Mengamati Merkurius dan Venus

Merkurius dan Venus adalah planet inferior. Keduanya memiliki orbit lebih dekat ke Matahari daripada Bumi. Kedua dapat terlihat jika berada di atas horizon, dan lebih mudah diamati jika Matahari berada di bawah horizon. Semakin besar elongasi, atau sudut antara keduanya dan Matahari, maka semakin mudah pula untuk dilihat. Karena geometri tersebut, Merkurius dan Venus hanya dapat dilihat di awal atau akhir malam hari di kebanyakan lokasi di Bumi.

Kaum Bumi datar mengklaim Merkurius & Venus harusnya tidak mungkin terlihat karena lebih dekat Matahari dan saat malam hari, kita membelakangi Matahari. Faktanya, di awal dan akhir malam, kita masih dapat menatap ke arah mendekati Matahari untuk mengamati kedua planet.
Lanjutkan membaca “Mengamati Merkurius dan Venus”

Langit

Featured Video Play Icon

Langit terlihat identik oleh semua pengamat di permukaan Bumi, kecuali Bumi menghalangi pandangan ke bagian langit yang berbeda untuk pengamat yang posisinya berbeda di permukaan Bumi, dan cahaya siang hari menghalangi kebanyakan objek di langit.

Kenyataan bahwa langit terlihat identik dimana pun di permukaan Bumi hanya dapat dijelaskan jika semua benda langit berjarak sangat jauh, dan bahwa Bumi berbentuk bulat.

Lanjutkan membaca “Langit”

Albedo Visual dari Bulan dan Bumi

Albedo visual adalah ukuran sinar Matahari yang dipantulkan oleh benda langit. Albedo visual dari Bumi adalah 0,37, sedangkan albedo visual dari Bulan adalah 0,12.

Bulan terlihat gelap jika Bumi juga terlihat di foto yang sama. Kaum Bumi datar menjadikan hal tersebut sebagai “bukti” foto tersebut palsu. Faktanya, tingkat kecerahan Bulan yang terlihat pada foto hanyalah masalah pemilihan eksposur kamera yang tepat. Tetapi jika Bumi juga terlihat di dalam foto, meningkatkan eksposur akan membuat Bumi terlihat terlalu terang.

Lanjutkan membaca “Albedo Visual dari Bulan dan Bumi”

Georgia Guidestones

Featured Video Play Icon

Georgia Guidestones adalah monumen batu granit di Georgia, Amerika Serikat. Salah satu batunya diberi lubang yang mengarah ke kutub astronomi utara. Akibatnya, dengan melihat melalui lubang tersebut, bintang Polaris terlihat di malam hari.

Polaris terlihat melalui lubang di Georgia Guidestones tersebut setiap malam. Hal ini digunakan kaum Bumi datar sebagai “bukti” Bumi diam. Faktanya, akibat presesi sumbu rotasi Bumi, dalam beberapa ratus tahun, Polaris akan bergeser cukup jauh dari kutub astronomi utara, dan tidak akan lagi terlihat melalui lubang tersebut.

Lanjutkan membaca “Georgia Guidestones”

Kemiringan Sumbu Rotasi Bumi

Featured Video Play Icon

Sumbu rotasi Bumi miring relatif terhadap bidang orbit Bumi. Akibatnya, kemiringan tersebut hanya mempengaruhi posisi objek di tata surya, seperti Matahari, Bulan dan planet-planet; tetapi tidak mempengaruhi posisi bintang di langit. Kedua sumbu rotasi Bumi tetap mengarah ke lokasi yang sama di langit.

Kaum Bumi datar gagal memahami mengapa bintang tidak dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi dan mereka gunakan hal tersebut untuk mendiskreditkan sains. Faktanya, sumbu rotasi Bumi praktis konstan dalam waktu singkat, dan tidak berubah dalam satu tahun. Namun arah sumbu rotasi Bumi tersebut tidak tegak lurus terhadap bidang orbit Bumi. Akibatnya, hanya objek di tata surya yang terpengaruh oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi.

Lanjutkan membaca “Kemiringan Sumbu Rotasi Bumi”

Geometri dari Fenomena Bulan Purnama

Banyak dari kita mengalami masalah kognisi spasial, dan kesulitan untuk membayangkan bagaimana misalnya Bulan purnama dapat terlihat sepanjang malam. Pemikirannya adalah Bulan purnama terjadi karena Matahari-Bumi-Bulan hampir lurus, maka Bulan purnama seharusnya hanya terlihat di tengah malam.

Kaum Bumi datar yang mengalami masalah tersebut mengambil langkah lebih jauh dan menganggap hal tersebut sebagai “bukti” bahwa kejadian Bulan purnama tak dapat dijelaskan pada Bumi bulat. Faktanya, fenomena Bulan purnama dapat dengan mudah dijelaskan pada model Bumi bulat.

