confirmation bias adalah fakta kehidupan dan merupakan sifat semua manusia. Confirmation bias menyebabkan penilaian subjektif berbeda untuk pengamat yang berbeda. Ciri khas pseudosains —seperti pada konsep Bumi datar— confirmation bias tidak diusahakan untuk diminimalkan, tetapi justru dianjurkan.

Lanjutkan membaca “Confirmation Bias”