Vektor Gaya

Banyak miskonsepsi yang beredar di kalangan Bumi datar terjadi hanya karena ketidakpahaman mengenai bagaimana gaya bekerja pada sebuah benda.

Lanjutkan membaca “Vektor Gaya”

Yang Kita Rasakan Sebagai Berat Adalah Gaya Gravitasi

Berat benda adalah gaya yang dikenakan terhadap benda tersebut oleh gravitasi. Gaya gravitasi yang diakibatkan oleh massa Bumi pada sebuah benda adalah yang kita rasakan sebagai ‘berat’.

Banyak kaum Bumi datar yang tidak memahami bahwa berat sebenarnya adalah gaya gravitasi, dan hal tersebut menjadi sumber banyak miskonsepsi di kalangan kaum Bumi datar.

Lanjutkan membaca “Yang Kita Rasakan Sebagai Berat Adalah Gaya Gravitasi”

Temperatur dan Kemiringan Sumbu Rotasi Bumi

Featured Video Play Icon

Sumbu rotasi Bumi itu miring relatif terhadap bidang orbit Bumi. Sisi utara Bumi mendapatkan lebih banyak sinar Matahari pada bulan-bulan sekitar bulan Juni. Sedangkan sisi selatan pada bulan-bulan sekitar bulan Desember. Hal ini menyebabkan siklus tahunan perubahan temperatur dan perubahan musim.

Kaum Bumi datar mengklaim daerah di sekitar khatulistiwa adalah daerah paling panas di Bumi dan mereka gunakan untuk menolak pemahaman kita mengenai hal ini. Faktanya, daerah khatulistiwa belum tentu yang paling panas. Selain itu temperatur akibat kemiringan Bumi memiliki siklus tahunan, dan tak dapat dijelaskan dalam sebuah gambar. Dan karena Bumi berotasi, maka Matahari memberi pengaruh yang sama pada daerah dengan derajat lintang yang sama.

Lanjutkan membaca “Temperatur dan Kemiringan Sumbu Rotasi Bumi”

Apel Jatuh dan Isaac Newton

Apel yang jatuh menjadi sumber inspirasi Isaac Newton untuk memahami bahwa gaya yang membuat apel jatuh adalah gaya yang sama yang membuat Bulan mengorbit Bumi.

Kaum Bumi datar meremehkan kontribusi Newton seakan-akan hal tersebut cuma soal apel yang jatuh dari pohonnya, lalu menggunakan kejadian tersebut sebagai bahan cemoohan. Faktanya, yang dilakukan Newton untuk merumuskan gravitasi jauh lebih banyak daripada sekadar mengamati apel jatuh.

Lanjutkan membaca “Apel Jatuh dan Isaac Newton”

Mitos Bumi Bulat Diketahui Melalui Perjalanan ke Luar Angkasa

Kaum Bumi datar gemar menolak bukti Bumi bulat dengan dalih bahwa kita pun belum pernah ke luar angkasa untuk melihatnya sendiri. Faktanya, kita tahu Bumi itu bulat bukan dari perjalanan ke luar angkasa. Sebaliknya, untuk dapat ke luar angkasa, justru terlebih dahulu kita harus mengetahui Bumi itu bulat beserta pengetahuan-pengetahuan lain yang diperlukan, seperti gravitasi, peroketan, dan sebagainya.

Bola Meriam Newton

Featured Video Play Icon

Bola meriam Newton adalah pemikiran Isaac Newton untuk menjelaskan prinsip kerja gerak mengorbit. Hal tersebut merupakan penjelasan pertama mengenai gerak mengorbit, dan yang paling mudah untuk dipahami.