Lanjutkan membaca “Geometri dari Fenomena Bulan Purnama”

Stellarium

Kaum Bumi datar gemar menunjukkan peristiwa langit dan tata letak benda langit tertentu, dan bersikeras hal tersebut tak mungkin terjadi jika Bumi bulat mengelilingi Matahari. Lalu mereka keliru menggunakannya sebagai “bukti” Bumi datar dan diam.

Kita dapat tanyakan kepada mereka waktu kejadian dan lokasi pengamat, lalu menggunakan Stellarium atau aplikasi sejenis untuk membuat simulasinya. Jika hasilnya sama dengan pengamatan, artinya sama sekali tidak ada kejanggalan. Dan masalahnya hanya bersumber dari kegagalan kaum Bumi datar untuk memahami dan membuat model yang benar.

Lanjutkan membaca “Stellarium”

Siklus Saros dan Prediksi Gerhana

Saros adalah periode 6585⅓ hari antara dua gerhana. Satu Saros setelah gerhana, akan terjadi gerhana yang mirip. Gerhana yang memiliki siklus yang sama tersebut dikelompokkan ke dalam sebuah Deret Saros.

Kaum Bumi datar mengklaim gerhana hanya bisa diprediksi melalui Siklus Saros. Faktanya, ada banyak sifat dari gerhana yang tidak mungkin diprediksi hanya dari Siklus Sarosnya. Lanjutkan membaca “Siklus Saros dan Prediksi Gerhana”

Skala Untuk Penggambaran Matahari, Bumi, Bulan dan Benda Langit Lainnya

Diagram Matahari, Bumi, dan Bulan, atau benda-benda langit lainnya jarang dibuat sesuai skala karena ukurannya yang terlalu kecil dibandingkan dengan jarak antara benda-benda tersebut yang sangat jauh.

Kaum Bumi datar menganggap bahwa diagram benda langit tidak digambarkan sesuai skala sebenarnya sebagai sebuah pengelabuan. Faktanya, mustahil untuk membuat diagram benda langit yang sesuai skala pada media fisik, dan tetap menjelaskan apa yang ingin dijelaskan.

Lanjutkan membaca “Skala Untuk Penggambaran Matahari, Bumi, Bulan dan Benda Langit Lainnya”

Fase Bulan dan Gerhana Bulan

Fase bulan adalah bentuk dari bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari secara langsung yang terlihat dari Bumi. Fase Bulan berubah terus menerus dengan siklus 29½ hari.

Gerhana Bulan terjadi saat Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi. Gerhana Bulan terjadi pada fase Bulan purnama dan jika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam garis lurus.

Kaum Bumi datar mengklaim tak mungkin fase Bulan terjadi akibat bayangan Bumi, dan mereka gunakan untuk mendiskreditkan sains. Faktanya, fase Bulan memang bukan akibat dari bayangan Bumi. Mereka hanya keliru membedakan fase dan gerhana Bulan. Lanjutkan membaca “Fase Bulan dan Gerhana Bulan”

Bintang-Bintang di Langit Selatan: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya

Featured Video Play Icon

Jika kita berada di Bumi bagian selatan dan melihat ke langit bagian selatan, kita akan melihat bintang-bintang yang sama di mana pun posisi kita. Bintang-bintang tersebut mengitari sumbu bintang selatan yang berada di rasi Octans, dekat dengan bintang Sigma Octantis.

Fenomena ini tak dapat dijelaskan pada model Bumi datar.  Jika kita lihat peta yang mereka klaim sebagai “peta Bumi datar”, seharusnya kita akan melihat bintang yang berbeda-beda. Ini karena model Bumi datar tidaklah sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

Lanjutkan membaca “Bintang-Bintang di Langit Selatan: Bukti Bumi Bulat dan Berotasi Pada Porosnya”

Gerakan Planet Yang Terlihat dari Bumi

Featured Video Play Icon

Planet bergerak di sekitar ekliptika, yaitu garis semua di langit yang menandai lintasan Matahari relatif terhadap bintang. Dari gerak planet, terlihat jelas bahwa Venus dan Merkurius bergerak mengelilingi Matahari. Sedangkan gerakan planet yang lain yang dapat dijelaskan apabila Bumi mengelilingi Matahari.

Kaum Bumi datar mengklaim Bumi diam. Faktanya, dengan mengamati gerakan planet dalam waktu yang cukup lama, penjelasan yang paling memungkinkan adalah bahwa semua planet, termasuk Bumi, bergerak mengelilingi Matahari.

Almanak Nautika / Nautical Almanac

Almanak nautika (nautical almanac) adalah publikasi yang memuat daftar posisi dari benda langit agar pelaut dapat menggunakan navigasi selestial untuk mengetahui posisinya di laut. Karena posisi bintang tidaklah konstan, maka almanak nautika perlu diperbaharui terus menerus.

