Film Mockumentary “Dark Side of the Moon”

Salah satu ‘bukti’ bahwa pendaratan ke Bulan belum pernah dilakukan dan NASA selama ini membohongi kita semua adalah ‘film dokumenter’ yang banyak beredar di Internet. Film tersebut menampilkan narasumber seperti Donald Rumsfield, Henry Kissinger, Alexander Haig, Vernon Walters, Buzz Aldrin, dan istri mendiang Stanley Kubrick. Dalam film tersebut terlihat bahwa mereka semua mengatakan bahwa video pendaratan di Bulan dipalsukan, dan semuanya dibuat oleh Stanley Kubrick di studio.

Tapi ternyata itu semua hanyalah cuplikan dari sebuah mockumentary berjudul ‘Dark Side of the Moon’. Mockumentary adalah film yang membahas sesuatu yang fiktif, namun disajikan seperti film dokumenter.

Lanjutkan membaca “Film Mockumentary “Dark Side of the Moon””

Orion EFT-1, Apollo dan Sabuk van Allen

Sebuah video dari NASA mengenai wahana antariksa Orion dipermasalahkan. Video tersebut berisi bahasan misi test pertama dari Orion yang dinarasikan oleh ilmuwan NASA, Kelly Smith.

Oleh oknum-oknum penggiat paham Bumi datar, dari video tersebut disimpulkan bahwa NASA belum pernah ke Bulan. Video tersebut berkali-kali disunting dan diberi narasi yang tendensius untuk menggiring opini penontonnya. Tak terhitung lagi banyaknya video-video tendensius tersebut di YouTube.

Untuk itu mari kita lakukan analisis secara objektif dengan menggunakan pikiran yang jernih.

Lanjutkan membaca “Orion EFT-1, Apollo dan Sabuk van Allen”

Ketajaman Foto Bumi

Jika permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 1674 km/jam di khatulistiwa, bagaimana mungkin mengambil foto Bumi yang tidak blur? Selama ini foto Bumi yang ada tidak terlihat adanya gerakan (motion blur). Mengambil foto objek yang sedang bergerak sedikit saja bisa blur, apalagi Bumi yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi!

Untuk itu mari kita hitung berapa shutter speed yang dibutuhkan untuk membuat foto Bumi tajam dan tidak blur.

Lanjutkan membaca “Ketajaman Foto Bumi”

Field of View Foto Bumi Dari Luar Angkasa

Ada sebuah meme yang berasal dari kaum Bumi datar yang membandingkan dua buah foto. Foto pertama memperlihatkan Bumi di kejauhan dengan latar belakang Bulan, diambil dari jarak 384400 km. Foto kedua memperlihatkan Bumi di belakang Bulan, diambil dari jarak 1500000 km. Masalahnya pada foto yang diambil dari jarak yang lebih jauh, ukuran Bumi jauh lebih besar. “Mengherankan bukan?”

Tentunya tidak mengherankan, karena tak sulit untuk mencari penjelasan yang masuk akal.

Lanjutkan membaca “Field of View Foto Bumi Dari Luar Angkasa”

Misi Apollo dan Sabuk Van Allen

Sabuk Van Allen (Van Allen Belt) adalah sabuk radiasi yang mengelilingi Bumi. Bagi penganut Bumi datar, Van Allen Belt adalah ‘bukti’ bahwa manusia tidak pernah dan tidak bisa ke luar angkasa.

Bagi umat manusia yang lain, sabuk Van Allen adalah salah satu tantangan yang bukan tidak mungkin dapat diatasi dengan akal yang kita miliki.
Lanjutkan membaca “Misi Apollo dan Sabuk Van Allen”

Perbedaan Foto Bumi Terbitan NASA Dari Tahun ke Tahun

Setiap kali NASA merilis foto Bumi, maka akan ada perbedaan dibandingkan dengan foto sebelumya. “Masalah” ini terkadang dibesar-besarkan oleh penganut Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Foto Bumi Terbitan NASA Dari Tahun ke Tahun”

Siklus Saros dan Prediksi Gerhana

Salah satu topik yang paling sering dibahas oleh penganut Bumi datar adalah Siklus Saros. Bangsa Babilonia mencatat sejarah terjadinya gerhana dan menggunakan data ini untuk memprediksi gerhana. Tetapi yang pertama kali menggunakan istilah ini bukanlah banga Babilonia, tetapi Edmund Halley pada tahun 1691.

Pada situs web NASA terdapat halaman Eclipses and The Saros, kemudian lalu disimpulkan oleh penganut Bumi datar bahwa NASA menggunakan Siklus Saros untuk memprediksi terjadinya gerhana. Premisnya adalah bahwa NASA, lembaga dengan anggaran milyaran USD tidak dapat menghitung gerhana menggunakan model matematis tata surya, tetapi menggunakan teknologi Babilonia 2500 tahun yang lalu.

Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Prediksi Gerhana”

Foto Bumi Dari Luar Angkasa dan Ukuran Benua Amerika

Bagian yang terlihat pada Bumi tergantung dari jarak pandang. Semakin dekat, maka semakin sedikit bagian dari Bumi yang terlihat. Semakin jauh, maka semakin banyak bagian Bumi yang terlihat. Namun sejauh apapun, kamu tidak akan bisa melihat kedua kutub Bumi sekaligus.

Untuk menjadikan ukuran bola Bumi sama pada kedua gambar tersebut, penulis menggunakan dua lensa yang berbeda. Gambar kiri diambil menggunakan lensa normal zoom 24-70mm pada 70mm. Gambar kanan diambil menggunakan lensa wide angle 16-35mm pada 16mm.

Kamu juga bisa melakukan percobaan yang sama jika kamu memiliki globe. Untuk kamera, kamu bisa menggunakan kamera ponsel.

Untuk mensimulasikan masalah ini, kamu dapat menggunakan simulator di sini: The True Face of the Earth, Camera Distance matters