Newton menggambarkan meriam di puncak gunung yang sangat tinggi sehingga gesekan udara tidak lagi mempengaruhi gerak benda. Setiap kali meriam menembak, daya tembak meriam ditambah sehingga bola meriam akan jatuh lebih jauh setelah ditembakkan. Pada suatu saat, daya tembak meriam menjadi cukup besar sehingga bola meriam tidak akan menabrak permukaan Bumi, tetapi jauh menuju Bumi secepat lengkungan Bumi menjauhinya.

Lanjutkan membaca “Bola Meriam Newton”

Gerak Melingkar Beraturan

Gerak dari suatu benda di permukaan Bumi akibat gerak rotasi Bumi adalah gerak melingkar beraturan. Kita dapat mengurai gerak tersebut menjadi gerak lurus beraturan dan percepatan sentripetal menuju pusat Bumi. Dari kerangka acuan dari pengamat di permukaan Bumi, percepatan sentripetal menghasilkan percepatan sentrifugal, yang dirasakan bersamaan dengan percepatan gravitasi Bumi.

Kita sering menggunakan gerak lurus beraturan dari objek sehari-hari untuk menjelaskan efek (atau tidak adanya efek tersebut) dari gerak beraturan rotasi Bumi. Kaum Bumi datar keliru menolaknya hanya karena hal tersebut “bukan gerak melingkar seperti rotasi Bumi.” Faktanya, gerak lurus beraturan adalah satu komponen dari gerak melingkar beraturan. Dan penjelasan tersebut valid dan tetap berlaku.

Lanjutkan membaca “Gerak Melingkar Beraturan”

Analogi Kendaraan Bergerak: Di Dalam vs Di Luar Kendaraan

Analogi kendaraan bergerak sering kita gunakan untuk menjelaskan mengapa gerak rotasi Bumi tak mempengaruhi gerak dari benda. Hal tersebut sama sebagaimana bola yang dilepaskan di dalam kendaraan yang bergerak konstan tak akan bergerak ke arah belakang kendaraan karena bola mempertahankan inersia.

Kaum Bumi datar mengklaim yang “benar” adalah analogi pada kendaraan terbuka yang bergerak. Faktanya, dengan demikian, udara akan bergerak relatif terhadap kendaraan, yang memberikan gaya tambahan pada objek yang tidak ada fenomena yang ingin dijelaskan. Analogi yang mereka gunakan tidak tepat.

Lanjutkan membaca “Analogi Kendaraan Bergerak: Di Dalam vs Di Luar Kendaraan”

Menerbangkan Drone di Dalam Kendaraan Bergerak

Featured Video Play Icon

Jika kita menerbangkan sebuah drone di dalam kendaraan yang sedang bergerak dengan arah dan kecepatan yang konstan, drone tersebut akan terbang seperti biasa karena mempertahankan gerak yang berasal dari kendaraan, dan tidak akan tiba-tiba bergerak ke arah belakang kendaraan.

Kaum Bumi datar mengklaim jika Bumi itu berotasi, maka drone harusnya tak mungkin bisa diam melayang. Faktanya, drone mengikuti hukum gerak pertama Newton, dan fenomena ini mudah diperagakan dengan menerbangkan drone di dalam kendaraan yang bergerak konstan. Dengan demikian bahwa drone dapat diterbangkan dan melayang diam di udara bukanlah bukti bahwa Bumi tidak berotasi.

Lanjutkan membaca “Menerbangkan Drone di Dalam Kendaraan Bergerak”

Pesawat Terbang dan Gerak Rotasi Bumi

Pesawat terbang berada di Bumi dan memiliki gerak yang sama dengan permukaan Bumi, termasuk gerak rotasi Bumi. Yang kita sebut sebagai gerak atau kecepatan dari pesawat itu sendiri adalah gerak  atau kecepatan pesawat yang dinilai relatif terhadap permukaan Bumi.

Kaum Bumi datar mengklaim pesawat terbang seharusnya tidak akan dapat terbang mengarah ke Timur dan tidak akan dapat mendarat karena Bumi berotasi. Faktanya, gerak pesawat adalah relatif terhadap Bumi. Pesawat telah memiliki komponen kecepatan Bumi dan tidak perlu mengejar gerak rotasi Bumi.

