Pusat dari Peta Azimuthal Equidistant

Featured Video Play Icon

Kaum Bumi datar mencontek bentuk dari peta azimuthal equidistant yang terpusat di Kutub Utara dan mengklaimnya sebagai “peta Bumi datar.” Peta azimuthal equidistant yang sesungguhnya bukanlah “peta Bumi datar,” dan tak harus berpusat di Kutub Utara.

Pada peta azimuthal equidistant, semua titik pada peta memiliki jarak yang proporsional dari titik pusat, tetapi hanya dari titik pusat. Jarak antara dua titik lainnya mengalami distorsi.

Lanjutkan membaca “Pusat dari Peta Azimuthal Equidistant”

Arah Kiblat di Amerika Utara

Garis lurus pada peta menuju Mekah belum tentu merupakan arah kiblat yang benar karena adanya distorsi pada peta. Arah kiblat yang benar perlu ditentukan melalui perhitungan jarak great-circle pada model Bumi bulat.

Kaum Bumi datar gemar memperlihatkan bahwa arah kiblat di Amerika Utara tidak mengarah ke Mekah pada peta Mercator. Lalu mereka menunjukkan bahwa arah kiblat berdasarkan “peta Bumi datar” sekilas sama dengan arah kiblat yang benar. Mereka salah. Hal ini hanya ketidakpahaman mereka mengenai distorsi peta.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat di Amerika Utara”

Rute Penerbangan Sydney-Santiago

Featured Video Play Icon

Rute penerbangan Sydney-Santiago adalah salah satu rute penerbangan paling selatan. Rute seperti ini mustahil apabila Bumi datar, dan hanya mungkin terjadi jika Bumi bulat. Dan tak sulit untuk melakukan verifikasi di Internet mengenai keberadaan rute tersebut.

Jika Bumi datar, rute ini seharusnya melintasi Amerika Serikat. Namun durasi rute Sydney-Santiago dengan transit di Amerika Serikat jauh lebih lama daripada rute non-stopnya. Hal ini terjadi karena Bumi itu bulat, dan penerbangan non-stop Sydney-Santiago faktanya melintasi lautan Pasifik Selatan, dan sama sekali tidak melintasi Amerika Serikat. Lanjutkan membaca “Rute Penerbangan Sydney-Santiago”

Indonesia dan Distorsi Pada Peta

Featured Video Play Icon

Indonesia terletak di dekat khatulistiwa. Akibatnya tidak mengalami banyak distorsi bentuk pada kebanyakan jenis proyeksi peta.

Kaum Bumi datar tak memahami sifat distorsi pada peta, dan keliru mengklaim bahwa Antarktika adalah dataran es yang mengelilingi Bumi seperti yang sekilas terlihat pada yang mereka klaim sebagai “peta Bumi datar”. Faktanya, hal tersebut hanyalah akibat dari distorsi pada proyeksi peta. Untuk memahami sifat distorsi pada beberapa jenis peta, kita dapat mencoba memindahkan negara kita ke derajat lintang lain pada peta.

Lanjutkan membaca “Indonesia dan Distorsi Pada Peta”

Pelayaran Kedua Oleh James Cook

Featured Video Play Icon

Pelayaran kedua oleh James Cook dilakukan untuk mencari benua Terra Australis yang saat itu diperkirakan berada di Lautan Pasifik Selatan. Cook menjelajahi lautan Pasifik dan Atlantik untuk melakukannya, dan membuktikan tak ada benua tersebut kecuali jika benua tersebut berada di Kutub Selatan itu sendiri, yang saat ini kita sebut Antarktika.

Beberapa sumber menyebutkan Cook berlayar sepanjang lebih dari 60000 mil pada perjalanan keduanya tersebut. Kaum Bumi datar menggunakan angka ini seakan itu adalah keliling Antarktika dan mengklaim hal tersebut sebagai “bukti” Antarktika bukan hanya sebuah benua. Faktanya, James Cook menjelajahi lautan luas dan bukan hanya berlayar mengelilingi Antarktika.

Lanjutkan membaca “Pelayaran Kedua Oleh James Cook”

Sirkumnavigasi Kutub: Perjalanan Mengelilingi Bumi yang Melewati Kedua Kutub

Featured Video Play Icon

Sirkumnavigasi kutub adalah mengelilingi Bumi dengan rute yang melintasi Kutub Utara dan Kutub Selatan. Beberapa pihak telah berhasil melakukannya, dan hal tersebut hanya dapat terjadi jika Bumi bulat.

