Manusia Adalah Makhluk Sosial – Sains Adalah Proses Sosial

Kita sering menyaksikan penganut Bumi datar menanyakan apakah kita sudah melakukan riset sendiri terhadap hal yang kita kemukakan. Jika kita tidak melakukan riset sendiri, tetapi hanya “katanya”, maka menurut mereka kita tidak dapat mempercayainya.

Hal ini tentu saja tidak benar. Manusia adalah makhluk sosial, dalam banyak hal kita tak memiliki pilihan, dan harus bergantung pada manusia yang lain. Lanjutkan membaca “Manusia Adalah Makhluk Sosial – Sains Adalah Proses Sosial”

Fallacy ‘Moving the Goalposts’

Penganut paham Bumi datar seringkali melakukan fallacy ‘moving the goalposts’ atau ‘memindahkan tiang gawang’. Apabila ada yang memberikan bukti bahwa klaim penganut Bumi datar tersebut salah, maka mereka akan mengubah klaimnya agar bukti tersebut tidak lagi bisa menjadi bukti. Begitu seterusnya sampai klaim mencapai klaim yang tidak falsifiable, atau tidak mungkin dibuktikan kebenarannya.

Lanjutkan membaca “Fallacy ‘Moving the Goalposts’”

Ideologi Bumi Datar dan Fallacy ‘Lonely Fact’

Salah satu fallacy yang sering dilakukan penganut Bumi datar adalah fallacy ‘hasty generalization’, yaitu menyimpulkan sesuatu dari sangat sedikit kasus yang tidak mewakili keseluruhan kasus. Jika kasus yang dijadikan basis pengambilan kesimpulan hanya satu, maka fallacy ini menjadi fallacy ‘lonely fact’.

Terlebih lagi, mereka dengan sengaja memilih kasus yang menguntungkan mereka, dan digunakan untuk ‘membuktikan’ kasus yang lain itu tidak benar. Ini adalah fallacy lain yang dinamakan ‘cherry-picking’ atau ‘suppressed evidence’.

Beberapa contoh dari fallacy tersebut adalah sebagai berikut:

Lanjutkan membaca “Ideologi Bumi Datar dan Fallacy ‘Lonely Fact’”

Kesesatan Logika CGI Bentuk Kedua

Satu lagi fallacy yang sering dilakukan oleh para korban paham Bumi datar memiliki bentuk sebagai berikut:

  • Pengamatan: tak ada foto atau video dari objek ‘X’ yang bukan CGI.
  • Kesimpulan: ‘X’ tidak ada di dunia nyata.

Pengambilan kesimpulan tersebut salah karena alasan ini:

  1. Sebuah objek yang nyata tetaplah nyata apabila tidak ada orang yang pernah mengambil foto objek tersebut.
  2. Premis awal bisa saja tidak valid karena bisa saja dia hanya tidak tahu ada foto objek yang bersangkutan.

Lanjutkan membaca “Kesesatan Logika CGI Bentuk Kedua”

Kesesatan Logika CGI Bentuk Pertama

Salah satu kesalahan logika yang sering ditemukan di kalangan korban paham Bumi datar adalah yang berhubungan dengan CGI. CGI (computer-generated imagery) adalah penggunaan komputer untuk menghasilkan gambar.

Karena kesalahan logika ini sangat sering ditemukan di kalangan penganut Bumi datar, mari kita beri nama ‘Kesesatan logika CGI’, yang bentuk pertamanya adalah sebagai berikut:

  • Pengamatan: sebuah foto/video objek ‘X’ dibuat dengan CGI
  • Kesimpulan: ‘X’ tidak ada di dunia nyata

Ini adalah kesalahan logika karena bisa saja membuat foto/video CGI dari objek yang ada di dunia nyata.

Lanjutkan membaca “Kesesatan Logika CGI Bentuk Pertama”

Elit Global: Pengalihan Isu Dari Masalah Sebenarnya

Beberapa penganut Bumi datar menggunakan elit global sebagai jurus untuk kabur dari diskusi agar terlihat tidak kehilangan muka.

Saat tidak dapat membuktikan model Bumi datar, beberapa penganut Bumi datar akan mengatakan bahwa model Bumi datar itu masih dalam penelitian, dan wajar apabila belum sempurna. “Tapi,” tentunya ada kelanjutannya, “yang paling penting adalah bagaimana kita melawan elit global dan menyelamatkan dunia dari segelintir orang-orang jahat.”

