Penggunaan Animasi Untuk Menggambarkan Misi Luar Angkasa

Banyak misi luar angkasa yang menggunakan animasi untuk visualisasi kondisi misi, karena tidak mungkin untuk merekam video asli dari misi tersebut. Wahana antariksa terus menerus mengirimkan data telemetri mengenai kondisi misi, yang digunakan untuk membuat animasi untuk menggambarkan situasi misi saat itu.

Kaum Bumi datar menuduh bahwa penggunaan animasi adalah “bukti” misi angkasa dipalsukan. Faktanya, animasi tersebut dibuat berdasarkan data yang menggambarkan situasi sesungguhnya karena tidak mungkin mengirim wahana antariksa lain hanya untuk merekam video dari misi tersebut. Selain itu, pada kasus misi antariksa yang videonya tersedia, tetaplah sangat sulit bagi kaum Bumi datar untuk menerima kenyataan. Jadi masalahnya bukan pada apakah ada video asli atau tidak, melainkan pada kaum Bumi datar itu sendiri.

Crowdsourcing Lokasi Pada Telepon Seluler

Selain navigasi satelit, ponsel juga dapat menggunakan data lokasi stasiun seluler dan access point WiFi hasil dari crowdsourcing. Ponsel saling bekerja sama mengumpulkan data lokasi stasiun seluler dan access point WiFi. Jika navigasi satelit tidak tersedia, maka ponsel dapat menggunakan database tersebut untuk menentukan lokasinya.

Beberapa dokumentasi menjelaskan cara ponsel yang tak memiliki fitur GPS untuk menentukan lokasinya, dan kaum Bumi datar menggunakannya sebagai “bukti” bahwa GPS tidak menggunakan satelit. Faktanya, ada beberapa jenis layanan lokasi di ponsel, bukan hanya GPS. Dan yang dijelaskan dokumentasi tersebut adalah layanan lokasi melalui crowdsourcing data lokasi stasiun seluler dan access point WiFi.

Lanjutkan membaca “Crowdsourcing Lokasi Pada Telepon Seluler”

Video Pembuatan ISS

Featured Video Play Icon

International Space Station (ISS) tidak dibangun seketika. ISS dibangun sedikit demi sedikit, dan komponen baru masih berdatangan walaupun sudah 20 tahun sejak pertama kali diluncurkan.

ISS adalah salah satu pencapaian terbesar dari umat manusia, tetapi tak ada video pembangunan ISS dari awal sampai akhir. Kaum Bumi datar menggunakan hal tersebut sebagai “bukti” ISS tidak ada. Faktanya, ISS dibuat bertahap selama puluhan tahun. Tak ada video seperti itu sebagaimana tak ada video pembangunan sebuah kota dari awal sampai akhir, seperti Jakarta, misalnya; tentu saja bukan berarti kota Jakarta itu tidak ada. Di sisi lain, ada banyak video pemasangan komponen di ISS yang dapat kita temukan di Internet.

Lanjutkan membaca “Video Pembuatan ISS”

Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi

Bulan mengorbit Bumi, bukan Matahari secara langsung karena Bulan berada jauh di dalam Hill sphere dari Bumi, yaitu daerah dimana Bumi, bukan Matahari, mendominasi pengaruh pada satelit.

Kaum Bumi datar melihat bahwa gravitasi Matahari-Bulan lebih besar daripada gravitasi Bumi-Bulan, mereka simpulkan bahwa menurut sains, seharusnya Bulan mengorbit Matahari, bukan Bumi, lalu mereka gunakan informasi tersebut untuk mendiskreditkan  sains. Faktanya, mereka tak memperhitungkan percepatan sentrifugal yang berasal dari gerak mengelilingi Matahari, yang merupakan salah satu faktor yang menentukan Hill sphere dari Bumi.

Lanjutkan membaca “Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi”

Satelit Balon

Dalam konteks perjalanan ke luar angkasa, satelit adalah objek yang dengan sengaja diletakkan di orbit. Sebagian kecil dari satelit ini adalah satelit balon, yang merupakan satelit biasa yang dilengkapi dengan balon. Selain itu juga ada objek buatan manusia lain yang juga dinamakan satelit balon, tetapi diletakkan di ketinggian yang jauh lebih rendah, dan dengan cara kerja yang jauh berbeda. Satelit balon jenis yang terakhir ini sebenarnya adalah balon ketinggian tinggi biasa, hanya saja memberikan layanan yang biasa diberikan oleh satelit.

