Refraksi Pada Bumi Datar Hanyalah Jargon Ilmiah Tanpa Dasar

Kaum Bumi datar gemar menggunakan fenomena refraksi (pembiasan) sebagai “penjelasan” setiap kali ada benda yang tak terlihat pada posisi yang diharapkan jika Bumi datar. Istilah “refraksi”mereka gunakan hanya sebagai jargon ilmiah tanpa memiliki dasar.

Berikut adalah cara membedakan mana refraksi yang benar-benar ilmiah dan yang hanya jargon ilmiah yang diucapkan kaum Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Refraksi Pada Bumi Datar Hanyalah Jargon Ilmiah Tanpa Dasar”

Bayangan Bumi dan Sabuk Venus

Featured Video Play Icon

Bayangan Bumi adalah bayangan dari permukaan Bumi pada atmosfer Bumi. Bayangan Bumi terletak pada titik antisolar, yaitu titik berlawanan dari posisi Matahari. Di atas bayangan Bumi terdapat Sabuk Venus yang berwarna merah muda akibat hamburan sinar Matahari di atmosfer Bumi.

Posisi bayangan Bumi ada pada titik antisolar. Bayangan Bumi terbit saat Matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit. Hal ini membuktikan Matahari terbenam ke bawah horizon, dan terbit dari bawah horizon. Fenomena Bayangan Bumi hanya bisa terjadi jika Bumi bulat, dan tak mungkin dijelaskan jika Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Bayangan Bumi dan Sabuk Venus”

Tekanan Atmosfer Bumi dan Vakum di Luar Angkasa

Tekanan udara berkurang secara berangsur-angsur jika ketinggian bertambah. Tidak ada batasan antara atmosfer Bumi dan luar angkasa yang jelas dalam hal tekanan udara. Tekanan udara tidak menjadi vakum secara tiba-tiba saat kita mencapai batas luar angkasa.

Kaum Bumi datar mengklaim tidak mungkin atmosfer Bumi yang memiliki tekanan bertemu dengan luar angkasa yang vakum. Menurut mereka seharusnya atmosfer Bumi akan dihisap oleh vakumnya luar angkasa. Faktanya, perubahan tekanan terjadi secara berangsur-angsur, dan tidak tiba-tiba saat luar angkasa dimulai.

Lanjutkan membaca “Tekanan Atmosfer Bumi dan Vakum di Luar Angkasa”

Perbedaan Temperatur Antara di Sekitar Khatulistiwa dan Daerah Kutub

Daerah kutub memiliki temperatur lebih rendah karena Matahari tidak menyinari tegak lurus, energi dari Matahari tersebar ke daerah yang lebih luas dan permukaan es memiliki albedo tinggi, yang memantulkan energi Matahari daripada permukaan gelap.

Jika Bumi bulat, jarak ke Matahari dari kutub dan dari khatulistiwa praktis sama akibat jarak matahari yang sangat jauh. Kaum Bumi datar mengklaim bahwa jika demikian, maka seharusnya temperatur di daerah kutub dan khatulistiwa sama. Mereka salah. Bukan hanya jarak ke Matahari yang dapat menghasilkan perbedaan temperatur.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Temperatur Antara di Sekitar Khatulistiwa dan Daerah Kutub”

Analogi Kendaraan Bergerak dan Dalih Pembatas Fisik

Kita tak dapat merasakan Bumi berotasi, dan untuk menjelaskan fenomena tersebut, kita biasanya menggunakan analogi kendaraan bergerak. Jika kendaraan bergerak dengan kecepatan konstan, kita tak akan dapat merasakan gerakannya. Kita tak dapat merasakan gerak rotasi Bumi karena alasan yang sama.

Kaum Bumi datar menciptakan dalih bahwa kita berdiri di atas Bumi, bukan di dalamnya, untuk dengan keliru menolak penjelasan tersebut.