Kaum Bumi datar mengklaim belum pernah sirkumnavigasi Bumi dilakukan melintasi kedua kutub, lalu mereka gunakan sebagai “bukti” Bumi datar. Faktanya, beberapa telah berhasil melakukannya.

Lanjutkan membaca “Sirkumnavigasi Kutub: Perjalanan Mengelilingi Bumi yang Melewati Kedua Kutub”

Distorsi Antarktika Pada Peta

Featured Video Play Icon

Antarktika adalah benua terbesar kelima, tetapi pada peta Mercator, Antarktika dapat terlihat lebih besar dari seluruh benua lainnya digabungkan menjadi satu akibat sifat distorsi pada peta tersebut.

Kaum Bumi datar mengklaim perbedaan ukuran tersebut sebagai kegagalan sains. Faktanya, distorsi peta adalah juga yang membuat Antartika berukuran besar pada peta azimuthal equidistant yang mereka curi, dan mereka klaim seakan-akan itu adalah “peta Bumi datar”.

Lanjutkan membaca “Distorsi Antarktika Pada Peta”

Blue Marble dan Permukaan Bumi yang Terlihat

Blue Marble adalah foto Bumi yang diambil oleh awak Apollo 17 saat mereka pergi menuju Bulan. Foto ini diambil dari ketinggian 29000 km dari permukaan Bumi.

Kaum Bumi datar menolak foto tersebut dengan alasan terlalu sedikit daerah Bumi yang terlihat. Hal ini terjadi hanya karena mereka tak memperhitungkan sifat distorsi pada peta.

Lanjutkan membaca “Blue Marble dan Permukaan Bumi yang Terlihat”

Peta Polar Azimuthal-Equidistant BUKAN Peta Bumi Datar

Peta azimuthal equidistant adalah peta yang valid. Peta ini adalah proyeksi dari Bumi bulat. Seperti peta lain, peta ini memiliki distorsi. Peta ini bukan “peta Bumi datar”, dan pengunaannya bukan berarti dukungan pada Bumi datar.

Kaum Bumi datar mengklaim bentuk dari peta azimuthal equidistant sebagai “peta Bumi datar”. Peta ini memiliki kesamaan dengan peta azimuthal equidistant hanya pada bentuknya saja, tetapi tidak untuk sifat lainnya. Tak seperti peta azimuthal equidistant, “peta Bumi datar” tidak sesuai dengan kenyataan.

Lanjutkan membaca “Peta Polar Azimuthal-Equidistant BUKAN Peta Bumi Datar”

Distorsi Greenland Pada Peta

Featured Video Play Icon

Greenland berukuran 14× lebih kecil daripada Afrika, tetapi pada peta dengan proyeksi Mercator, Greenland terlihat berukuran sama akibat sifat distorsi proyeksi Mercator.

Kaum Bumi datar mengklaim distorsi ukuran Greenland pada peta Mercator merupakan kegagalan sains dalam menjelaskan alam. Faktanya distorsi merupakan konsekuensi dari penggambaran Bumi yang bulat dalam peta yang berbentuk datar. Distorsi juga terjadi pada peta azimuthal equidistant yang dicatut kaum Bumi datar sebagai “peta Bumi datar” yang mereka klaim tanpa distorsi. Faktanya, yang keliru justru adalah anggapan bahwa peta azimuthal equidistant adalah tanpa distorsi.

Lanjutkan membaca “Distorsi Greenland Pada Peta”

Arah Kiblat pada Lokasi yang Jauh di Bumi Bagian Selatan

Arah kiblat ditentukan dengan mencari jarak terdekat ke Mekah menggunakan metoda great circle. Hal tersebut dilakukan karena Bumi berbentuk bulat. Jika Bumi berbentuk datar, maka arah kiblat bisa dengan mudah ditentukan hanya dengan menarik garis lurus ke Kakbah.

Oknum-oknum pencetus Bumi datar sering mendompleng agama untuk menyebarkan paham Bumi datar. Salah satu caranya adalah dengan mengedepankan contoh lokasi di Bumi bagian utara yang dekat dengan garis meridian yang memotong Kota Mekah. Misalnya di Kanada dan Amerika Serikat. Lokasi tersebut sengaja dipilih karena distorsinya minimal dan seakan-akan arah kiblat konsisten dijelaskan pada Bumi datar.

