Lintasan Roket Yang Melengkung

Featured Video Play Icon

Peluncuran roket bertujuan bukan hanya untuk mengirim roket ke luar angkasa, tetapi juga untuk mengorbit Bumi. Untuk melakukannya, roket perlu memiliki kecepatan sejajar permukaan Bumi yang cukup.

Kaum Bumi datar mengklaim lintasan roket yang terlihat melengkung adalah “bukti” roket tak mencapai angkasa. Faktanya hal tersebut disebabkan oleh gerak roket sejajar permukaan Bumi, efek perspektif, dan lengkungan Bumi.

Lanjutkan membaca “Lintasan Roket Yang Melengkung”

Komunikasi Serat Optik vs Satelit

Komunikasi serat-optik (fiber-optic) merupakan metoda transmisi data dengan mengirim gelombang cahaya melalui serat optik. Saat ini mayoritas komunikasi di dunia menggunakan serat optik. Walaupun demikian metoda komunikasi lain tetap ada, termasuk satelit.

Kaum Bumi datar menganggap penggunaan serat optik saat ini sebagai “bukti” satelit tidak ada. Ini adalah fallacy hasty generalization. Dengan “logika” yang sama, dapat saja kita simpulkan kereta api itu tidak ada hanya dengan menunjukkan bahwa kita bisa bepergian menggunakan mobil.

Lanjutkan membaca “Komunikasi Serat Optik vs Satelit”

Satelit Geostasioner

Featured Video Play Icon

Sebuah satelit dapat diletakkan di ketinggian 35786 km, dan satelit akan bergerak dengan kecepatan sama dengan permukaan Bumi. Akibatnya, satelit akan konstan terhadap permukaan Bumi. Satelit komunikasi umumnya diletakkan pada orbit tersebut sehingga antena penerima di Bumi tak perlu diubah-ubah arahnya tergantung dari posisi satelit.

Kaum Bumi datar menganggap fakta satelit bergerak dan antena penerima tak perlu diubah arahnya sebagai inkonsistensi, dan ‘bukti’ bahwa satelit sebenarnya tidak ada. Faktanya, dengan menempatkan satelit di orbit geostasioner, satelit akan berada di posisi yang konstan di langit dari sudut pandang pengamat di permukaan Bumi.

Lanjutkan membaca “Satelit Geostasioner”

Telepon Satelit dan Telepon Seluler

Telepon seluler berkomunikasi dengan stasiun pemancar seluler, dan tidak dapat berfungsi tanpa stasiun pemancar seluler di dekatnya. Sebaliknya, telepon satelit berkomunikasi dengan satelit dan tetap berfungsi di lokasi terpencil asalkan ada pandangan lurus ke langit.

Telepon seluler tidak berfungsi di lokasi terpencil dan kaum Bumi datar menggunakannya sebagai “bukti” satelit tidak ada. Faktanya, tak ada yang mengklaim telepon seluler berkomunikasi dengan satelit. Perangkat telepon yang berkomunikasi dengan satelit dinamakan telepon satelit, dan tetap berfungsi dengan baik di lokasi terpencil.

Lanjutkan membaca “Telepon Satelit dan Telepon Seluler”

Mengamati Satelit Geostasioner

Featured Video Play Icon

Satelit geostasioner mengorbit Bumi dengan kecepatan sama dengan gerak rotasi Bumi. Satelit-satelit ini berada di jarak 36786 km di atas khatulistiwa sehingga terlalu jauh dan terlalu redup untuk diamati dengan mata telanjang. Walaupun demikian, kita dapat mengamatinya dengan teleskop dan kamera.

Kita dapat mengamati satelit geostasioner dengan:

  • menggunakan mount ekuatorial (equatorial mount),
  • mengarahkan teleskop pada bintang yang letaknya berada di jalur orbit geostasioner; dan
  • menggunakan kamera dengan long exposure.

Lanjutkan membaca “Mengamati Satelit Geostasioner”

Kenampakan Bumi dari ISS

Featured Video Play Icon

International Space Station, atau ISS, mengorbit Bumi hanya pada ketinggian 400 km di atas permukaan Bumi, hanya 6% lebih jauh dari pusat Bumi dibandingkan permukaan Bumi. Karena itu, hanya sedikit permukaan Bumi yang terlihat dari ISS pada satu waktu.