Lanjutkan membaca “Analogi Kendaraan Bergerak dan Dalih Pembatas Fisik”

Melakukan Zoom Sampai Kapal Kembali Terlihat Bukanlah Bukti Tak Ada Lengkungan Bumi

Jika sebuah kapal yang jaraknya sangat jauh tidak dapat kita lihat, maka hal tersebut terjadi karena salah satu dari alasan berikut ini:

  • Mata kita tak memiliki resolusi sudut yang cukup untuk dapat melihat kapal tersebut.
  • Kondisi atmosfer tidak mendukung, dan membatasi jarak pandang (visibilitas).
  • Kapal tersebut cukup jauh dan tertutup lengkungan Bumi.

Penganut Bumi datar sering memperlihatkan kapal yang terlihat di kejauhan, namun setelah di-zoom menjadi terlihat. Mereka menganggap ini sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tidak ada. Mereka salah. Lengkungan Bumi bukanlah satu-satunya penyebab kapal di kejauhan tak terlihat.

Lanjutkan membaca “Melakukan Zoom Sampai Kapal Kembali Terlihat Bukanlah Bukti Tak Ada Lengkungan Bumi”

Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan

Jika kita naik pesawat, menutup mata dan telinga, kita tidak akan merasakan bahwa pesawat dengan bergerak dengan kecepatan lebih dari 900 km/jam. Namun apabila pesawat menambah atau mengurangi kecepatan, berbelok, atau mengubah ketinggian, kita dapat dengan mudah merasakannya.

Sama halnya dengan gerakan rotasi dan revolusi Bumi. Permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan 1656 km/jam, dan Bumi berevolusi dengan kecepatan 107000 km/jam. Kita tak pernah merasakan ini karena kecepatannya selalu konstan, dengan kata lain percepatannya nol.

Lanjutkan membaca “Kemampuan Kita Untuk Merasakan Percepatan dan Kecepatan”

Atmosfer Bumi dan Vakum di Luar Angkasa

Bumi dapat mempertahankan atmosfer karena gravitasi Bumi menarik partikel udara menuju pusat Bumi. Tanpa ada gaya yang mempengaruhi partikel udara —seperti gravitasi—, partikel udara akan bergerak menuju tekanan yang lebih rendah, dan Bumi akan kehilangan atmosfernya.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa Bumi seharusnya tak memiliki atmosfer karena tanpa adanya pembatas antara atmosfer Bumi dan vakum di luar angkasa, maka atmosfer akan ‘dihisap’ oleh vakum di luar angkasa. Mereka salah. Gravitasi Bumi menarik udara dengan cukup kuat sehingga Bumi dapat mempertahankan atmosfernya.

Lanjutkan membaca “Atmosfer Bumi dan Vakum di Luar Angkasa”

Pesawat Terbang dan Gerak Rotasi Bumi

Pesawat terbang berada di Bumi dan memiliki gerak yang sama dengan permukaan Bumi, termasuk gerak akibat dari gerak rotasi Bumi. Yang kita sebut sebagai gerak atau kecepatan dari pesawat itu sendiri adalah gerak  atau kecepatan pesawat yang dinilai relatif terhadap permukaan Bumi.

Kaum Bumi datar mengklaim karena rotasi Bumi, pesawat terbang seharusnya tidak akan dapat terbang mengarah ke Timur dan tidak akan dapat mendarat. Mereka salah. Gerak pesawat adalah relatif terhadap Bumi. Pesawat telah memiliki komponen kecepatan Bumi dan tidak perlu mengejar gerak rotasi Bumi.

Lanjutkan membaca “Pesawat Terbang dan Gerak Rotasi Bumi”

Hamburan Rayleigh

Atmosfer Bumi berpendar dengan warna biru terang akibat fenomena hamburan Rayleigh. Atmosfer Bumi menghamburkan cahaya Matahari ke semua arah. Warna kebiruan dihamburkan dengan lebih kuat daripada warna kemerahan. Hasilnya adalah langit Bumi berwarna biru, dan sinar Matahari berwarna kekuningan.

Ada sangat banyak miskonsepsi yang terjadi di kalangan komunitas korban Bumi datar yang berasal dari ketidaktahuan mengenai fenomena hamburan Rayleigh.

