Polaris: Tak Selamanya Menjabat Sebagai Bintang Kutub

Salah satu topik yang sering diangkat dalam komunitas korban paham Bumi datar adalah bintang Polaris. Klaimnya adalah posisi Polaris tidak pernah berubah, dan bintang lain terlihat mengelilingi Polaris. Hal ini dijadikan ‘bukti’ bahwa Bumi tidak berbentuk bulat dan tidak berotasi. Jika Bumi bulat dan berotasi, maka seharusnya posisi Polaris akan bergeser.

Ternyata memang posisi Polaris bergeser, walaupun hal tersebut bukan fenomena yang dapat diamati dalam satu malam saja, atau bahkan selama kurun waktu kehidupan kita.

Karena gerak rotasi Bumi, bintang-bintang memiliki siklus yang lamanya satu kali dalam 24 jam, tak jauh berbeda dengan siklus harian Matahari. Bintang-bintang ini akan terlihat mengelilingi sumbu rotasi utara dan selatan.

Polaris memiliki posisi di sumbu rotasi utara, sehingga Polaris nampak tidak bergerak. Namun sebenarnya posisi Polaris tidak tepat di sumbu rotasi utara. Pada saat tulisan ini dibuat, posisi Polaris sekitar 0.75° dari sumbu rotasi utara.

Ternyata kebetulan saja kita hidup pada saat Polaris berada nyaris tepat di sumbu rotasi utara. Bumi mengalami gerak yang dinamakan presesi sumbu rotasi bumi. Karena gerak ini, maka posisi sumbu rotasi akan bergeser. Dan tak selamanya Polaris menjabat sebagai bintang kutub.

Presesi adalah gerak yang sama yang dapat kita amati pada gasing yang berputar. Selain gerakan berputar kencang, dapat kita amati sumbu rotasi gasing juga memiliki siklus. Hal yang sama terjadi pada Bumi yang kita diami.

Pada saat tahun 0, sumbu rotasi utara lebih dekat pada bintang Kochab daripada Polaris. Namun posisinya terlalu jauh sehingga tidak dianggap sebagai bintang kutub. Pytheas, seorang penjelajah dari Yunani, mendeskripsikan bahwa tidak ada bintang di sekitar sumbu rotasi utara.

Dalam beberapa abad ke depan, sumbu rotasi akan menjauh dari Polaris, dan suatu saat Polaris akan menyerahkan jabatannya ke bintang Gamma Cephei.

Hal yang sama juga terjadi di sumbu rotasi selatan. Saat ini bintang terdekat dengan sumbu rotasi selatan adalah Sigma Octantis, namun bintang ini jarang digunakan untuk navigasi karena terlalu redup, tak seperti Polaris di utara. Suatu saat, posisi Sigma Octantis pun akan digantikan bintang lain.

Dengan demikian, fakta bahwa Bumi bulat dan berotasi terbukti berdasarkan syarat yang dikemukakan oleh penganut paham Bumi datar sendiri. Kita hanya perlu melakukan pengamatan selama berabad-abad untuk membuktikannya.

Referensi