Kaum Bumi datar menolak keberadaan satelit, dan setelah mereka menemukan keberadaan satelit balon, mereka mulai menggunakan hal tersebut sebagai “bukti” satelit orbit tidak ada. Hal tersebut adalah sesat pikir “hasty generalization” atau “proof by example”. Dengan “logika” yang sama, kita dapat menyimpulkan bus itu tidak ada hanya dari keberadaan truk.

Lanjutkan membaca “Satelit Balon”

Resolusi Sudut

Resolusi sudut adalah jarak minimum antara ciri atau corak yang dapat dikenali dalam sebuah citra. Objek dengan ukuran lebih kecil daripada resolusi sudut tak akan dapat dikenali pada gambar. Resolusi sudut maksimum yang dimungkinkan tergantung pada diameter bukaan dari instrumen optik yang digunakan.

Kaum Bumi datar gemar menuntut foto wahana pendaratan (lander) Apollo di Bulan dengan menggunakan kamera atau teleskop sebagai  bukti pendaratan di Bulan memang terjadi. Faktanya, tak ada teleskop optik di Bumi yang diameter bukaannya cukup besar untuk dapat mengenali wahana pendaratan Apollo tersebut.

Lanjutkan membaca “Resolusi Sudut”

Lintasan Roket Yang Melengkung

Featured Video Play Icon

Peluncuran roket bertujuan bukan hanya untuk mengirim roket ke luar angkasa, tetapi juga untuk mengorbit Bumi. Untuk melakukannya, roket perlu memiliki kecepatan sejajar permukaan Bumi yang cukup.

Kaum Bumi datar mengklaim lintasan roket yang terlihat melengkung adalah “bukti” roket tak mencapai angkasa. Faktanya hal tersebut disebabkan oleh gerak roket sejajar permukaan Bumi, efek perspektif, dan lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Lintasan Roket Yang Melengkung”

Komunikasi Serat Optik vs Satelit

Komunikasi serat-optik (fiber-optic) merupakan metoda transmisi data dengan mengirim gelombang cahaya melalui serat optik. Saat ini mayoritas komunikasi di dunia menggunakan serat optik. Walaupun demikian metoda komunikasi lain tetap ada, termasuk satelit.

Kaum Bumi datar menganggap penggunaan serat optik saat ini sebagai “bukti” satelit tidak ada. Ini adalah fallacy hasty generalization. Dengan “logika” yang sama, dapat saja kita simpulkan kereta api itu tidak ada hanya dengan menunjukkan bahwa kita bisa bepergian menggunakan mobil.

Lanjutkan membaca “Komunikasi Serat Optik vs Satelit”

Satelit Geostasioner

Featured Video Play Icon

Sebuah satelit dapat diletakkan di ketinggian 35786 km, dan satelit akan bergerak dengan kecepatan sama dengan permukaan Bumi. Akibatnya, satelit akan konstan terhadap permukaan Bumi. Satelit komunikasi umumnya diletakkan pada orbit tersebut sehingga antena penerima di Bumi tak perlu diubah-ubah arahnya tergantung dari posisi satelit.

Kaum Bumi datar menganggap fakta satelit bergerak dan antena penerima tak perlu diubah arahnya sebagai inkonsistensi, dan ‘bukti’ bahwa satelit sebenarnya tidak ada. Faktanya, dengan menempatkan satelit di orbit geostasioner, satelit akan berada di posisi yang konstan di langit dari sudut pandang pengamat di permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Satelit Geostasioner”

Telepon Satelit dan Telepon Seluler

Telepon seluler berkomunikasi dengan stasiun pemancar seluler, dan tidak dapat berfungsi tanpa stasiun pemancar seluler di dekatnya. Sebaliknya, telepon satelit berkomunikasi dengan satelit dan tetap berfungsi di lokasi terpencil asalkan ada pandangan lurus ke langit.

Telepon seluler tidak berfungsi di lokasi terpencil dan kaum Bumi datar menggunakannya sebagai “bukti” satelit tidak ada. Faktanya, tak ada yang mengklaim telepon seluler berkomunikasi dengan satelit. Perangkat telepon yang berkomunikasi dengan satelit dinamakan telepon satelit, dan tetap berfungsi dengan baik di lokasi terpencil.

Lanjutkan membaca “Telepon Satelit dan Telepon Seluler”

Mengamati Satelit Geostasioner

Featured Video Play Icon

Satelit geostasioner mengorbit Bumi dengan kecepatan sama dengan gerak rotasi Bumi. Satelit-satelit ini berada di jarak 36786 km di atas khatulistiwa sehingga terlalu jauh dan terlalu redup untuk diamati dengan mata telanjang. Walaupun demikian, kita dapat mengamatinya dengan teleskop dan kamera.

