Rute Penerbangan Antipode: Jakarta–Bogota

Featured Video Play Icon

Jakarta dan Bogota, Kolombia adalah pasangan kota yang hampir antipode. Keduanya terletak saling berseberangan di permukaan Bumi bulat. Karena itu, kita dapat naik pesawat dari Jakarta ke arah mana pun, dan tiba di Bogota setelah menempuh jarak yang sama, apapun arah yang kita pilih saat meninggalkan Jakarta.

Penerbangan apapun antara pasangan antipode memiliki lama perjalanan yang mirip, walaupun penerbangan-penerbangan tersebut memiliki arah yang berbeda. Fakta tersebut hanya konsisten dengan Bumi bulat, dan tak mungkin dijelaskan jika Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Rute Penerbangan Antipode: Jakarta–Bogota”

Geoid dan Ketinggian di Atas Permukaan Laut

Geoid adalah bentuk dari permukaan laut yang akan terjadi jika dipengaruhi oleh gravitasi dan rotasi Bumi saja. Permukaan geoid itu halus tetapi tidak beraturan akibat kerapatan dan permukaan Bumi tidak seragam. Kita mengukur “ketinggian di atas permukaan laut” adalah relatif terhadap geoid.

Kaum Bumi datar mengklaim pengukuran ketinggian di atas permukaan laut tidak mungkin dapat dilakukan jika Bumi bulat. Mereka salah, ketinggian terhadap permukaan laut diukur relatif terhadap geoid, yang merupakan model bentuk Bumi yang lebih akurat daripada bulat sempurna.

Lanjutkan membaca “Geoid dan Ketinggian di Atas Permukaan Laut”

Leveling

Leveling (kadang disebut dengan waterpasing) adalah proses mengukur beda ketinggian antara satu titik relatif terhadap titik yang lain. Lengkungan Bumi dan refraksi atmosfer akan mempengaruhi hasil dari leveling. Ada beberapa teknik dan rumus yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesalahan pengukuran akibat adanya lengkungan Bumi dan refraksi atmosfer.

Kaum Bumi datar berasumsi pengerjaan konstruksi seperti jalan, rel kereta dan jembatan dibuat tanpa memperhatikan lengkungan Bumi. Mereka salah. Prosedur pengerjaan leveling yang dilakukan pada pengerjaan konstruksi tersebut dilakukan untuk meminimalkan kesalahan pengukuran akibat lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Leveling”

Globe Bumi

Globe Bumi adalah model bulat dari Bumi dengan fungsi yang sama dengan peta, tetapi tak seperti peta, globe tidak mendistorsi permukaan Bumi, dan hanya memperkecil ukurannya. Bangsa Yunani sejak abad 3 sebelum masehi sudah tahu Bumi itu bulat, dan globe pertama dibuat pada jaman tersebut.

Kaum Bumi datar melihat adanya penampakan globe sebelum adanya penerbangan ke luar angkasa, seperti logo Universal Studio dari tahun 20-an, sebagai bukti adanya penipuan. Mereka keliru mengklaim tidak mungkin kita mengetahui Bumi bulat tanpa dapat pergi ke luar angkasa. Faktanya, kita sudah tahu Bumi itu bulat jauh sebelum penerbangan keluar angkasa yang pertama. Dan sebaliknya, keberhasilan penerbangan ke luar angkasa tergantung pada pemahaman yang benar mengenai bentuk Bumi yang sesungguhnya, yaitu bulat.

Lanjutkan membaca “Globe Bumi”

‘Eksperimen’ Bola dan Air

Gravitasi adalah gaya tarik antara benda-benda yang memiliki massa. Semakin besar massanya, maka semakin besar gayanya. Bentuk objek tidak berpengaruh pada besarnya gaya gravitasi.

Kaum Bumi datar gemar melakukan ‘eksperimen bola dan air’. Mereka menyemprotkan air ke bola, dan mengamati bahwa air tidak menempel di bola sebagaimana air berada di permukaan Bumi. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa ‘gravitasi tidak ada’. Mereka salah. Gravitasi tidak disebabkan oleh bentuk bulat.

Lanjutkan membaca “‘Eksperimen’ Bola dan Air”

Al-Biruni Bukan Penganut Bumi Datar

Al-Biruni adalah ilmuwan multidisiplin dalam bidang fisika, matematika, astronomi, biologi, sejarah dan bahasa. Al-Biruni adalah salah satu pelopor ilmu geodesi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai bentuk Bumi serta pengukuran dan pemetaannya. Tentu saja Al-Biruni memahami bahwa Bumi itu berbentuk bulat.