Kaum Bumi datar mengklaim posisi bintang selalu sama dan hanya bergerak mengitari kutub bintang di utara. Hal tersebut mereka gunakan sebagai “bukti” Bumi datar yang diam. Faktanya, posisi bintang mengalami perubahan, dan kita dapat mengetahui riwayat perubahan posisi bintang tersebut dari almanak nautika edisi lama.

Lanjutkan membaca “Almanak Nautika / Nautical Almanac”

Earthshine dan Fase Bulan

Earthshine adalah cahaya di bagian Bulan yang mengalami malam hari akibat mendapat cahaya dari Bumi. Earthshine dapat dengan mudah diamati dengan teknik fotografi long-exposure.

Ada kaum Bumi datar yang mengklaim Bulan transparan atau tidak bulat. Dengan mengamati earthshine menggunakan kamera, mudah untuk membuktikan klaim mereka salah.

Lanjutkan membaca “Earthshine dan Fase Bulan”

Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi

Bulan mengorbit Bumi, bukan Matahari secara langsung karena Bulan berada jauh di dalam Hill sphere dari Bumi, yaitu daerah dimana Bumi, bukan Matahari, mendominasi pengaruh pada satelit.

Kaum Bumi datar melihat bahwa gravitasi Matahari-Bulan lebih besar daripada gravitasi Bumi-Bulan, mereka simpulkan bahwa menurut sains, seharusnya Bulan mengorbit Matahari, bukan Bumi, lalu mereka gunakan informasi tersebut untuk mendiskreditkan  sains. Faktanya, mereka tak memperhitungkan percepatan sentrifugal yang berasal dari gerak mengelilingi Matahari, yang merupakan salah satu faktor yang menentukan Hill sphere dari Bumi.

Lanjutkan membaca “Hill Sphere: Mengapa Bulan Mengorbit Bumi”

Negative Parallax

Featured Video Play Icon

Stellar parallax adalah gerak semu sebuah bintang relatif terhadap bintang lain yang jaraknya lebih jauh akibat gerak Bumi mengelilingi Matahari. Negative parallax, atau gerak bintang ke arah yang salah, terjadi akibat galat pengukuran yang memberikan hasil bintang yang jauh sebagai bintang yang dekat, dan sebaliknya.

Stellar parallax adalah bukti Bumi mengelilingi Matahari. Kaum Bumi datar menggunakan negative parallax untuk menolaknya. Faktanya, hal tersebut hanyalah ketidakpastian statistik.

Lanjutkan membaca “Negative Parallax”

Ukuran Matahari dan Bulan yang Terlihat

Matahari dan Bulan sekilas terlihat berukuran sama di langit, tetapi keduanya tidak berukuran sama persis dan ukurannya pun tidak konstan karena orbit Bumi dan Bulan berbentuk elips.

Kaum Bumi datar mengklaim terlalu kebetulan bahwa Matahari tepat 400× lebih besar daripada Bulan, dan tepat 400× lebih jauh, sehingga membuat keduanya tampak terlihat tepat sama besar. Faktanya, Matahari dan Bulan tidak tepat berukuran sama.

Lanjutkan membaca “Ukuran Matahari dan Bulan yang Terlihat”

Planet dan Bintang

Planet bukan bintang. Pada pengamatan sekilas, planet dan bintang terlihat sebagai titik di langit malam. Tetapi dengan pengamatan teliti, kita tahu bahwa planet berbeda dengan bintang.

Kaum Bumi datar bersikeras planet adalah bintang. Faktanya kita dapat dengan mudah mengamati banyak sifat planet yang membedakannya dari bintang, dengan usaha dan peralatan seadanya.

Lanjutkan membaca “Planet dan Bintang”

Airy’s Failure – Kegagalan Airy

Featured Video Play Icon

Airy’s Failure adalah eksperimen Sir George Airy yang gagal untuk membuktikan teori aether dengan mengukur stellar aberration. Sedangkan fenomena stellar aberration itu sendiri merupakan bukti langsung pertama dari gerak Bumi mengelilingi Matahari.

Kaum Bumi datar menyangka Airy’s Failure adalah kegagalan dalam membuktikan gerak Bumi. Faktanya, Airy’s Failure adalah kegagalan untuk membuktikan teori aether. Eksperimen ini tergantung pada pengetahuan bahwa Bumi bergerak mengelilingi Matahari.

Lanjutkan membaca “Airy’s Failure – Kegagalan Airy”

Membuat Teleskop

Kita dapat membuat teleskop sendiri ketimbang membeli teleskop yang sudah jadi dari pabrikan pembuat teleskop. Membuat teleskop adalah bagian dari astronomi amatir dimana orang-orang membuat teleskop sebagai hobi.

Kaum Bumi datar mengklaim teleskop diprogram oleh pembuatnya untuk menampilkan gambar palsu ke pengguna. Namun teleskop dapat kita buat sendiri, dan dengan demikian kita dapat mengetahui bahwa klaim mereka tersebut hanya omong kosong belaka.

Lanjutkan membaca “Membuat Teleskop”