Kita dapat mengamati satelit geostasioner dengan:

  • menggunakan mount ekuatorial (equatorial mount),
  • mengarahkan teleskop pada bintang yang letaknya berada di jalur orbit geostasioner; dan
  • menggunakan kamera dengan long exposure.

Lanjutkan membaca “Mengamati Satelit Geostasioner”

Kenampakan Bumi dari ISS

Featured Video Play Icon

International Space Station, atau ISS, mengorbit Bumi hanya pada ketinggian 400 km di atas permukaan Bumi, hanya 6% lebih jauh dari pusat Bumi dibandingkan permukaan Bumi. Karena itu, hanya sedikit permukaan Bumi yang terlihat dari ISS pada satu waktu.

Kaum Bumi datar gemar mengamati foto-foto Bumi yang diambil dari ISS dan membandingkannya dengan foto-foto lain yang diambil dari jarak yang lebih jauh. Mereka lalu menyimpulkan adanya perbedaan sebagai inkonsistensi. Faktanya, ISS hanya dapat mengamati sangat sedikit bagian dari Bumi, tak seperti wahana antariksa yang berjarak lebih jauh.

Lanjutkan membaca “Kenampakan Bumi dari ISS”

Lalu Lintas Terkini di Google Maps dan Kemacetan Palsu oleh Simon Weckert

Fitur lalu lintas terkini di Google Maps bekerja melalui crowdsourcing. Lalu lintas jalan raya diketahui dengan cara merangkum informasi yang dikirim oleh ponsel dari banyak pengguna.

Pada bulan Februari 2020, seniman Simon Weckert berhasil mengelabui sistem Google Maps untuk memalsukan kemacetan. Dia melakukannya dengan menarik sekeranjang ponsel aktif dan berjalan di tengah jalan. Sistem Google Maps mengira ada banyak mobil yang bergerak lambat di jalan tersebut dan membuat kesimpulan salah bahwa di jalan tersebut sedang terjadi kemacetan. Hasilnya, selama Simon melakukan operasi tersebut, jalan yang kosong terlihat merah pekat di Google Maps, seakan-akan ada kemacetan di jalan tersebut.

Kaum Bumi datar mengklaim hal tersebut membuktikan satelit tidak ada; kemungkinan akibat sebelumnya mereka tidak paham cara kerjanya dan mengira kemacetan diketahui langsung melalui foto satelit. Faktanya, sistem navigasi satelit, seperti GPS, juga terlibat di sistem crowdsourcing ini.

Lanjutkan membaca “Lalu Lintas Terkini di Google Maps dan Kemacetan Palsu oleh Simon Weckert”

Istilah “Radio”

Radio adalah teknologi telekomunikasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi antara 30 Hz dan 300 GHz. Teknologi radio memiliki sangat banyak penggunaan, misalnya: siaran radio, televisi, ponsel, GPS, satelit, remote control, remote mobil, bluetooth, WiFi, microwave, radar, telemetri, radio dua arah, RFID & NFC, bel nirkabel, dll.

Beberapa kaum Bumi datar akhirnya menemukan fakta bahwa satelit berkomunikasi menggunakan gelombang radio, dan menganggap “penemuan baru” tersebut sebagai “bukti” satelit tidak ada: “Yang disebut satelit ternyata sebenarnya menggunakan gelombang radio,” begitu klaim mereka. Hal tersebut hanya bersumber dari kurangnya wawasan mereka.

Lanjutkan membaca “Istilah “Radio””

Propagasi Gelombang Radio

Propagasi gelombang radio adalah sifat dari gelombang radio saat merambat dari satu titik ke titik lainnya. Karena gelombang radio adalah radiasi elektromagnetik, maka akan mengalami fenomena pantulan, pembiasan, difraksi, penyerapan, polarisasi dan hamburan.

Kaum Bumi datar menganggap semua gelombang radio itu sama, dan menciptakan beberapa “penjelasan” dengan asumsi salah tersebut. Faktanya, gelombang radio dengan frekuensi berbeda memiliki sifat dan propagasi yang berbeda pula.

Lanjutkan membaca “Propagasi Gelombang Radio”

Visualisasi Satelit dan Sampah Antariksa

Gambar-gambar yang menunjukkan satelit dan sampah antariksa bersama dengan Bumi adalah visualisasi, bukan foto. Visualisasi satelit dan sampah antariksa tersebut dibuat dengan menggambarkan objek-objek tersebut dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada ukuran yang sebenarnya. Jika menggunakan ukuran aslinya, maka ukuran satelit menjadi terlalu kecil dan tidak akan terlihat.

