Lengkungan Air

Tema yang sering didengungkan oleh penganut Bumi datar adalah lengkungan air. Menurut mereka, lengkungan pada air tidak dapat diamati, maka disimpulkan bahwa Bumi datar.

Masalah dari argumentasi demikian adalah pada umumnya air yang diamati sangat sedikit. Air di gelas, di ember atau di waterpas akan praktis terlihat rata. Bukan karena tidak ada lengkungan akibat gravitasi Bumi, melainkan karena air terlalu sedikit sehingga lengkungan terlalu kecil dan tidak mungkin bisa diamati, apalagi dengan mata telanjang.

Lanjutkan membaca “Lengkungan Air”

Sumber Energi Satelit

“Bagaimana mungkin sebuah satelit bisa beroperasi selama bertahun-tahun tanpa pernah mengisi bahan bakarnya?”

Ini adalah salah satu pertanyaan yang dilontarkan secara retoris oleh oknum-oknum pembuat teori konspirasi Bumi datar. Tujuannya adalah untuk menanamkan bibit denialisme pada benak pendengarnya, dengan jalan memancing emosi. Asumsinya, pendengar tak akan pernah mendapatkan jawaban yang logis atas pertanyaan tersebut.

Tapi, tentu saja ada jawaban yang logis dari pertanyaan tersebut. Lanjutkan membaca “Sumber Energi Satelit”

Gaya Gravitasi Pada Pusat Gravitasi

Apa yang terjadi pada benda yang berada di pusat gravitasi Bumi? Melihat rumus gravitasi, apabila r = 0, maka F menjadi tak terhingga.

F = G \frac{m_1 m_2}{r^2}

Beberapa pihak menyimpulkan karena ‘masalah’ ini, maka hukum gravitasi itu salah. Betulkah demikian? Seperti biasa, ada penjelasan yang lebih masuk akal apabila kita mau meluangkan waktu untuk mencari jawabannya.

Lanjutkan membaca “Gaya Gravitasi Pada Pusat Gravitasi”

Satelit Geostasioner

Jika satelit bergerak dengan kecepatan 3 km/detik, mengapa antena parabola penerima sinyal satelit tidak perlu diubah-ubah arahnya?

Karena walaupun satelit bergerak, gerakannya dibuat sama dengan kecepatan permukaan Bumi. Sehingga posisinya akan sama relatif terhadap permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Satelit Geostasioner”

Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi

Gaya tarik antara Bulan dan Matahari adalah 4.35825563 × 1020 N. Gaya tarik antara Bulan dan Bumi adalah 1.98195662 × 1020 N. Gaya tarik antara Bulan dan Matahari lebih dari 2× lebih besar daripada gaya tarik antara Bumi dan Bulan.

Jika demikian, mengapa Bulan mengorbit Bumi, dan tidak mengorbit Matahari langsung?

Lanjutkan membaca “Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi”

Gaya Apung dan Hubungannya Dengan Gravitasi

Klaim yang sering terdengar di mazhab Bumi datar yang populer di Indonesia: balon adalah bukti tidak ada gravitasi, yang ada adalah berat jenis.

Klaim tersebut salah, karena gaya apung berdasarkan hukum Archimedes tak akan bekerja tanpa adanya gaya gravitasi.

Lanjutkan membaca “Gaya Apung dan Hubungannya Dengan Gravitasi”

Vektor Gaya

Banyak miskonsepsi yang beredar di kalangan Bumi datar terjadi hanya karena ketidakpahaman mengenai bagaimana gaya bekerja pada sebuah benda.

Lanjutkan membaca “Vektor Gaya”

Planet Neptunus dan Hukum Gravitasi

Tidak seperti planet lainnya yang ditemukan melalui observasi, planet Neptunus ditemukan melalui perhitungan matematis yang melibatkan Hukum Gravitasi Newton.