Lanjutkan membaca “Pesawat Terbang dan Gerak Rotasi Bumi”

Penyeimbangan Batu / Rock Balancing

Featured Video Play Icon

Menyeimbangkan batu atau rock balancing adalah kegiatan menyusun batu di atas batu yang lain. Hal ini bisa dilakukan walaupun Bumi berotasi karena gerak rotasi Bumi konstan dan batu tersebut dipengaruhi percepatan yang konstan dari gravitasi dan gerak rotasi Bumi.

Kaum Bumi datar menganggap penyeimbangan batu sebagai “bukti” Bumi diam. Faktanya, kita dapat menyeimbangkan objek di atas benda bergerak, selama gerakan tersebut konstan, dan tak ada gaya seperti angin yang mempengaruhinya.

Lanjutkan membaca “Penyeimbangan Batu / Rock Balancing”

Perbedaan Tekanan Tanpa Adanya Penghalang

Tekanan atmosfer berkurang jika ketinggian bertambah. Beda tekanan dapat terjadi tanpa adanya penghalang. Faktor lain, seperti gravitasi, dapat menyebabkan beda tekanan tersebut.

Kaum Bumi datar mengklaim perbedaan tekanan tidak mungkin terjadi tanpa adanya penghalang, seperti antara atmosfer Bumi dan vakum di luar angkasa. Faktanya, tak sulit membuktikan bahwa perbedaan tekanan dapat terjadi tanpa adanya penghalang.

Lanjutkan membaca “Perbedaan Tekanan Tanpa Adanya Penghalang”

Density Tower

Featured Video Play Icon

Density tower terbentuk dari cairan-cairan bermassa jenis berbeda yang tak bercampur. Hal ini dapat terjadi karena percepatan gravitasi Bumi menarik cairan yang lebih rapat dengan lebih kuat, menggeser cairan yang lebih renggang ke atas.

Kaum Bumi datar mengklaim density tower membuktikan gravitasi tidak ada. Faktanya, density tower tak bisa terbentuk tanpa ada percepatan yang mempengaruhi cairan-cairan tersebut, seperti percepatan gravitasi Bumi.

Lanjutkan membaca “Density Tower”

Gaya Tolak

Gravitasi tidak memiliki gaya tolak seperti magnetisme. Keduanya adalah fenomena yang berbeda dengan sifat yang berbeda pula.

Kaum Bumi datar menggunakan tak adanya gaya tolak pada gravitasi sebagai “bukti” gravitasi tidak ada. Faktanya, tak ada keharusan bagi sebuah gaya untuk memiliki gaya tolak. Gravitasi tak bersifat sama seperti magnetisme dan hal tersebut bukan bukti gravitasi tak ada.

Lanjutkan membaca “Gaya Tolak”

Kondisi Tanpa Beban, Jatuh Bebas, dan Mikrogravitasi

Saat mengorbit, sebuah benda berada dalam kondisi tanpa beban karena objek dan wahana antariksa memiliki gerak yang arah dan kecepatannya sama, dan keduanya dipengaruhi oleh gravitasi yang besarnya praktis sama pula. Kita menggunakan wahana antariksa sebagai kerangka acuan. Dan karena objek tidak bergerak relatif terhadap wahana antariksanya, objek tersebut terlihat melayang.