Kaum Bumi datar mengira visualisasi satelit dan sampah antariksa tersebut adalah foto yang diambil dengan kamera.  Karena kita tak pernah melihat seperti itu, mereka lalu menarik kesimpulan macam-macam. Faktanya, objek satelit dan sampah antariksa jauh lebih kecil daripada yang digambarkan dalam visualisasi tersebut.

Lanjutkan membaca “Visualisasi Satelit dan Sampah Antariksa”

French Guiana: Lokasi Peluncuran Satelit Telkom 3S dan BRIsat

Ada sebuah video yang viral menyebutkan bahwa satelit BRIsat diluncurkan dari Amerika Selatan, dan satelit Telkom 3S diluncurkan dari Perancis. Masalahnya adalah banyak kemiripan pada video peluncuran kedua satelit tersebut. Video tersebut kemudian menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah hal yang mencurigakan.

Faktanya satelit BRIsat dan Telkom3S diluncurkan dari tempat yang sama persis, yaitu dari Guiana Space Center di French Guiana. Tidak salah apabila dikatakan diluncurkan dari Amerika Selatan, karena French Guiana memang berada di Amerika Selatan. Dan tidak salah pula apabila dikatakan diluncurkan dari Perancis, karena French Guiana memang bagian dari negara Perancis.

Lanjutkan membaca “French Guiana: Lokasi Peluncuran Satelit Telkom 3S dan BRIsat”

Cara Kerja GPS dan Sistem Navigasi Satelit Lainnya

Sistem navigasi satelit (satnav) menggunakan satelit untuk memberikan layanan penentuan posisi di Bumi. Beberapa satelit terus menerus mengirim sinyal yang berisi lokasi dirinya dan waktu saat sinyal dikirim. Perangkat penerima kemudian menerima sinyal-sinyal dari beberapa satelit dan menggunakannya untuk melakukan perhitungan untuk menentukan posisi dirinya sendiri.

Kaum Bumi datar berasumsi jika satelit GPS dimanfaatkan untuk menentukan posisi, maka sistem GPS seharusnya dapat mengetahui posisi dari penerima. Mereka salah. Satelit GPS hanya mengirim sinyal, tetapi tidak menerima sinyal dari perangkat penerima. Satelit GPS sendiri tidak menerima sinyal dari perangkat penerima dan tidak mengetahui posisi dari penerima.

Lanjutkan membaca “Cara Kerja GPS dan Sistem Navigasi Satelit Lainnya”

Kerangka Acuan

Kerangka acuan adalah sebuah sistem koordinat dan titik acuan sistem koordinat tersebut diletakkan. Kecepatan atau laju adalah relatif terhadap sebuah kerangka acuan. Dua buah kecepatan bisa saja relatif terhadap dua buah kerangka acuan yang berbeda, dan tak dapat dibandingkan secara langsung.

Kaum Bumi datar sering membandingkan dua buah besaran kecepatan seperti pesawat yang bergerak dengan kecepatan 900 km/jam dan permukaan Bumi dekat khatulistiwa yang bergerak 1674 km/jam. Mereka akan menyimpulkan pesawat seharusnya tak dapat mengejar permukaan Bumi dan tak akan dapat mendarat jika Bumi berotasi. Mereka salah. Kedua kecepatan tersebut relatif terhadap kerangka acuan yang berbeda, dan tak dapat dibandingkan langsung.

Lanjutkan membaca “Kerangka Acuan”

White Alice dan Propagasi Troposcatter

Troposcatter adalah metoda propagasi transmisi sinyal yang memanfaatkan fenomena hamburan sinyal di lapisan atas troposfer. Sinyal microwave yang dipancarkan ke lapisan troposfer akan mengalami hamburan acak ke arah yang berbeda-beda. Jika antena penerima diletakkan di lokasi yang tepat, akan ada sebagian kecil sinyal yang dihamburkan tersebut yang mengarah ke penerima.

White Alice adalah jaringan troposcatter di Amerika Utara milik militer yang sekarang sudah tak aktif dan digantikan fungsinya dengan satelit. White Alice sering digunakan kaum Bumi datar untuk “menjelaskan” adanya layanan dari satelit. Mereka salah. Teknologi troposcatter tak dapat menggantikan semua fungsi satelit.

Lanjutkan membaca “White Alice dan Propagasi Troposcatter”