Lanjutkan membaca “Planet Neptunus dan Hukum Gravitasi”

Gravitasi: Gaya vs Lengkungan Ruang Waktu

Beberapa kali penulis membuat tulisan yang menyebut “gaya gravitasi”, dan tak jarang mendapat tanggapan bahwa “gravitasi bukan gaya”. Kebanyakan tanggapan adalah red herring yang sebenarnya tak ada relevansinya dengan topik yang dibahas, dan hanya bertujuan mencari kejanggalan dari pernyataan saya sekecil apapun itu. Namun ada pula pertanyaan tentang ini yang jujur.

Tulisan ini dibuat untuk menjelaskan masalah tersebut, supaya penulis tidak perlu berulang kali memberi penjelasan.

Lanjutkan membaca “Gravitasi: Gaya vs Lengkungan Ruang Waktu”

Pasang Surut Air Laut

Sebenarnya topik ini tidak langsung berhubungan langsung dengan ‘perdebatan’ bentuk Bumi. Hanya saja topik ini selalu muncul karena berulang kali ada ‘penemuan terbaru’ kejanggalan dalam hal pasang surut air laut oleh penganut Bumi datar. Semua ‘kejanggalan’ tersebut tentunya bukan ‘bukti’ Bumi datar atau ada hal yang ditutup-tutupi, tetapi karena semata-mata ketidaktahuan semata.

Mari kita bahas topik pasang surut air laut ini satu per satu dengan menggunakan format pertanyaan dan jawaban.

Lanjutkan membaca “Pasang Surut Air Laut”

Penyebab Benda Bisa Mengorbit

Jika gravitasi adalah gaya tarik menarik antara dua benda, lalu mengapa satelit bisa tetap di atas, dan tidak jatuh ke Bumi?

Jawabannya adalah karena satelit mengorbit.

Lanjutkan membaca “Penyebab Benda Bisa Mengorbit”

Hipotesis Graviton Yang Menjadi “Masalah”

Salah satu yang menjadi keberatan kaum Bumi datar mengenai Hukum Gravitasi adalah bahwa belum ditemukannya “mediating particle” untuk interaksi gravitasi.

Biasanya mereka akan memperlihatkan tabel empat interaksi dasar, dan menunjukkan bahwa pada kolom “particles mediating” pada interaksi gravitasi disebut bahwa partikel ini belum ditemukan. Yang ada hanya graviton yang masih merupakan hipotesis.

Lanjutkan membaca “Hipotesis Graviton Yang Menjadi “Masalah””

Balon Udara dan Gaya Gravitasi

Salah satu pernyataan yang sering dikemukakan penganut Bumi datar adalah: “Balon bisa terbang, oleh karena itu gravitasi tidak ada”.

Biasanya kemudian lalu mereka simpulkan bahwa benda bisa jatuh karena berat jenis, bukan karena gravitasi.

Lanjutkan membaca “Balon Udara dan Gaya Gravitasi”

Reaksi Gaya Gravitasi

Beberapa penganut Bumi datar mengklaim gravitasi menyalahi hukum alam. Alasannya adalah tidak ada gaya yang berlawanan. Setiap gaya seharusnya akan dibarengi dengan gaya lain yang berlawanan.

Sebenarnya ada gaya yang berlawanan, hanya saja kita tidak menyadarinya.

Lanjutkan membaca “Reaksi Gaya Gravitasi”

Kelengkungan Air di Bejana

Jika Bumi berbentuk bulat, dan air bisa menempel pada Bumi; mengapa air tidak menempel pada bola, padahal sama-sama berbentuk bulat?

Lanjutkan membaca “Kelengkungan Air di Bejana”

Bumi vs Bola Tenis Basah yang Berputar

Bumi dan bola tenis sama-sama bulat, sama-sama basah, dan sama-sama berputar. Tapi kok berbeda? Air di Bumi tetap menempel pada kerak bumi, tetapi air di bola tenis yang berputar tidak menempel pada permukaan bola tenis. Maka apakah dapat disimpulkan bahwa bentuk Bumi tidak sama dengan bola tenis, atau dengan kata lagi Bumi tidak bulat? Benarkah demikian?

Lanjutkan membaca “Bumi vs Bola Tenis Basah yang Berputar”