Foto-Foto Matahari Ganda

Beberapa kaum Bumi datar menemukan foto Matahari ganda, dan mereka lompat ke kesimpulan dengan mengklaim hal tersebut “membuktikan” hal yang ingin mereka buktikan. Faktanya, foto-foto tersebut dapat dengan mudah dijelaskan tanpa asumsi yang dibuat-buat.

Lanjutkan membaca “Foto-Foto Matahari Ganda”

Demonstrasi Hamburan Cahaya Menggunakan Penunjuk Laser

Kaum Bumi datar tak memahami mengapa luar angkasa terlihat gelap jika Matahari ada di luar angkasa, dan mereka gunakan hal itu untuk mendiskreditkan sains.

Faktanya, cahaya Matahari melintasi luar angkasa, tetapi karena luar angkasa hampa, tak ada yang menghamburkan dan membelokkannya ke mata kita seperti di Bumi. Kita dapat mendemonstrasikan fenomena tersebut dengan penunjuk laser merah dan hijau berdaya rendah pada udara bersih.

Lanjutkan membaca “Demonstrasi Hamburan Cahaya Menggunakan Penunjuk Laser”

Pantulan Cahaya Matahari Pada Air Beriak

Featured Video Play Icon

Sun glitter adalah cahaya gemerlap yang terbentuk saat sinar Matahari dipantulkan oleh gelombang air. Jika Matahari dekat horizon, air beriak  akan memantulkan cahaya Matahari dengan sudut yang berbeda-beda dan pengamat akan melihat sangat banyak pantulan Matahari di permukaan air, yang membentuk pantulan memanjang.

Kaum Bumi datar menggunakan bentuk pantulan Matahari di air beriak yang memanjang sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, hal tersebut terjadi akibat permukaan air yang beriak, bisa terjadi pada permukaan yang melengkung, dan tak membuktikan bentuk Bumi tertentu.

Lanjutkan membaca “Pantulan Cahaya Matahari Pada Air Beriak”

Kenampakan Objek di Luar Angkasa dan Objek di Permukaan Bumi

Visibilitas adalah jarak dimana bentuk objek masih dapat dikenali. Hal tersebut tergantung pada transparansi dari udara. Di luar angkasa tak ada udara yang mengganggu rambatan cahaya. Maka cahaya dapat merambat sangat jauh di luar angkasa.

ISS bisa terlihat lebih jernih daripada objek di permukaan Bumi yang jauh lebih dekat. Kaum Bumi datar menganggapnya “bukti” ISS lebih dekat. Faktanya, hanya sedikit dari jarak rambat cahaya dari ISS melewati bagian bawah atmosfer Bumi yang lebih rapat, yang mempengaruhi kualitas rambatan cahaya secara signifikan.

Sebaliknya, cahaya yang berasal dari objek di permukaan Bumi harus melintasi atmosfer Bumi yang tebal di seluruh rambatannya.

Lanjutkan membaca “Kenampakan Objek di Luar Angkasa dan Objek di Permukaan Bumi”

Albedo Visual dari Bulan dan Bumi

Albedo visual adalah ukuran sinar Matahari yang dipantulkan oleh benda langit. Albedo visual dari Bumi adalah 0,37, sedangkan albedo visual dari Bulan adalah 0,12.

Bulan terlihat gelap jika Bumi juga terlihat di foto yang sama. Kaum Bumi datar menjadikan hal tersebut sebagai “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, tingkat kecerahan Bulan yang terlihat pada foto hanyalah masalah pemilihan eksposur kamera yang tepat. Tetapi jika Bumi juga terlihat di dalam foto, meningkatkan eksposur akan membuat Bumi terlihat terlalu terang.

Lanjutkan membaca “Albedo Visual dari Bulan dan Bumi”

Warna Merah Saat Gerhana Bulan Total

Bulan menjadi merah saat gerhana Bulan total karena atmosfer Bumi bersifat seperti lensa yang membelokkan sinar Matahari ke Bulan. Selain itu, atmosfer Bumi menghamburkan komponen warna biru dari sinar Matahari sehingga hanya komponen merah yang mencapai Bulan.