Kaum Bumi datar gemar mengamati foto-foto Bumi yang diambil dari ISS dan membandingkannya dengan foto-foto lain yang diambil dari jarak yang lebih jauh. Mereka lalu menyimpulkan adanya perbedaan sebagai inkonsistensi. Faktanya, ISS hanya dapat mengamati sangat sedikit bagian dari Bumi, tak seperti wahana antariksa yang berjarak lebih jauh.

Lanjutkan membaca “Kenampakan Bumi dari ISS”

Lalu Lintas Terkini di Google Maps dan Kemacetan Palsu oleh Simon Weckert

Fitur lalu lintas terkini di Google Maps bekerja melalui crowdsourcing. Lalu lintas jalan raya diketahui dengan cara merangkum informasi yang dikirim oleh ponsel dari banyak pengguna.

Pada bulan Februari 2020, seniman Simon Weckert berhasil mengelabui sistem Google Maps untuk memalsukan kemacetan. Dia melakukannya dengan menarik sekeranjang ponsel aktif dan berjalan di tengah jalan. Sistem Google Maps mengira ada banyak mobil yang bergerak lambat di jalan tersebut dan membuat kesimpulan salah bahwa di jalan tersebut sedang terjadi kemacetan. Hasilnya, selama Simon melakukan operasi tersebut, jalan yang kosong terlihat merah pekat di Google Maps, seakan-akan ada kemacetan di jalan tersebut.

Kaum Bumi datar mengklaim hal tersebut membuktikan satelit tidak ada; kemungkinan akibat sebelumnya mereka tidak paham cara kerjanya dan mengira kemacetan diketahui langsung melalui foto satelit. Faktanya, sistem navigasi satelit, seperti GPS, juga terlibat di sistem crowdsourcing ini.

Lanjutkan membaca “Lalu Lintas Terkini di Google Maps dan Kemacetan Palsu oleh Simon Weckert”

Istilah “Radio”

Radio adalah teknologi telekomunikasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi antara 30 Hz dan 300 GHz. Teknologi radio memiliki sangat banyak penggunaan, misalnya: siaran radio, televisi, ponsel, GPS, satelit, remote control, remote mobil, bluetooth, WiFi, microwave, radar, telemetri, radio dua arah, RFID & NFC, bel nirkabel, dll.

Beberapa kaum Bumi datar akhirnya menemukan fakta bahwa satelit berkomunikasi menggunakan gelombang radio, dan menganggap “penemuan baru” tersebut sebagai “bukti” satelit tidak ada: “Yang disebut satelit ternyata sebenarnya menggunakan gelombang radio,” begitu klaim mereka. Hal tersebut hanya bersumber dari kurangnya wawasan mereka.

Lanjutkan membaca “Istilah “Radio””

Propagasi Gelombang Radio

Propagasi gelombang radio adalah sifat dari gelombang radio saat merambat dari satu titik ke titik lainnya. Karena gelombang radio adalah radiasi elektromagnetik, maka akan mengalami fenomena pantulan, pembiasan, difraksi, penyerapan, polarisasi dan hamburan.

Kaum Bumi datar menganggap semua gelombang radio itu sama, dan menciptakan beberapa “penjelasan” dengan asumsi salah tersebut. Faktanya, gelombang radio dengan frekuensi berbeda memiliki sifat dan propagasi yang berbeda pula.

Lanjutkan membaca “Propagasi Gelombang Radio”

Visualisasi Satelit dan Sampah Antariksa

Gambar-gambar yang menunjukkan satelit dan sampah antariksa bersama dengan Bumi adalah visualisasi, bukan foto. Visualisasi satelit dan sampah antariksa tersebut dibuat dengan menggambarkan objek-objek tersebut dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada ukuran yang sebenarnya. Jika menggunakan ukuran aslinya, maka ukuran satelit menjadi terlalu kecil dan tidak akan terlihat.

Kaum Bumi datar mengira visualisasi satelit dan sampah antariksa tersebut adalah foto yang diambil dengan kamera.  Karena kita tak pernah melihat seperti itu, mereka lalu menarik kesimpulan macam-macam. Faktanya, objek satelit dan sampah antariksa jauh lebih kecil daripada yang digambarkan dalam visualisasi tersebut.

