Melakukan Zoom Pada Matahari Terbenam

Featured Video Play Icon

Zoom pada kamera bekerja dengan cara memperbesar bagian tengah dari gambar, atau dengan cara mempersempit field of view dari kamera. Melakukan zoom ke Matahari terbenam tak akan memperlihatkan lebih banyak dari Matahari, dan hanya akan memperbesar ukuran Matahari pada gambar yang dihasilkan.

Kaum Bumi datar mengklaim zoom dapat memperlihatkan kembali Matahari yang sudah terbenam. Mereka salah. Hal tersebut hanya akibat kesalahan setting exposure kamera. Faktanya, zoom tak akan pernah dapat memperlihatkan kembali Matahari yang sudah terbenam.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Pada Matahari Terbenam”

Sun Dog

Sun dog adalah fenomena optik atmosfer yang berbentuk daerah terang yang terpisah 22° secara horizontal dari Matahari. Fenomena ini terjadi karena refraksi cahaya Matahari yang terjadi pada kristal es di atmosfer.

Kaum Bumi datar mengklaim sun dog terjadi karena pantulan cahaya Matahari oleh ‘kubah Bumi’ pada mitos Bumi datar, ada lebih dari satu Matahari, atau alasan lainnya yang mengada-ada. Mereka salah. Sun dog hanyalah fenomena optik yang terjadi pada lokasi yang dingin dimana kristal es dapat terkumpul dalam jumlah banyak di atmosfer.

Lanjutkan membaca “Sun Dog”

Albedo Visual dari Bulan dan Bumi

Albedo visual adalah perbandingan dari cahaya Matahari yang dipantulkan oleh sebuah benda langit dan jumlah seluruh cahaya Matahari yang diterima, dengan hanya memperhitungkan cahaya tampak saja. Albedo visual dari Bumi adalah 0,37, sedangkan albedo visual dari Bulan adalah 0,12.

Bulan terlihat gelap jika Bumi juga terlihat di foto yang sama. Kaum Bumi datar menggunakan fakta tersebut untuk ‘membuktikan’ bahwa foto yang diambil dari luar angkasa tersebut palsu. Mereka salah. Bulan terlihat lebih gelap karena memantulkan lebih sedikit cahaya Matahari daripada Bumi.

Lanjutkan membaca “Albedo Visual dari Bulan dan Bumi”

Solar Filter

Featured Video Play Icon

Solar filter digunakan untuk mengurangi intensitas cahaya Matahari agar dapat diabadikan oleh kamera dengan baik. Tanpa solar filter, cahaya Matahari terlalu terang, dan tak dapat ditangkap dengan benar oleh kamera.

Beberapa pengamatan Matahari yang dilakukan oleh kaum Bumi datar menggunakan kamera tanpa dilengkapi dengan solar filter. Akibatnya Matahari terlihat lebih besar karena kamera tak dapat membedakan Matahari dan kilau di sekelilingnya, yang keduanya terlalu terang untuk dapat dibedakan oleh kamera.

Lanjutkan membaca “Solar Filter”

Hamburan Rayleigh

Atmosfer Bumi berpendar dengan warna biru terang akibat fenomena hamburan Rayleigh. Atmosfer Bumi menghamburkan cahaya Matahari ke semua arah. Warna kebiruan dihamburkan dengan lebih kuat daripada warna kemerahan. Hasilnya adalah langit Bumi berwarna biru, dan sinar Matahari berwarna kekuningan.

Ada sangat banyak miskonsepsi yang terjadi di kalangan komunitas korban Bumi datar yang berasal dari ketidaktahuan mengenai fenomena hamburan Rayleigh.

Lanjutkan membaca “Hamburan Rayleigh”

Pantulan Cahaya: Specular dan Diffuse

Sebuah benda dapat kita lihat apabila memenuhi salah satu dari kondisi ini: 1. merupakan sumber cahaya; atau 2. memantulkan cahaya. Sedangkan benda memantulkan cahaya dapat secara 1. specular (glossy, mengkilap, seperti cermin); atau 2. diffuse (doff).

Kaum Bumi datar gemar membandingkan bentuk Bulan yang kita lihat dengan bola yang terbuat dari logam mengkilap. Perbedaan hasilnya akan mereka anggap sebagai “bukti” Bulan tidak memantulkan cahaya. Mereka salah. Logam mengkilap memantulkan hampir semua cahaya yang datang secara specular, sedangkan Bulan memantulkan seluruh cahaya yang datang secara diffuse.

Lanjutkan membaca “Pantulan Cahaya: Specular dan Diffuse”

Bokeh

Dalam fotografi, bokeh adalah bagaimana lensa menghasilkan gambar pada bagian yang tidak terfokus. Bentuk dari bokeh lebih tergantung pada lensa yang digunakan daripada objek yang tidak terfokus tersebut.

Beberapa kaum Bumi datar tidak paham bagaimana cara untuk mengambil gambar bintang dan planet yang terfokus dengan benar. Hal tersebut terjadi akibat kurangnya pengetahuan atau tidak cocoknya kamera yang mereka gunakan untuk keperluan tersebut. Yang mereka hasilkan hanyalah bokeh, yang tidak banyak menggambarkan objek yang dimaksud.