Bulan tidak sepenuhnya gelap selama gerhana Matahari total, dan kaum Bumi datar keliru menggunakannya sebagai “bukti” Bulan tidak tertutup Bumi saat gerhana. Faktanya, hal tersebut terjadi karena fenomena optik yang melibatkan atmosfer Bumi.

Lanjutkan membaca “Warna Merah Saat Gerhana Bulan Total”

Percobaan Lampu, Laser, & Cermin Melewati Permukaan Air

Refraksi atmosfer lebih kuat semakin dekat dengan permukaan Bumi. Selain itu dapat pula terjadi inversi dimana lapisan udara panas terbentuk di atas udara yang lebih dingin di bawahnya. Kedua fenomena tersebut dapat mengakibatkan sinar mencapai pengamat yang jauh di balik horizon, namun akan terlihat terkompresi, terdistorsi dan kabur, sehingga tak akan menampilkan bentuk objek aslinya. Tetapi sumber cahaya tunggal yang sangat terang akan tampak jelas jika latar belakangnya lebih gelap.

Kaum Bumi datar gemar bereksperimen dengan laser, lampu senter, dan pantulan cahaya matahari melewati permukaan air. Jika cahaya dapat terlihat di seberang, mereka akan keliru menyimpulkan bahwa lengkungan Bumi tidak ada. Faktanya, refraksi atmosfer dapat menyebabkan pengamatan tersebut.

Lanjutkan membaca “Percobaan Lampu, Laser, & Cermin Melewati Permukaan Air”

Beyond Horizons: Rekor Jarak Pengamatan Antar Puncak Gunung

Kita dapat melihat sebuah objek lebih jauh melewati lengkungan Bumi apabila kita dan/atau objek tersebut lebih tinggi. Puncak gunung merupakan lokasi-lokasi tertinggi di permukaan Bumi. Akibatnya, dari atas sebuah puncak gunung, kita dapat melihat puncak gunung lain yang sangat jauh, bahkan yang jaraknya mencapai ratusan kilometer. Situs web Beyond Horizon mengulas rekor-rekor jarak pengamatan tersebut.

Kaum Bumi datar menggunakan rekor penampakan puncak gunung dari puncak lainnya sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, observasi tersebut memungkinkan karena puncak tersebut sangat tinggi, dan sesuai dengan ekspektasi apabila Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Beyond Horizons: Rekor Jarak Pengamatan Antar Puncak Gunung”

Patung Liberty

Patung Liberty pernah digunakan sebagai mercusuar. Sinarnya dapat dilihat dari 24 mil. Seperti mercusuar lainnya, Patung Liberty juga dapat menghasilkan efek loom of the light akibat hamburan cahaya di atmosfer, yang menyebabkan cahayanya terlihat dari jarak yang lebih jauh lagi.

Kaum Bumi datar menggunakan kenampakan Patung Liberty dari 60 mil sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, yang dapat terlihat adalah efek loom of the light jika cuaca cerah, tetapi bangunannya sendiri tak terlihat dari jarak tersebut. Saat ini, Patung Liberty tidak lagi berfungsi sebagai mercusuar, dan tak ada yang dapat terlihat darinya dari jarak 60 mil tersebut. Sayangnya informasi tersebut saat ini masih beredar di komunitas Bumi datar sebagai hoaks.

Lanjutkan membaca “Patung Liberty”

Earthshine dan Fase Bulan

Earthshine adalah cahaya di bagian Bulan yang mengalami malam hari akibat mendapat cahaya dari Bumi. Earthshine dapat dengan mudah diamati dengan teknik fotografi long-exposure.