Mereka sengaja tak menyinggung arah kiblat pada lokasi lain, terutama di Bumi bagian selatan yang jauh dari Kota Mekah. Pada lokasi-lokasi ini, arah kiblat kiblat hasil perhitungan Bumi datar akan melenceng sangat jauh daripada arah kiblat yang benar.

Lanjutkan membaca “Arah Kiblat pada Lokasi yang Jauh di Bumi Bagian Selatan”

Distorsi Pada Peta Azimuthal Equidistant

Featured Video Play Icon

Peta azimuthal equidistant adalah sebuah proyeksi dari bentuk Bumi yang bulat. Akibatnya, peta ini memiliki distorsi dalam hal jarak, bentuk, arah dan luas. Seperti peta azimuthal equidistant, semua jenis peta memiliki distorsi , dengan sifat distorsi yang berbeda-beda untuk proyeksi peta yang berbeda-beda.

Untuk menjelaskan sifat distorsi pada peta azimuthal equidistant, pada peta di ilustrasi, delapan titik kuning memiliki jarak 5000 km dari titik merah, dan mengarah ke seluruh arah mata angin, dan arah-arah di antaranya. Dapat kita lihat bahwa jarak, bentuk, arah dan luas pada Bumi bulat yang sebenarnya belum tentu ditampilkan dengan sempurna pada peta azimuthal equidistant akibat adanya distorsi.

Lanjutkan membaca “Distorsi Pada Peta Azimuthal Equidistant”

Lalu Lintas Terkini di Google Maps dan Kemacetan Palsu oleh Simon Weckert

Fitur lalu lintas terkini di Google Maps bekerja melalui crowdsourcing. Lalu lintas jalan raya diketahui dengan cara merangkum informasi yang dikirim oleh ponsel dari banyak pengguna.

Pada bulan Februari 2020, seniman Simon Weckert berhasil mengelabui sistem Google Maps untuk memalsukan kemacetan. Dia melakukannya dengan menarik sekeranjang ponsel aktif dan berjalan di tengah jalan. Sistem Google Maps mengira ada banyak mobil yang bergerak lambat di jalan tersebut dan membuat kesimpulan salah bahwa di jalan tersebut sedang terjadi kemacetan. Hasilnya, selama Simon melakukan operasi tersebut, jalan yang kosong terlihat merah pekat di Google Maps, seakan-akan ada kemacetan di jalan tersebut.

Kaum Bumi datar mengklaim hal tersebut membuktikan satelit tidak ada; kemungkinan akibat sebelumnya mereka tidak paham cara kerjanya dan mengira kemacetan diketahui langsung melalui foto satelit. Faktanya, sistem navigasi satelit, seperti GPS, juga terlibat di sistem crowdsourcing ini.

Lanjutkan membaca “Lalu Lintas Terkini di Google Maps dan Kemacetan Palsu oleh Simon Weckert”

Peta Udara Tahun 1943/1945 (“Air Map of the World”)

Kaum Bumi datar menemukan sebuah peta penerbangan pada tahun 1943 dengan judul “Air Map of the World.” Karena bentuknya sama dengan “peta Bumi datar” yang fiktif, mereka lalu keliru menyimpulkannya sebagai “peta Bumi datar.” Faktanya, peta tersebut adalah peta dengan proyeksi Azimuthal Equidistant yang memiliki distorsi, hanya representasi bentuk Bumi bulat pada bidang datar, dan tidak menggambarkan bentuk Bumi yang sesungguhnya.

Fakta tersebut sebenarnya telah dijelaskan dengan sangat panjang lebar pada peta itu sendiri pada keterangan-keterangan yang diletakkan di setiap pojok peta. Sayangnya, peta tersebut beredar di kalangan komunitas korban-korban Bumi datar dengan resolusi yang rendah, sehingga penjelasan yang seharusnya dapat meluruskan hoax tersebut menjadi tidak dapat terbaca.

Lanjutkan membaca “Peta Udara Tahun 1943/1945 (“Air Map of the World”)”

Proyeksi Peta dan Distorsi Peta

Featured Video Play Icon

Bumi itu bulat, berbentuk tiga dimensi. Tetapi pada kebanyakan kasus, kita bekerja pada media dua dimensi, misalnya kertas, layar komputer, televisi, layar ponsel, papan tulis, dan sebagainya. Untuk menggambarkan permukaan Bumi pada bidang dua dimensi, maka diperlukan untuk mengubah permukaan Bumi yang melengkung menjadi rata dengan menggunakan satu dari beberapa proyeksi peta.