Lanjutkan membaca “Bokeh”

Sun Glitter / Pantulan Riak Air

Sun glitter adalah cahaya gemerlap yang terbentuk saat cahaya Matahari dipantulkan oleh gelombang air. Air yang beriak memantulkan cahaya Matahari dari berbagai sudut dan pengamat akan melihat sangat banyak pantulan Matahari di permukaan air.

Kaum Bumi datar menganggap pantulan sinar Matahari di permukaan laut yang berbentuk panjang adalah “bukti” Bumi datar. Mereka salah. Sun glitter terjadi karena riak air. Perbedaan lengkungan permukaan Bumi itu sendiri antara model Bumi bulat dan model Bumi datar tidak terlalu jauh untuk menyebabkan perbedaan pada bentuk sun glitter.

Lanjutkan membaca “Sun Glitter / Pantulan Riak Air”

Perubahan Refraksi Atmosfer

Pada kebanyakan situasi, refraksi atmosfer membelokkan cahaya ke bawah dan menyebabkan objek terlihat lebih tinggi daripada seharusnya. Besarnya refraksi atmosfer tidaklah konstan, dan tergantung dari kondisi cuaca. Kekuatan refraksi atmosfer membelokkan cahaya berbeda pada musim yang berbeda, hari yang berbeda dan bahkan pada waktu yang berbeda pada hari yang sama.

Karena variasi dari refraksi atmosfer tersebut, objek berjarak jauh yang biasanya tak terlihat akibat tertutup lengkungan Bumi kadang bisa terlihat. Kaum Bumi datar biasanya akan memilih-milih momen saat objek tersebut terlihat, dan menjadikannya “bukti” tak ada lengkungan Bumi. Mereka akan dengan senang hati mengabaikan kasus-kasus dimana objek tersebut seluruhnya tak terlihat karena tertutup lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Perubahan Refraksi Atmosfer”

Penglihatan Inframerah / Infrared Vision

Jika sebuah objek yang jaraknya jauh tidak dapat kita lihat, hal tersebut terjadi karena salah satu dari sebab berikut ini:

  • Mata kita tak memiliki resolusi angular yang cukup untuk dapat melihat objek tersebut.
  • Kondisi atmosfer membatasi jarak pandang atau visibilitas.
  • Objek tersebut cukup jauh dan tertutup lengkungan Bumi.

Beberapa penganut Bumi datar gemar memperlihatkan bahwa objek di kejauhan yang sebelumnya tak terlihat, menjadi terlihat dengan menggunakan penglihatan inframerah (infrared vision). Hal ini kemudian dianggap sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tak ada. Mereka salah. Lengkungan Bumi bukanlah satu-satunya penyebab tak terlihatnya objek di kejauhan.

Lanjutkan membaca “Penglihatan Inframerah / Infrared Vision”

Bayangan Gunung di Awan: Bukti Bumi Bulat

Sebelum Matahari terbit atau setelah Matahari terbenam, Matahari terletak di bawah horizon, namun cahaya Matahari sudah mulai terlihat di langit. Awan di langit akan terlihat terkena cahaya Matahari.

Jika ada gunung di antara Matahari dan awan, bisa terjadi fenomena bayangan gunung di awan. Model Bumi datar mengasumsikan Matahari selalu berada ‘di atas’, sehingga fenomena alam ini tak mungkin dapat terjadi pada Bumi datar.

Fenomena bayangan gunung di awan tersebut hanya dapat dijelaskan bila Bumi berbentuk bulat.

Lanjutkan membaca “Bayangan Gunung di Awan: Bukti Bumi Bulat”

Garis-Garis Fraunhofer

Sinar Matahari yang sampai di permukaan Bumi dapat diuraikan menjadi beberapa warna menggunakan sebuah prisma. Warna-warna tersebut adalah spektrum. Namun, jika diuraikan, hasilnya akan mengandung garis-garis gelap.  Dari garis-garis ini dapat diketahui komposisi dari Matahari tanpa perlu kita mengunjungi Matahari.

Kaum Bumi datar berpendapat tidaklah mungkin komposisi Matahari bisa diketahui. Menurut mereka, Matahari itu panas dan jauh dan tidak mungkin ada orang yang pernah mendatanginya. Mereka salah. Komposisi Matahari dapat diketahui melalui garis-garis spektrum tersebut, yang dinamakan garis-garis Fraunhofer.

Lanjutkan membaca “Garis-Garis Fraunhofer”

Bulan Saat Siang Hari dan Miskonsepsi Bulan Transparan

Atmosfer Bumi menghamburkan sinar Matahari ke segala arah. Akibatnya, langit bercahaya ke segala arah dan berwarna biru terang. Fenomena ini dinamakan hamburan Rayleigh.

Kadang Bulan muncul di siang hari. Bagian Bulan yang terang adalah karena memantulkan cahaya Matahari.  Sedangkan bagian Bulan yang gelap tidak memantulkan cahaya Matahari, dan praktis tidak mengirim cahaya. Akibat hal ini dan juga karena hamburan Rayleigh, bagian gelap Bulan didominasi oleh warna langit yang biru terang.