Ada kaum Bumi datar yang mengklaim Bulan transparan atau tidak bulat. Dengan mengamati earthshine menggunakan kamera, mudah untuk membuktikan klaim mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine dan Fase Bulan”

Kilauan Matahari / Sun Glare

Featured Video Play Icon

Cahaya Matahari sangat terang. Hal tersebut dapat menyebabkan kilauan (glare) di sekeliling Matahari dan dapat membuat Matahari terlihat lebih besar daripada aslinya. Untuk mengamati ukuran asli Matahari, kita perlu menghilangkan kilauan dengan cara mengurangi eksposur kamera atau memakai solar filter.

Saat terbenam, intensitas cahaya Matahari berangsur berkurang dan kilauan akan terlihat semakin kecil. Jika kilauan tidak dihilangkan, Matahari dapat terlihat seakan-akan mengecil dan hal ini dengan keliru digunakan oleh kaum Bumi datar sebagai “bukti” Matahari menjauh.

Lanjutkan membaca “Kilauan Matahari / Sun Glare”

Refraksi dan Air

Refraksi atau pembiasan adalah perubahan arah rambatan cahaya akibat perubahan indeks bias dari medium yang dilintasi cahaya. Air bisa ditemukan dimana-mana sehingga sering dijadikan medium untuk demonstrasi refraksi. Tetapi air itu sendiri bukanlah penyebab refraksi.

Kaum Bumi datar mengklaim karena atmosfer Bumi mengandung uap air, maka hal tersebut akan memberikan hasil yang sama seperti percobaan refraksi dengan air. Faktanya, diperlukan pemikiran yang jauh lebih mendalam daripada sekadar mengamati bahwa air terlihat dalam percobaan refraksi.

Lanjutkan membaca “Refraksi dan Air”

Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total

Selenelion terjadi jika saat gerhana Bulan, Matahari dan Bulan terlihat bersama di atas horizon. Selenelion dapat terjadi karena refraksi atmosfer membiaskan cahaya dan mengangkat citra Matahari dan Bulan sampai sekitar 0,6°, sehingga keduanya dapat terlihat bersama di atas horizon.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa selenelion tak mungkin terjadi jika Bumi bulat karena saat gerhana Bulan, Matahari dan Bulan seharusnya terpisah 180°. Faktanya, selenelion tetap dapat terjadi karena atmosfer Bumi membiaskan cahaya.

Lanjutkan membaca “Selenelion: Fenomena Matahari dan Bulan Terlihat Bersamaan Saat Gerhana Bulan Total”

Jarak Pandang vs Resolusi Sudut

Jarak pandang adalah jarak dimana sebuah objek dapat jelas terlihat. Resolusi sudut adalah kemampuan sebuah perangkat optik untuk mengenali detil dari sebuah objek.

Tak seperti klaim kaum Bumi datar, tidak ada yang namanya “jarak maksimum” dari kamera. Kuman di tangan kita berada dalam jarak pandang, tetapi resolusi sudut kamera tidak cukup untuk dapat mengenalinya. Sebaliknya, pesawat berjarak lebih jauh, tetapi memiliki ukuran sudut yang besar sehingga kamera dapat mengenalinya.

Lanjutkan membaca “Jarak Pandang vs Resolusi Sudut”

Fatamorgana Inferior / Inferior Mirage

Fatamorgana inferior (inferior mirage) adalah fenomena yang terjadi saat refraksi atmosfer membelokkan cahaya dan membuat citra kebalikan di bawah citra yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena permukaan yang panas memanaskan lapisan udara tepat di atasnya, sehingga terdapat lapisan udara yang lebih panas dan lebih renggang di bawah lapisan udara yang lebih dingin dan lebih rapat.