Salah satu modus operandi oknum Bumi datar adalah mencatut agama atau tokoh agama. Tujuannya adalah untuk mendekatkan paham ini dengan agama dan pengikut-pengikutnya. Karena di Indonesia agama terbesar adalah Islam, maka wajar apabila mereka mencari korban di kalangan umat Islam. Salah satu tokoh agama yang dicatut ini adalah Al-Biruni. Tapi, tentu saja, Al-Biruni bukanlah penganut paham Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Al-Biruni Bukan Penganut Bumi Datar”

Ibadah Agama Islam Tergantung Pada Pemahaman Bentuk Bumi Bulat

Observasi dan perhitungan astronomi merupakan bagian dari ibadah umat Islam. Untuk menentukan arah kiblat, waktu shalat, awal puasa Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha, serta menentukan jadwal shalat gerhana, semuanya ditentukan melalui pengamatan atau perhitungan astronomi. Tanpa pemahaman yang benar mengenai bentuk Bumi yang sesungguhnya, tidaklah mungkin seorang Muslim menjalankan beberapa kewajibannya dengan praktis dan efektif.

Lanjutkan membaca “Ibadah Agama Islam Tergantung Pada Pemahaman Bentuk Bumi Bulat”

Geosentrisme Tidak Mendukung Model Bumi Datar

Featured Video Play Icon

Geosentrisme adalah penjelasan mengenai alam semesta dimana Bumi berada di pusatnya. Pada geosentrisme, benda-benda langit mengorbit Bumi. Geosentrisme adalah model alam semesta yang diakui selama sekitar 18 abad, sebelum pada akhirnya kita mengetahui bahwa Bumi mengorbit Matahari, atau dikenal sebagai heliosentrisme.

Kita sering mengamati kaum Bumi datar menggunakan argumen yang mendukung geosentrisme seakan-akan hal tersebut juga mendukung Bumi datar. Mereka salah. Pada geosentrisme, Bumi itu bulat dan terletak di pusat alam semesta. Geosentrisme tidak cocok dengan model Bumi datar, yang merupakan penjelasan yang jauh lebih primitif lagi.

Lanjutkan membaca “Geosentrisme Tidak Mendukung Model Bumi Datar”

Jarak Udara

Ketinggian jelajah pesawat jet komersil adalah 33000-42000 kaki (10000-12800 m), sangat kecil dibandingkan dengan jari-jari Bumi sebesar 6378 km. Akibatnya, jarak antara dua lokasi di Bumi pada ketinggian jelajah tidak jauh berbeda daripada jarak di permukaan.

Kaum Bumi datar mengklaim jika Bumi bulat, maka jarak yang ditempuh pesawat akan berlipat-lipat jarak di permukaan Bumi. Mereka salah. Jarak di ketinggian 33000 kaki hanya akan 0,16% lebih jauh daripada jarak di permukaan Bumi.

Matahari Terbenam di Puncak Gunung

Featured Video Play Icon

Pada saat Matahari terbenam, puncak gunung kehilangan cahaya Matahari lebih lambat daripada daerah di sekitarnya. Pengamat akan melihat bayangan naik dari bawah ke puncak gunung. Dan sebaliknya, saat Matahari terbit, puncak gunung mendapat sinar Matahari lebih dulu daripada daerah di sekitarnya, dan bayangan terlihat turun, mulai dari puncak gunung menuju dasarnya.

Fenomena ini terjadi karena Bumi bulat. Semakin tinggi sebuah lokasi, maka semakin lama durasi siang hari. Matahari akan terbit lebih awal dan terbenam belakangan.

Lanjutkan membaca “Matahari Terbenam di Puncak Gunung”

Bumi itu Bulat dan Sungai Mississippi Tak Pernah Mengalir Naik Sepanjang Alirannya

Sungai Mississippi tak pernah mengalir naik, atau dengan kata lain mengalir ke lokasi yang lebih jauh dari garis yang sejajar dengan permukaan laut (geoid) sepanjang alirannya.

Penganut Bumi datar mengklaim bahwa jika Bumi itu bulat, maka Sungai Mississippi akan mengalir naik untuk mengatasi lengkungan Bumi. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Bumi itu Bulat dan Sungai Mississippi Tak Pernah Mengalir Naik Sepanjang Alirannya”

Sama Tinggi, Lebih Tinggi dan Lebih Rendah dalam Ilmu Bumi

Posisi yang lebih tinggi adalah lebih jauh dari pusat Bumi, relatif terhadap permukaan laut. Posisi yang lebih rendah adalah lebih dekat ke pusat Bumi, relatif terhadap permukaan laut. Dua buah posisi adalah sama tinggi apabila jaraknya sama dari permukaan laut.