Lanjutkan membaca “Bulan Saat Siang Hari dan Miskonsepsi Bulan Transparan”

Kilap Matahari / Sun-Glint Bukanlah Bukti Matahari Bersifat Lokal

Kilap Matahari (sunglint) adalah fenomena yang terjadi jika cahaya Matahari dipantulkan permukaan air dengan sudut datang yang sama dengan sudut pantulannya. Jika dilihat dari ketinggian, pada daerah tersebut, air akan terlihat terang mengkilap, berbeda dari daerah di sekitarnya.

Matahari pada banyak konsep Bumi datar dianggap sebagai sumber cahaya yang bersifat lokal. Mereka suka menganalogikan seperti lampu sorot atau lampu senter. Fenomena kilap Matahari ini mereka anggap sebagai ‘bukti’ dari Matahari yang bersifat seperti lampu senter. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Kilap Matahari / Sun-Glint Bukanlah Bukti Matahari Bersifat Lokal”

Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total

“Matahari dan Bulan pernah terlihat di langit pada waktu yang sama saat sedang terjadi gerhana Bulan total. Hal ini tak dapat terjadi jika Bumi bulat karena Matahari, Bumi, dan Bulan seharusnya berada dalam garis lurus saat terjadinya gerhana Bulan total. Maka, model Bumi bulat itu salah!”

Beberapa penganut Bumi datar melihat bahwa Matahari dan Bulan terlihat pada saat yang sama saat terjadinya gerhana Bulan total. Sudah dapat diprediksi bahwa mereka akan menyimpulkan bahwa Bumi tidak bulat. Namun pada kenyataannya, fenomena ini terdokumentasi dengan baik dan dapat dengan mudah dijelaskan pada model Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total”

Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam

Jika Bumi datar, maka seharusnya Matahari akan terlihat dari seluruh Bumi, dan tidak akan pernah terbenam. Untuk itu, demi menyelamatkan teori Bumi datar, diciptakanlah sebuah ad-hoc hypothesis bahwa Matahari terbenam adalah akibat dari perspektif dan refraksi.

Untuk perspektif telah kami bahas sebelumnya. Sekarang mari kita telaah betulkah refraksi dapat menyebabkan Matahari terlihat terbenam.

Lanjutkan membaca “Efek Refraksi Atmosfer Terhadap Matahari Terbit dan Terbenam”

Gelapnya Langit Saat Siang Hari di Bulan

Di Bumi langit berwarna biru terang karena fenomena hamburan Rayleigh. Cahaya Matahari dihamburkan ke segala arah oleh molekul oksigen dan nitrogen yang ada di atmosfer Bumi.

Hal ini tak terjadi di Bulan, dan mengakibatkan langit Bulan berwarna gelap. Kaum Bumi datar mengklaim gelapnya langit Bulan sebagai “bukti” adanya konspirasi. Misalnya untuk menutupi “fakta” bahwa pendaratan di Bulan direkam di dalam studio. Mereka salah. Hanya karena di Bumi langit berwarna biru terang, bukan berarti di bulan dan di planet lain juga seperti itu.

Lanjutkan membaca “Gelapnya Langit Saat Siang Hari di Bulan”

Refraksi Atmosfer

Gelombang cahaya tidak selalu bergerak lurus. Apabila melewati medium yang indeks biasnya berbeda, gelombang cahaya akan membelok. Peristiwa ini dinamakan refraksi atau pembiasan, dan fenomena tersebut dijelaskan menurut Hukum Snell.

Atmosfer Bumi memiliki kerapatan dan temperatur yang tergantung dari ketinggian, sehingga indeks bias akan berbeda untuk ketinggian yang berbeda. Oleh karena itu gelombang cahaya yang melewati atmosfer Bumi juga mengalami refraksi.

Refraksi atmosfer adalah fenomena alam yang nyata. Masalahnya fenomena refraksi ini disalahgunakan oleh penganut Bumi datar untuk menjelaskan peristiwa terbenamnya Matahari.

Lanjutkan membaca “Refraksi Atmosfer”

Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total

Saat terjadi gerhana Matahari, posisi Bulan tepat berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga yang terlihat dari Bumi adalah bagian Bulan yang gelap. Karena itu mata kita tak dapat melihat Bulan. Namun bagian Bulan yang gelap tersebut sebenarnya tetap menerima cahaya dari Bumi yang mengalami siang hari. Fenomena ini dinamakan Earthshine.

Beberapa penganut Bumi datar berpendapat bahwa gerhana Matahari tidak disebabkan oleh tertutupnya Matahari oleh Bulan, tetapi karena Matahari tertutup oleh sebuah ‘benda selestial’ yang misterius. Alasannya adalah model gerhana seperti ini tidak kompatibel dengan keyakinan mereka mengenai pergerakan Matahari dan Bulan.

Earthshine membuktikan bahwa mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine: Bukti Bulan Menutupi Matahari Saat Terjadi Gerhana Matahari Total”