Fakta yang sesungguhnya adalah bahwa elit global ini hanyalah sebuah karangan belaka.

Lanjutkan membaca “Elit Global: Pengalihan Isu Dari Masalah Sebenarnya”

Aristarchus: Korban Strawman Demi Menyerang Besaran Jarak Matahari

Salah satu manipulasi fakta yang dilakukan penggiat Bumi datar  melibatkan Aristarchus, seorang ilmuwan abad ke-3 sebelum Masehi. Ini adalah manipulasi fakta yang asli buatan oknum-oknum penggiat Bumi datar dari dalam negeri. Disebutkan bahwa Aristarchus melakukan penghitungan jarak Matahari yang salah, tapi hasilnya masih digunakan sampai sekarang.

Klaim ini tentu saja tidak benar. Angka jarak Matahari yang kita gunakan saat ini tidak berasal dari Aristarchus. Ini adalah usaha-usaha strawman  dari oknum-oknum Bumi datar yang tak bertanggung jawab untuk menyerang keabsahan nilai jarak Matahari yang kita gunakan saat ini.

Lanjutkan membaca “Aristarchus: Korban Strawman Demi Menyerang Besaran Jarak Matahari”

Confirmation Bias

Manusia memiliki bias-bias kognitif yang secara subjektif mempengaruhi penilaian. Salah satu bias kognitif ini adalah confirmation bias. Karena confirmation bias, manusia cenderung untuk mencari informasi yang memperkuat hal yang dipercayainya.

Confirmation bias adalah fakta kehidupan dan merupakan sifat semua manusia. Confirmation bias menyebabkan penilaian subjektif berbeda untuk pengamat yang berbeda. Ciri khas pseudosains —seperti pada konsep Bumi datar— confirmation bias tidak diusahakan untuk diminimalkan, tetapi justru dianjurkan.

Lanjutkan membaca “Confirmation Bias”

Penolakan Melalui ‘Argument from Incredulity’

‘Argument from Incredulity’ terjadi jika seseorang menolak sebuah fakta hanya karena yang bersangkutan tidak mengerti bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Ini adalah sebuah sesat pemikiran (fallacy) yang banyak terjadi di kalangan penganut paham Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Penolakan Melalui ‘Argument from Incredulity’”

Asumsi Di Atas Asumsi: Rangkaian Ad-hoc Hypothesis Pada Model Bumi Datar

Model Bumi datar bisa bertahan di benak penganutnya bukanlah karena terbukti kebenarannya; melainkan karena semua kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan ditambal dengan cara menciptakan asumsi. Dan pada gilirannya, jika ada kejanggalan pada asumsi yang dibuat tadi, akan ditambal pula dengan asumsi yang lain. Dan seterusnya…

Asumsi-asumsi yang dianggap benar dan digunakan demi menyelamatkan sebuah teori dari kehancuran tersebut dinamakan ad-hoc hypothesis.

Lanjutkan membaca “Asumsi Di Atas Asumsi: Rangkaian Ad-hoc Hypothesis Pada Model Bumi Datar”

“Bumi Bulat”: Permainan Semantik

Bumi sebenarnya tidak bulat sempurna. Diameter Bumi lebih panjang di khatulistiwa daripada diameter antar kutub. Bentuk ini dinamakan ‘oblate spheroid’. Perbedaan panjang diameter tidak besar, hanya 0,33% saja. Oleh karena itu masih bisa dikatakan sah saja menyebut Bumi berbentuk bulat.

Lanjutkan membaca ““Bumi Bulat”: Permainan Semantik”

Filosofi CGI

Jika penganut Bumi datar melihat foto yang diambil dari luar angkasa, maka bisa dipastikan banyak yang akan menuduh bahwa foto tersebut adalah hasil manipulasi, atau CGI, walaupun sebenarnya mereka sama sekali belum melakukan analisis yang memadai. Hal ini terjadi karena sebagian besar menjadi pengikut Bumi datar karena “meyakini”, dan bukan karena pembuktian objektif, sehingga bukti seperti foto dari luar angkasa perlu untuk diserang bagaimana pun caranya.

Lama kelamaan hal ini dilakukan secara refleks. Istilah sehari-harinya adalah “auto-CGI”.

Lanjutkan membaca “Filosofi CGI”