Kaum Bumi datar tak mampu memahami hal tersebut. Bagi mereka, ‘rata’ artinya adalah rata dalam konteks pandangan/visual. Mereka salah. Jika berhubungan dengan Bumi dan permukaan Bumi, ketinggan diukur relatif terhadap referensi, yang biasanya adalah ketinggian permukaan laut. Lanjutkan membaca “Sama Tinggi, Lebih Tinggi dan Lebih Rendah dalam Ilmu Bumi”

Terusan Suez

Terusan Suez menghubungkan antara Laut Merah dan Laut Mediterania. Tinggi dari kedua laut tersebut praktis sama, tidak ada perbedaan yang terlalu jauh. Itu sebabnya Terusan Suez tidak menggunakan pintu air.

Kaum Bumi datar mengklaim Terusan Suez dibuat dengan mengabaikan lengkungan. Menurut mereka, jika Bumi bulat, maka bagian tengah dari Terusan Suez seharusnya digali dengan kedalaman 1666 kaki. Hal tersebut hanyalah ketidakpahaman semata. Permukaan air itu ekuipotensial, memiliki ketinggian yang sama. Jarak dari pusat bumi ke permukaan air laut praktis sama. Terusan Suez tidak perlu dibuat dengan menggali 1666 kaki di tengahnya, melainkan hanya perlu digali dengan kedalaman di bawah permukaan air laut.

Lanjutkan membaca “Terusan Suez”

Salar de Uyuni dan Dataran Garam Lainnya

Dataran garam adalah bentangan dataran berlapisi garam dan mineral lainnya. Salar de Uyuni di Bolivia adalah dataran garam terbesar di seluruh dunia. Dataran garam terlihat datar, tetapi seperti permukaan Bumi lainnya, permukaan dataran garam tetap mengikuti lengkungan Bumi.

Penganut Bumi datar menganggap datarnya Salar de Uyuni dan dataran garam lainnya sebagai ‘bukti’ Bumi datar. Mereka salah. Walau dataran garam sekilas terlihat datar, faktanya tetap  sedikit demi sedikit mengikuti lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Salar de Uyuni dan Dataran Garam Lainnya”

Dilema Mengenai Bentuk Bumi yang Keliru

Ada beberapa model yang menjelaskan bentuk Bumi. Model-model tersebut memiliki perbedaan kerumitan dan akurasi untuk menggambarkan bentuk Bumi. Model-model yang berbeda tersebut adalah: bulat, elipsoid (oblate spheroid) dan geoid (seperti buah pir).

Kaum Bumi datar menganggap adanya beberapa penjelasan tersebut sebagai ‘bukti’ adanya pertentangan mengenai bentuk Bumi di kalangan ilmuwan. Mereka salah. Model-model Bumi tersebut adalah model yang valid, hanya berbeda dalam hal kerumitan dan akurasinya saja.

Lanjutkan membaca “Dilema Mengenai Bentuk Bumi yang Keliru”

Koreksi Grid — Pengaruh Bentuk Bumi Bulat dalam Pembagian Wilayah

Beberapa negara membagi wilayahnya menjadi banyak daerah kecil berbentuk segi empat. Tetapi Bumi itu Bulat, dan tidaklah mungkin membagi permukaan yang melengkung menjadi daerah-daerah segi empat dan tetap mempertahankan besarnya sudut, jarak dan luas dengan sempurna.

Untuk mengatasinya, ahli survey mengimplementasikan koreksi grid. Pada setiap jarak tertentu, batas wilayah digeser satu sama lainnya. Dengan demikian, luas daerah yang sama di setiap daerah dapat dipertahankan sebisa mungkin dengan mengorbankan lurusnya batas wilayah.

Jika Bumi datar, maka kita tak perlu melakukan hal ini, dan kita akan dapat membagi wilayah menjadi daerah-daerah segi empat dengan sempurna.

Lanjutkan membaca “Koreksi Grid — Pengaruh Bentuk Bumi Bulat dalam Pembagian Wilayah”

Gelombang Seismik: Memetakan Inti Bumi

Gelombang seismik adalah gelombang yang merambat di bagian dalam Bumi. Getaran di Bumi —seperti gempa Bumi, gunung meletus, tanah longsor, atau ledakan buatan manusia— akan menghasilkan gelombang seismik yang merambat melalui bagian dalam Bumi dan akan sampai ke bagian Bumi yang lain. Dari jenis gelombang seismik yang diterima, kita dapat mengetahui komposisi inti Bumi.

Penganut Bumi datar mengira tidaklah mungkin mengetahui inti Bumi karena tak seorang pun pernah ke inti Bumi. Mereka salah. Dengan ilmu seismologi, kita dapat memetakan inti Bumi tanpa perlu mendatangi inti Bumi secara fisik.

Lanjutkan membaca “Gelombang Seismik: Memetakan Inti Bumi”