Lanjutkan membaca “Hamburan Rayleigh”

Bokeh

Dalam fotografi, bokeh adalah bagaimana lensa menghasilkan gambar pada bagian yang tidak terfokus. Bentuk dari bokeh lebih tergantung pada lensa yang digunakan daripada objek yang tidak terfokus tersebut.

Beberapa kaum Bumi datar tidak paham bagaimana cara untuk mengambil gambar bintang dan planet yang terfokus dengan benar. Hal tersebut terjadi akibat kurangnya pengetahuan atau tidak cocoknya kamera yang mereka gunakan untuk keperluan tersebut. Yang mereka hasilkan hanyalah bokeh, yang tidak banyak menggambarkan objek yang dimaksud.

Lanjutkan membaca “Bokeh”

Perubahan Refraksi Atmosfer

Pada kebanyakan situasi, refraksi atmosfer membelokkan cahaya ke bawah dan menyebabkan objek terlihat lebih tinggi daripada seharusnya. Besarnya refraksi atmosfer tidaklah konstan, dan tergantung dari kondisi cuaca. Kekuatan refraksi atmosfer membelokkan cahaya berbeda pada musim yang berbeda, hari yang berbeda dan bahkan pada waktu yang berbeda pada hari yang sama.

Karena variasi dari refraksi atmosfer tersebut, objek berjarak jauh yang biasanya tak terlihat akibat tertutup lengkungan Bumi kadang bisa terlihat. Kaum Bumi datar biasanya akan memilih-milih momen saat objek tersebut terlihat, dan menjadikannya “bukti” tak ada lengkungan Bumi. Mereka akan dengan senang hati mengabaikan kasus-kasus dimana objek tersebut seluruhnya tak terlihat karena tertutup lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Perubahan Refraksi Atmosfer”

White Alice dan Propagasi Troposcatter

Troposcatter adalah metoda propagasi transmisi sinyal yang memanfaatkan fenomena hamburan sinyal di lapisan atas troposfer. Sinyal microwave yang dipancarkan ke lapisan troposfer akan mengalami hamburan acak ke arah yang berbeda-beda. Jika antena penerima diletakkan di lokasi yang tepat, akan ada sebagian kecil sinyal yang dihamburkan tersebut yang mengarah ke penerima.

White Alice adalah jaringan troposcatter di Amerika Utara milik militer yang sekarang sudah tak aktif dan digantikan fungsinya dengan satelit. White Alice sering digunakan kaum Bumi datar untuk “menjelaskan” adanya layanan dari satelit. Mereka salah. Teknologi troposcatter tak dapat menggantikan semua fungsi satelit.

Lanjutkan membaca “White Alice dan Propagasi Troposcatter”

Rotasi Atmosfer Bumi

Atmosfer Bumi adalah bagian dari Bumi, dan praktis mengikuti gerak rotasi Bumi seperti bagian Bumi yang lain. Karena beberapa faktor, atmosfer Bumi memiliki gerak yang relatif kecil dan tak beraturan relatif terhadap permukaan. Kita sebut hal ini dengan istilah “angin.” Rekor angin tercepat adalah 408 km/jam, relatif terhadap permukaan Bumi.

Banyak miskonsepsi tentang Bumi berasal dari anggapan keliru bahwa hanya bagian Bumi yang padat yang berotasi, dan atmosfer tidak berotasi. Jika itu benar, maka seharusnya kita akan merasakan angin dengan kecepatan 1674 km/jam dekat khatulistiwa, atau lebih dari 4× rekor angin tercepat. Kita tak merasakan angin seperti itu, dan kita dapat simpulkan bahwa atmosfer bergerak dengan kecepatan yang praktis sama dengan permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Rotasi Atmosfer Bumi”

Gaya Apung

Gaya apung adalah gaya mengarah ke atas yang dikerjakan fluida yang arahnya melawan berat dari benda yang terendam. Gaya apung terjadi karena fluida memiliki gradasi tekanan. Gradasi tekanan hanya dapat terjadi jika fluida dipengaruhi oleh percepatan, seperti percepatan gravitasi Bumi.

Kaum Bumi datar sering menggunakan gaya apung sebagai “penjelasan” mengapa benda jatuh ke bawah. Mereka salah. Tanpa adanya percepatan gravitasi Bumi, gaya apung tak akan terjadi.