Lanjutkan membaca “Visualisasi Satelit dan Sampah Antariksa”

French Guiana: Lokasi Peluncuran Satelit Telkom 3S dan BRIsat

Ada sebuah video yang viral menyebutkan bahwa satelit BRIsat diluncurkan dari Amerika Selatan, dan satelit Telkom 3S diluncurkan dari Perancis. Masalahnya adalah banyak kemiripan pada video peluncuran kedua satelit tersebut. Video tersebut kemudian menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah hal yang mencurigakan.

Faktanya satelit BRIsat dan Telkom3S diluncurkan dari tempat yang sama persis, yaitu dari Guiana Space Center di French Guiana. Tidak salah apabila dikatakan diluncurkan dari Amerika Selatan, karena French Guiana memang berada di Amerika Selatan. Dan tidak salah pula apabila dikatakan diluncurkan dari Perancis, karena French Guiana memang bagian dari negara Perancis.

Lanjutkan membaca “French Guiana: Lokasi Peluncuran Satelit Telkom 3S dan BRIsat”

Satelit Balon

Dalam konteks perjalanan ke luar angkasa, satelit adalah objek yang dengan sengaja diletakkan di orbit. Sebagian kecil dari satelit ini adalah satelit balon, yang merupakan satelit biasa yang dilengkapi dengan balon. Selain itu juga ada objek buatan manusia lain yang juga dinamakan satelit balon, tetapi diletakkan di ketinggian yang jauh lebih rendah, dan dengan cara kerja yang jauh berbeda. Satelit balon jenis yang terakhir ini sebenarnya adalah balon ketinggian tinggi biasa, hanya saja memberikan layanan yang biasa diberikan oleh satelit.

Kaum Bumi datar menolak keberadaan satelit, dan setelah mereka menemukan keberadaan satelit balon, mereka mulai menggunakan hal tersebut sebagai “bukti” satelit orbit tidak ada. Hal tersebut adalah sesat pikir “hasty generalization” atau “proof by example”. Dengan “logika” yang sama, kita dapat menyimpulkan bus itu tidak ada hanya dari keberadaan truk.

Lanjutkan membaca “Satelit Balon”

Cara Kerja GPS dan Sistem Navigasi Satelit Lainnya

Sistem navigasi satelit (satnav) menggunakan satelit untuk memberikan layanan penentuan posisi di Bumi. Beberapa satelit terus menerus mengirim sinyal yang berisi lokasi dirinya dan waktu saat sinyal dikirim. Perangkat penerima kemudian menerima sinyal-sinyal dari beberapa satelit dan menggunakannya untuk melakukan perhitungan untuk menentukan posisi dirinya sendiri.

Kaum Bumi datar berasumsi jika satelit GPS dimanfaatkan untuk menentukan posisi, maka sistem GPS seharusnya dapat mengetahui posisi dari penerima. Mereka salah. Satelit GPS hanya mengirim sinyal, tetapi tidak menerima sinyal dari perangkat penerima. Satelit GPS sendiri tidak menerima sinyal dari perangkat penerima dan tidak mengetahui posisi dari penerima.

Lanjutkan membaca “Cara Kerja GPS dan Sistem Navigasi Satelit Lainnya”

Kerangka Acuan

Kerangka acuan adalah sebuah sistem koordinat dan titik acuan sistem koordinat tersebut diletakkan. Kecepatan atau laju adalah relatif terhadap sebuah kerangka acuan. Dua buah kecepatan bisa saja relatif terhadap dua buah kerangka acuan yang berbeda, dan tak dapat dibandingkan secara langsung.

Kaum Bumi datar sering membandingkan dua buah besaran kecepatan seperti pesawat yang bergerak dengan kecepatan 900 km/jam dan permukaan Bumi dekat khatulistiwa yang bergerak 1674 km/jam. Mereka akan menyimpulkan pesawat seharusnya tak dapat mengejar permukaan Bumi dan tak akan dapat mendarat jika Bumi berotasi. Mereka salah. Kedua kecepatan tersebut relatif terhadap kerangka acuan yang berbeda, dan tak dapat dibandingkan langsung.