Di orbit Bumi, objek masih dipengaruhi oleh gravitasi Bumi, tetapi objek melayang. Kaum Bumi datar menggunakannya untuk mendiskreditkan perjalanan ke luar angkasa. Faktanya, objek melayang karena kita menggunakan wahana antariksa sebagai kerangka acuannya, yang juga memiliki gerak yang sama dan dipengaruhi oleh gravitasi yang sama sebagaimana yang dialami oleh objek itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Kondisi Tanpa Beban, Jatuh Bebas, dan Mikrogravitasi”

Dinamika Terbang: Penyederhanaan dengan Asumsi Bumi Datar dan Tak Berotasi

Saat membuat model matematis, hal-hal mendetail yang sangat kecil pengaruhnya dapat diabaikan untuk menyederhanakan perhitungan. Dalam banyak kasus dinamika terbang, sah-sah saja menggunakan asumsi Bumi datar dan tak berotasi, walaupun pesawatnya akan terbang pada Bumi bulat dan berotasi.

Kaum Bumi datar mengklaim telah menguak ‘dokumen rahasia’ NASA yang mengatakan Bumi datar & tak berotasi. Mereka salah. Faktanya dokumen tersebut hanyalah penurunan masalah dinamika terbang dengan asumsi Bumi datar & tak berotasi, yang merupakan asumsi umum pada pemodelan pesawat. Bukan berarti Bumi itu datar dan tidak berotasi.

Lanjutkan membaca “Dinamika Terbang: Penyederhanaan dengan Asumsi Bumi Datar dan Tak Berotasi”

Indra Manusia

Indra manusia memiliki batasan dan tak dapat mendeteksi melampaui batas-batas tertentu. Namun manusia memiliki kepintaran sehingga dapat menciptakan instrumen untuk mendeteksi dan mengukur melewati batas kemampuan indra kita.

Kaum Bumi datar bersikeras jika indra kita tak mampu mendeteksi sesuatu, maka sesuatu itu tidak ada. Faktanya, instrumen yang kita ciptakan dapat mendeteksi hal-hal yang tak dapat dideteksi oleh indra kita.

Lanjutkan membaca “Indra Manusia”

Gerak Semu

Featured Video Play Icon

Gerak semu adalah terlihatnya benda langit bergerak yang disebabkan oleh gerakan Bumi. Jika semua objek di langit memiliki gerakan yang mirip, maka jauh lebih memungkinkan apabila gerakan tersebut hanya gerak semu, dan disebabkan oleh gerak dari pengamat.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa gerakan benda-benda langit “membuktikan” Bumi diam, dan benda-benda langit tersebut yang bergerak. Dengan “logika” yang sama, kita dapat simpulkan bahwa kereta yang kita naiki tidak bergerak, hanya saja semua objek di luar kereta kebetulan memiliki gerakan yang sama.

Lanjutkan membaca “Gerak Semu”

Gaya Fiktif

Gaya fiktif (fictitious force) adalah gaya yang terlihat bekerja pada semua objek jika kerangka acuan mendapatkan percepatan. Istilah “fiktif” di sini bukan berarti gayanya tidak ada, tetapi gaya tersebut tidak bersumber dari interaksi antar objek

Kaum Bumi datar akhirnya mengetahui bahwa gravitasi termasuk gaya fiktif, dan mereka jadikan “bukti” bahwa gravitasi itu fiktif, atau tidak ada. Faktanya, gaya fiktif itu dapat kita rasakan, sama seperti gaya lainnya. Gaya fiktif hanya istilah untuk gaya-gaya yang terasa apabila kerangka acuan mendapatkan percepatan.

Lanjutkan membaca “Gaya Fiktif”

Efek Coriolis Di Olahraga

Banyak olahraga dilakukan dengan meluncurkan bola ke udara. Bola yang diluncurkan akan sedikit berbelok karena efek Coriolis yang diakibatkan gerak rotasi Bumi.

Atlet tidak memperhitungkan efek Coriolis dan kaum Bumi datar menggunakannya sebagai “bukti” Bumi tidak berotasi. Faktanya, besar pembelokan akibat efek Coriolis pada olahraga terlalu kecil, jauh lebih kecil dibandingkan efek lainnya. Bukan berarti efek Coriolis tidak ada.

Lanjutkan membaca “Efek Coriolis Di Olahraga”