Lanjutkan membaca “Gaya Apung”

Penglihatan Inframerah / Infrared Vision

Jika sebuah objek yang jaraknya jauh tidak dapat kita lihat, hal tersebut terjadi karena salah satu dari sebab berikut ini:

  • Mata kita tak memiliki resolusi angular yang cukup untuk dapat melihat objek tersebut.
  • Kondisi atmosfer membatasi jarak pandang atau visibilitas.
  • Objek tersebut cukup jauh dan tertutup lengkungan Bumi.

Beberapa penganut Bumi datar gemar memperlihatkan bahwa objek di kejauhan yang sebelumnya tak terlihat, menjadi terlihat dengan menggunakan penglihatan inframerah (infrared vision). Hal ini kemudian dianggap sebagai ‘bukti’ lengkungan Bumi tak ada. Mereka salah. Lengkungan Bumi bukanlah satu-satunya penyebab tak terlihatnya objek di kejauhan.

Lanjutkan membaca “Penglihatan Inframerah / Infrared Vision”

Helikopter dan Gerak Rotasi Bumi

Kita tak dapat pergi ke bagian Bumi yang lain dengan cara melayang dengan helikopter dan menunggu Bumi berotasi sampai tempat yang kita inginkan berada di bawah kita. Alasannya adalah karena fenomena kelembaman atau inersia.

Beberapa korban Bumi datar mengklaim bahwa kita tak dapat melakukan hal tersebut adalah bukti Bumi tidak bergerak. Mereka salah. Helikopter sebenarnya sudah bergerak dengan kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Helikopter dan Gerak Rotasi Bumi”

Analogi Di Dalam vs Di Luar Kendaraan Yang Bergerak

“Jika Bumi berotasi, mengapa jika kita melempar batu lurus ke atas, batu akan jatuh ke tempat semula?” Itu adalah pertanyaan mendasar mengenai mekanika. Jawabannya adalah batu mempertahankan inersia. Sebelum batu dilempar, batu memiliki kecepatan yang sama dengan permukaan Bumi.

Untuk menjelaskan hal ini, umumnya kita menggunakan analogi kendaraan bergerak. Batu yang dilempar ke atas di kendaraan yang bergerak juga akan jatuh ke tempat yang sama.

Kaum Bumi datar menolak analogi ini. Mereka berdalih atmosfer Bumi itu “di luar” Bumi. Sedangkan batu dilempar di dalam kendaraan. Menurut mereka, analogi yang tepat adalah batu yang dilemparkan di atas kendaraan yang bergerak. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Analogi Di Dalam vs Di Luar Kendaraan Yang Bergerak”

Bulan Saat Siang Hari dan Miskonsepsi Bulan Transparan

Atmosfer Bumi menghamburkan sinar Matahari ke segala arah. Akibatnya, langit bercahaya ke segala arah dan berwarna biru terang. Fenomena ini dinamakan hamburan Rayleigh.

Kadang Bulan muncul di siang hari. Bagian Bulan yang terang adalah karena memantulkan cahaya Matahari.  Sedangkan bagian Bulan yang gelap tidak memantulkan cahaya Matahari, dan praktis tidak mengirim cahaya. Akibat hal ini dan juga karena hamburan Rayleigh, bagian gelap Bulan didominasi oleh warna langit yang biru terang.

Lanjutkan membaca “Bulan Saat Siang Hari dan Miskonsepsi Bulan Transparan”

Perbedaan Temperatur Saat Pagi, Siang dan Sore Hari

Perbedaan temperatur harian pada saat pagi, siang dan sore hari disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu ketebalan atmosfer yang harus dilintasi sinar Matahari sebelum sampai ke permukaan, dan perbedaan kerapatan sinar akibat perbedaan sudut datangnya sinar Matahari.

Kaum Bumi datar mengklaim perbedaan temperatur tersebut disebabkan oleh perbedaan jarak Matahari sesuai pada model Bumi datar. Mereka salah.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Temperatur Saat Pagi, Siang dan Sore Hari”