Kaum Bumi datar menggunakan fatamorgana inferior untuk “menjelaskan” mengapa objek di kejauhan bisa terlihat tertutup sebagian jika Bumi datar. Faktanya, fatamorgana inferior tidak dapat menghasilkan citra yang mirip dengan objek di kejauhan yang tertutup lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Fatamorgana Inferior / Inferior Mirage”

Refraksi Pada Bumi Datar Hanyalah Jargon Ilmiah Tanpa Dasar

Kaum Bumi datar gemar menggunakan fenomena refraksi (pembiasan) sebagai “penjelasan” setiap kali ada benda yang tak terlihat pada posisi yang diharapkan jika Bumi datar. Istilah “refraksi”mereka gunakan hanya sebagai jargon ilmiah tanpa memiliki dasar.

Berikut adalah cara membedakan mana refraksi yang benar-benar ilmiah dan yang hanya jargon ilmiah yang diucapkan kaum Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Refraksi Pada Bumi Datar Hanyalah Jargon Ilmiah Tanpa Dasar”

Bayangan Bumi dan Sabuk Venus

Featured Video Play Icon

Bayangan Bumi adalah bayangan dari permukaan Bumi pada atmosfer Bumi. Bayangan Bumi terletak pada titik antisolar, yaitu titik berlawanan dari posisi Matahari. Di atas bayangan Bumi terdapat Sabuk Venus yang berwarna merah muda akibat hamburan sinar Matahari di atmosfer Bumi.

Posisi bayangan Bumi ada pada titik antisolar. Bayangan Bumi terbit saat Matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit. Hal ini membuktikan Matahari terbenam ke bawah horizon, dan terbit dari bawah horizon. Fenomena Bayangan Bumi hanya bisa terjadi jika Bumi bulat, dan tak mungkin dijelaskan jika Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Bayangan Bumi dan Sabuk Venus”

Jarak Horizon

Jarak ke horizon tergantung pada ketinggian pengamat dan refraksi atmosfer. Variasi dari refraksi atmosfer dapat menyebabkan horizon kadang terlihat di depan objek yang jauh, dan kadang dapat terlihat di belakangnya.

Beberapa kaum Bumi datar menunjukkan kasus saat garis horizon terlihat di belakang objek yang jaraknya lebih jauh daripada jarak ke horizon hasil dari perhitungan. Mereka gunakan hal tersebut sebagai “bukti” lengkungan Bumi tidak ada. Faktanya, mereka tidak memperhitungkan refraksi atmosfer, dan bahwa besar dari refraksi atmosfer dapat berubah-ubah.

Lanjutkan membaca “Jarak Horizon”

Efek Refraksi Atmosfer terhadap Kenampakan Matahari Terbenam

Featured Video Play Icon

Kenampakan Matahari terbenam dipengaruhi oleh kondisi atmosfer. Inversi termal menyebabkan cahaya matahari dipengaruhi refraksi yang tidak teratur dan mendistorsi bentuk dari Matahari terbenam yang tampak oleh pengamat.

Kaum Bumi datar mengamati bentuk tertentu dari Matahari saat terbenam dan menunjukkannya sebagai “bukti” Matahari menjauh di model Bumi datar. Mereka salah. Variasi kenampakan Matahari tersebut hanyalah efek dari refraksi atmosfer.

Lanjutkan membaca “Efek Refraksi Atmosfer terhadap Kenampakan Matahari Terbenam”

Mercusuar dan “Loom of the Light”

Mercusuar dilengkapi dengan lampu sorot yang terang. Saat gelap malam, walaupun seluruh bangunan mercusuar tertutup lengkungan Bumi, fenomena loom of the light menyebabkan cahayanya tetap dapat terlihat. Hal ini mirip dengan bagaimana kita dapat melihat rambatan dari sinar laser hijau walaupun tak dapat melihat pemancar lasernya itu sendiri.

Kaum Bumi gemar menunjukkan kasus terlihatnya cahaya mercusuar walau seharusnya seluruh bangunan mercusuar sudah tertutup lengkungan Bumi. Mereka mengklaim hal tersebut ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah. Karena fenomena loom of the light, kita dapat melihat cahaya yang dipancarkan mercusuar walaupun bangunan mercusuarnya sendiri tertutup lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Mercusuar dan “Loom of the Light””