Seluruh jenis proyeksi menghasilkan distorsi pada hasilnya. Beberapa penganut Bumi datar berpikir bahwa distorsi adalah ‘bukti’ kegagalan sains modern untuk menjelaskan Bumi. Faktanya, distorsi peta hanyalah konsekuensi dari proses mengubah bentuk tiga dimensi menjadi dua dimensi. Tak mungkin membuat peta yang tak memiliki distorsi. Sama halnya tak mungkin untuk membuat sebuah bola menjadi rata tanpa mengguntingnya.

Lanjutkan membaca “Proyeksi Peta dan Distorsi Peta”

Rute Penerbangan Perth–Johannesburg

Ada kaum Bumi datar yang menjadikan rute penerbangan Johannesburg–Perth dengan transit di Dubai sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka keliru mengklaim bahwa di ‘peta Bumi datar’, posisi Dubai berada di antara Johannesburg dan Perth, sehingga wajar jika dijadikan tempat transit; sedangkan di sisi lain, di model Bumi bulat, posisi Dubai jauh dari rute tersebut.

Faktanya ternyata ada penerbangan langsung Johannesburg–Perth, yang mustahil dijelaskan pada model Bumi datar. Jika penerbangan transit di Dubai, waktu tempuh menjadi lebih dari dua kali lebih lama karena Dubai jauh dari rute langsungnya. Bahkan rute Dubai–Perh lebih lama daripada rute langsung Johannesburg–Perh. Fakta ini hanya konsisten pada Bumi bulat dan tak mungkin dijelaskan pada Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Rute Penerbangan Perth–Johannesburg”

Cara Kerja GPS dan Sistem Navigasi Satelit Lainnya

Sistem navigasi satelit (satnav) menggunakan satelit untuk memberikan layanan penentuan posisi di Bumi. Beberapa satelit terus menerus mengirim sinyal yang berisi lokasi dirinya dan waktu saat sinyal dikirim. Perangkat penerima kemudian menerima sinyal-sinyal dari beberapa satelit dan menggunakannya untuk melakukan perhitungan untuk menentukan posisi dirinya sendiri.

Kaum Bumi datar berasumsi jika satelit GPS dimanfaatkan untuk menentukan posisi, maka sistem GPS seharusnya dapat mengetahui posisi dari penerima. Mereka salah. Satelit GPS hanya mengirim sinyal, tetapi tidak menerima sinyal dari perangkat penerima. Satelit GPS sendiri tidak menerima sinyal dari perangkat penerima dan tidak mengetahui posisi dari penerima.

Lanjutkan membaca “Cara Kerja GPS dan Sistem Navigasi Satelit Lainnya”

Al-Biruni Bukan Penganut Bumi Datar

Al-Biruni adalah ilmuwan multidisiplin dalam bidang fisika, matematika, astronomi, biologi, sejarah dan bahasa. Al-Biruni adalah salah satu pelopor ilmu geodesi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai bentuk Bumi serta pengukuran dan pemetaannya. Tentu saja Al-Biruni memahami bahwa Bumi itu berbentuk bulat.

Salah satu modus operandi oknum Bumi datar adalah mencatut agama atau tokoh agama. Tujuannya adalah untuk mendekatkan paham ini dengan agama dan pengikut-pengikutnya. Karena di Indonesia agama terbesar adalah Islam, maka wajar apabila mereka mencari korban di kalangan umat Islam. Salah satu tokoh agama yang dicatut ini adalah Al-Biruni. Tapi, tentu saja, Al-Biruni bukanlah penganut paham Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Al-Biruni Bukan Penganut Bumi Datar”

Penerbangan Taiwan-Los Angeles (bukan dari Bali) yang Mendarat Darurat di Anchorage

Sebuah penerbangan dengan rute Taiwan–Los Angeles terpaksa harus mendarat darurat di Anchorage karena salah satu penumpangnya melahirkan. Kaum Bumi datar menjadikan penerbangan tersebut sebagai salah satu “bukti”  awal Bumi datar yang berasal dari penerbangan.

Mereka salah. Hal tersebut terjadi hanya karena ketidaktahuan mereka mengenai sifat distorsi pada proyeksi peta. Kesalahan awal mereka adalah menarik garis lurus antara Taiwan & Los Angeles pada peta Mercator dan menganggap garis tersebut merupakan rute terdekat dari kedua kota tersebut.

Lanjutkan membaca “Penerbangan Taiwan-Los Angeles (bukan dari Bali) yang Mendarat Darurat di Anchorage”