Bumi itu Bulat dan Sungai Nil Tak Pernah Mengalir Naik Sepanjang Alirannya

Sungai Nil tak pernah mengalir naik, atau dengan kata lain mengalir ke lokasi yang lebih jauh dari permukaan laut (geoid) sepanjang alirannya.

Penganut Bumi datar mengklaim bahwa jika Bumi itu bulat, maka Sungai Nil akan mengalir naik untuk mengatasi lengkungan Bumi. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Bumi itu Bulat dan Sungai Nil Tak Pernah Mengalir Naik Sepanjang Alirannya”

Ekuipotensial: Sifat Permukaan Air

Air akan selalu mencari potensial terendah, yaitu posisi sedekat mungkin dengan pusat gravitasi Bumi. Akibat gravitasi, permukaan air tenang akan ekuipotensial, dan praktis melengkung. Dan pusat lengkungannya adalah pusat gravitasi Bumi. Pada kondisi tersebut, seluruh titik yang ada di permukaan air semuanya memiliki potensial gravitasi yang sama.

Lanjutkan membaca “Ekuipotensial: Sifat Permukaan Air”

Gerak Jatuh Bebas

Benda jatuh disebabkan oleh gravitasi. Massa Bumi mengakibatkan setiap benda di Bumi mengalami percepatan sebesar 9.8 m/s² yang arahnya ke bawah. Angka tersebut dinamakan ‘percepatan gravitasi’ yang biasa disebut dengan notasi ‘g’.

Kebanyakan penganut Bumi datar menolak adanya gravitasi. Menurut mereka benda jatuh karena densitas atau berat jenis, bukan gravitasi. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Gerak Jatuh Bebas”

Arah Atas dan Bawah

Arah ‘atas’ dan ‘bawah’ ditentukan dari arah percepatan gravitasi yang kita rasakan. ‘Atas’ adalah menjauhi arah percepatan gravitasi. Dan ‘bawah’ adalah menuju arah percepatan gravitasi.

Di Bumi, percepatan gravitasi memiliki arah ke pusat Bumi, dimanapun kita berada. Walaupun dua orang pengamat di permukaan Bumi bisa jadi memiliki orientasi yang saling berbeda, arah bawah tetaplah menuju ke pusat Bumi. Karena itu, arah bawah bagi kedua orang tersebut memiliki arah yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Arah Atas dan Bawah”

Hamburan Rayleigh: Penyebab Langit Berwarna Biru

Salah satu kesimpulan umum yang diambil oleh penganut Bumi datar setelah melakukan hal yang mereka sebut sebagai ‘analisis’ terhadap foto dari permukaan Bulan:

“Pada foto dari permukaan Bulan, langit terlihat gelap, padahal katanya sedang siang hari. Pasti ada apa-apanya!”

Penjelasan singkat: Bumi memiliki atmosfer, sedangkan Bulan tidak.

Lanjutkan membaca “Hamburan Rayleigh: Penyebab Langit Berwarna Biru”

Vektor Gaya

Banyak miskonsepsi yang beredar di kalangan Bumi datar terjadi hanya karena ketidakpahaman mengenai bagaimana gaya bekerja pada sebuah benda.

Lanjutkan membaca “Vektor Gaya”

Cara Kerja Mesin Roket Dalam Ruang Hampa

Jika kita berjalan dengan menapakkan kaki, burung terbang dengan mendorong udara menggunakan sayap dan ikan berenang dengan mendorong air menggunakan sirip; lalu bagaimana roket di ruang hampa dapat bergerak?

Roket dapat bergerak di luar angkasa dengan memanfaatkan fenomena alam yang dijelaskan oleh hukum aksi-reaksi dan hukum kekekalan momentum.

Lanjutkan membaca “Cara Kerja Mesin Roket Dalam Ruang Hampa”

Gravitasi: Gaya vs Lengkungan Ruang Waktu

Beberapa kali penulis membuat tulisan yang menyebut “gaya gravitasi”, dan tak jarang mendapat tanggapan bahwa “gravitasi bukan gaya”. Kebanyakan tanggapan adalah red herring yang sebenarnya tak ada relevansinya dengan topik yang dibahas, dan hanya bertujuan mencari kejanggalan dari pernyataan saya sekecil apapun itu. Namun ada pula pertanyaan tentang ini yang jujur.

Tulisan ini dibuat untuk menjelaskan masalah tersebut, supaya penulis tidak perlu berulang kali memberi penjelasan.

Lanjutkan membaca “Gravitasi: Gaya vs Lengkungan Ruang Waktu”

Penyebab Benda Bisa Mengorbit

Jika gravitasi adalah gaya tarik menarik antara dua benda, lalu mengapa satelit bisa tetap di atas, dan tidak jatuh ke Bumi?

Jawabannya adalah karena satelit mengorbit.

Lanjutkan membaca “Penyebab Benda Bisa Mengorbit”

Balon Udara dan Gaya Gravitasi

Balon udara dapat terbang karena memiliki gaya apung (buoyancy) yang memiliki arah ke atas. Jika gaya apung lebih besar daripada gaya gravitasi (berat), maka balon akan bergerak naik.

Penganut Bumi datar banyak yang tidak mengerti hal ini. Bagi mereka, fakta bahwa balon bisa terbang adalah ‘bukti’ bahwa gravitasi tidak ada, dan benda bisa naik atau turun karena berat jenis. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Balon Udara dan Gaya Gravitasi”

Reaksi Gaya Gravitasi

Beberapa penganut Bumi datar mengklaim gravitasi menyalahi hukum alam. Alasannya adalah tidak ada gaya yang berlawanan. Setiap gaya seharusnya akan dibarengi dengan gaya lain yang berlawanan.

Sebenarnya ada gaya yang berlawanan, hanya saja kita tidak menyadarinya.

Lanjutkan membaca “Reaksi Gaya Gravitasi”

Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan

Jika kita naik pesawat, menutup mata dan telinga, kita tidak akan merasakan bahwa pesawat dengan bergerak dengan kecepatan lebih dari 900 km/jam. Namun apabila pesawat menambah atau mengurangi kecepatan, berbelok, atau mengubah ketinggian, kita dapat dengan mudah merasakannya.

Sama halnya dengan gerakan rotasi dan revolusi Bumi. Permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 1656 km/jam, dan Bumi berevolusi dengan kecepatan 107000 km/jam. Kita tak pernah merasakan ini karena kecepatannya selalu konstan, dengan kata lain percepatannya nol.

Lanjutkan membaca “Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan”

Kecepatan Diukur Dari Kerangka Acuan Tertentu, Termasuk Kecepatan Bumi dan Benda Langit Lainnya

Salah satu miskonsepsi yang paling sering ditemui di komunitas Bumi datar adalah miskonsepsi mengenai kecepatan. Kesalahan umum adalah kecepatan dianggap sebagai satuan yang absolut, padahal kecepatan diukur dari sebuah kerangka acuan (frame of reference) yang digunakan. Contoh:

“Jika Bumi mengelilingi Matahari dengan kecepatan 30 km/detik, dan kecepatan Apollo hanya 11 km/detik, bagaimana mungkin astronot Apollo dapat kembali ke Bumi?”

Kita yang berada di permukaan Bumi umumnya menggunakan  kerangka acuan permukaan Bumi, namun bukan berarti semua kecepatan menggunakan kerangka acuan ini.

Lanjutkan membaca “Kecepatan Diukur Dari Kerangka Acuan Tertentu, Termasuk Kecepatan Bumi dan Benda Langit Lainnya”