Lanjutkan membaca “Kerangka Acuan”

White Alice dan Propagasi Troposcatter

Troposcatter adalah metoda propagasi transmisi sinyal yang memanfaatkan fenomena hamburan sinyal di lapisan atas troposfer. Sinyal microwave yang dipancarkan ke lapisan troposfer akan mengalami hamburan acak ke arah yang berbeda-beda. Jika antena penerima diletakkan di lokasi yang tepat, akan ada sebagian kecil sinyal yang dihamburkan tersebut yang mengarah ke penerima.

White Alice adalah jaringan troposcatter di Amerika Utara milik militer yang sekarang sudah tak aktif dan digantikan fungsinya dengan satelit. White Alice sering digunakan kaum Bumi datar untuk “menjelaskan” adanya layanan dari satelit. Mereka salah. Teknologi troposcatter tak dapat menggantikan semua fungsi satelit.

Lanjutkan membaca “White Alice dan Propagasi Troposcatter”

Di Luar Angkasa Tak Ada Oksigen, Roket Juga Membawa Oksidator Selain Bahan Bakarnya

Kebanyakan mesin berbahan bakar (combustion engine) menggunakan oksigen yang tersedia di atmosfer Bumi sebagai oksidator pembakaran. Bagi roket, masalah yang dihadapi adalah tak ada oksigen di luar angkasa. Solusinya adalah roket didesain untuk membawa oksidatornya selain bahan bakarnya, atau menggunakan bahan bakar monopropelan yang tak membutuhkan oksidator.

Kaum Bumi datar mengklaim bahwa roket tak dapat berfungsi di luar angkasa karena tak ada oksigen. Mereka salah. Hal ini hanyalah masalah teknis yang dapat kita temukan solusinya. Selain membawa bahan bakar, roket juga didesain untuk membawa oksidatornya. Atau roket menggunakan bahan bakar monopropelan yang tak membutuhkan oksidator.

Lanjutkan membaca “Di Luar Angkasa Tak Ada Oksigen, Roket Juga Membawa Oksidator Selain Bahan Bakarnya”

Gaya Hambat

Gaya hambat adalah gaya yang menghambat gerakan benda melalui sebuah fluida (cairan atau gas). Semakin besar densitas/kerapatan dari fluida tersebut, semakin besar gaya hambat. Gaya hambat memiliki arah berlawanan dari arah gerak benda, sehingga akan memperlambat kecepatan benda yang bergerak melalui fluida tersebut.

Kaum Bumi datar berpendapat tak mungkin satelit dapat memiliki kecepatan sangat tinggi untuk mengorbit Bumi. Sering kita lihat mereka membandingkan kecepatan satelit yang beberapa kali lipat kali jauh lebih tinggi jika dibandingkan misalnya pesawat SR-71 Blackbird yang merupakan pesawat tercepat. Mereka salah. Pada ketinggian satelit, kerapatan udara berkali-kali lipat lebih kecil, dan gaya hambatnya pun menjadi berkali-kali lipat lebih kecil.

Lanjutkan membaca “Gaya Hambat”

Mengamati Satelit

Satelit tak sulit untuk diamati. Satelit dapat diamati dengan syarat-syarat ini:

  1. Semakin besar dan/atau semakin dekat, semakin mudah diamati.
  2. Semakin gelap langit, semakin mudah diamati.
  3. Hanya dapat diamati apabila terkena sinar Matahari.

Karena itu, satelit umumnya terlihat beberapa jam setelah Matahari terbenam dan beberapa jam sebelum Matahari terbit.

Kaum Bumi datar mengklaim satelit tak dapat dilihat, dan menjadikannya sebagai bukti satelit tidak ada. Mereka salah. Satelit dapat dilihat apabila kondisinya tepat.

Lanjutkan membaca “Mengamati Satelit”

Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain

Jupiter memiliki empat satelit yang dapat dilihat dengan mudah: Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Keempat objek ini dinamakan Satelit Galileo, dan merupakan objek-objek pertama yang diketahui mengorbit planet.

Kaum Bumi datar selalu menuntut demonstrasi bahwa sebuah objek bisa mengorbit objek yang lain. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menggunakan teleskop untuk mengamati Jupiter dan keempat satelitnya.

Lanjutkan membaca “Satelit-Satelit Galileo: Bukti Benda Mengorbit Benda Lain”